Hari Kedua Lockdown, Shanghai Laporkan Hampir 4.400 Kasus COVID-19

M. Reza Sulaiman

Rabu, 30 Maret 2022 | 01:15 WIB
Hari Kedua Lockdown, Shanghai Laporkan Hampir 4.400 Kasus COVID-19
Suasana di kota Shanghai, China. (Anadolu Agency)

Suara.com - Pemberlakukan lockdown alias penguncian di kota terpadat China, Shanghai, terbukti belum berhasil menurunkan jumlah kasus baru COVID-19.

Di hari kedua pemberlakuanb lockdown, jumlah kasus harian baru melebihi 4.400. Masyarakat tidak dibolehkan keluar rumah selain untuk tes COVID-19.

Pusat keuangan Shanghai itu, yang dihuni 26 juta orang, berada di hari kedua penguncian yang diberlakukan oleh pihak-pihak berwenang dengan membagi kota secara kasar di sepanjang Sungai Huangpu, yang memisahkan pusat kota bersejarah itu dari wilayah timur distrik keuangan dan industri Pudong untuk memungkinkan pengujian.

Sementara beban kasus Shanghai tetap ringan menurut standar global--rekor 4.381 kasus tanpa gejala dan 96 kasus bergejala untuk hari Senin--kota itu telah menjadi tempat pengujian untuk strategi "nol-COVID" China ketika mencoba mengendalikan varian Omicron yang sangat menular.

Warga di sebelah timur Huangpu dikurung di kompleks perumahan mereka pada Senin tapi sebagian besar diizinkan berkeliaran di dalam kompleks itu.

Namun, pada Selasa, tiga warga mengatakan kepada Reuters bahwa pengurus lingkungan telah memberi tahu mereka bahwa mereka tidak lagi diizinkan keluar dari rumah.

"Anak-anak masih piknik kemarin dan bersenang-senang," kata salah satu dari mereka, yang menolak disebutkan namanya, dengan alasan masalah privasi.

Wu Qianyu, seorang pejabat di komisi kesehatan kota, mengatakan pada pengarahan bahwa "seruan yang jelas" telah dibuat kepada penduduk untuk tidak meninggalkan apartemen mereka, bahkan untuk membawa hewan peliharaan berjalan-jalan atau membuang sampah, selama "tahap terpenting dalam pengujian asam nukleat".

Dia mengatakan 8,26 juta tes dilakukan oleh sebanyak 17.000 personel pengujian di distrik-distrik kota yang terkunci pada Senin.

baca juga

“Sejumlah besar staf medis, kader akar rumput, pekerja sosial, dan sukarelawan bekerja keras bersama-sama di garis depan pencegahan dan pengendalian epidemi, dan harus diberi ucapan terima kasih,” kata Wu.

Ada tanda-tanda frustrasi yang berkembang di media sosial China dan lusinan penduduk berbondong-bondong ke platform Weibo untuk mencari bantuan kerabat. Beberapa orang berjuang untuk mengakses layanan medis.

Meskipun China berpegang teguh pada rencananya untuk memusnahkan wabah, para ahli di luar negeri tetap skeptis tentang kemanjuran penguncian dalam menghadapi varian baru yang sangat menular.

"Jelas dari pengalaman Australia dan di tempat lain di dunia bahwa penguncian sama sekali tidak efektif terhadap Omicron--jadi perkirakan gelombang besar akan datang," kata Adrian Esterman, ahli biostatistik di Universitas South Australia. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1.300 Penerbangan Dibatalkan karena Topan Dolphin di Shanghai

1.300 Penerbangan Dibatalkan karena Topan Dolphin di Shanghai

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Rentetan Tembakan Mencekam Paksa Gedung Putih Lockdown Total

Rentetan Tembakan Mencekam Paksa Gedung Putih Lockdown Total

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 08:02 WIB

Anomali di Liga Super China:9Klub Jalani Musim Baru dengan Poin Minus, Kok Bisa?

Anomali di Liga Super China:9Klub Jalani Musim Baru dengan Poin Minus, Kok Bisa?

Bola | Senin, 09 Maret 2026 | 09:11 WIB

Police Story: Lockdown Malam Ini: Aksi Jackie Chan yang Penuh Ketegangan dan Balas Dendam

Police Story: Lockdown Malam Ini: Aksi Jackie Chan yang Penuh Ketegangan dan Balas Dendam

Entertainment | Sabtu, 07 Maret 2026 | 19:26 WIB

Buriram FC Lolos ke16Besar AFC Champions League Elite, Sandy Walsh Berperan!

Buriram FC Lolos ke16Besar AFC Champions League Elite, Sandy Walsh Berperan!

Bola | Rabu, 18 Februari 2026 | 10:21 WIB

Wakili Indonesia, Kader PSI Soroti Masalah Ini di Konferensi Dunia di Shanghai

Wakili Indonesia, Kader PSI Soroti Masalah Ini di Konferensi Dunia di Shanghai

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 12:12 WIB

Penemuan Sains: Protein Unik Naked Mole Rat Mampu Memperlambat Penuaan dan Kanker

Penemuan Sains: Protein Unik Naked Mole Rat Mampu Memperlambat Penuaan dan Kanker

Tekno | Senin, 13 Oktober 2025 | 18:31 WIB

Revolusi AI di Industri Otomotif: XPENG Luncurkan 'Otak' Mobil Generasi Terbaru

Revolusi AI di Industri Otomotif: XPENG Luncurkan 'Otak' Mobil Generasi Terbaru

Otomotif | Minggu, 27 April 2025 | 14:19 WIB

Geely Auto Luncurkan Galaxy Cruiser, Mobil Berteknologi Full AI di Auto Shanghai 2025

Geely Auto Luncurkan Galaxy Cruiser, Mobil Berteknologi Full AI di Auto Shanghai 2025

Otomotif | Jum'at, 25 April 2025 | 23:32 WIB

Changan Siap Tantang Pasar Mobil Setir Kanan Indonesia

Changan Siap Tantang Pasar Mobil Setir Kanan Indonesia

Otomotif | Kamis, 24 April 2025 | 14:07 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×