Tanya Dokter: Anak Dibiarkan Jajan Sembarangan Agar Tubuhnya Kuat Saat Dewasa Memang Benar, Dok?

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 18 Januari 2023 | 09:42 WIB
Tanya Dokter: Anak Dibiarkan Jajan Sembarangan Agar Tubuhnya Kuat Saat Dewasa Memang Benar, Dok?
Ilustrasi jajanan rambut nenek (Instagram/@sbykulinerinfo)

Suara.com - Makanan jadi salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas kesehatan tubuh. Kementerian Kesehatan juga telah memberikan anjuran konsumsi makanan gizi seimbang melalui kampanye Isi Piringku.

Anjuran tersebut mengarahkan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian secara lengkap dari karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral.

Namun, ruoanya masih ada anggapan di masyarakat bahwa dengan membiarkan anak konsumsi makanan kemasan apa pun bertujuan untuk 'melatih' tubuh agar kuat melawan serangan bakteri dan kuman saat dewasa. Benarkah anggapan tersebut secara medis?

Ilustrasi jajanan kaki lima terkenal di Jogja. (Instagram)
Ilustrasi jajanan kaki lima terkenal di Jogja. (Instagram)

Ketua Unit Kerja Koordinasi Gastro-Hepatologi IDAI Dr. dr. Muzal Kadim, Sp.A(K)., menjelaskan dalam artikel Tanya Dokter kali ini.

Membiarkan anak konsumsi apa pun dan jajan sembarangan untuk 'melatih' tubuhnya agar kuat apa benar, dok?

Guyonan itu tidak benar, dinamakan melatih itu tidak benar. Makanan anak itu memang berkembang, enzimnya juga tidak langsung sempurna. Dia baru akan berkembang setelah usia 3 tahun baru sudah menyerupai dewasa. Sementara belum 3 tahun, belum sempurna. Jadi ada makanan tidak bisa dicerna, kadang-kadang ada makanan tertentu yang terlalu pekat, terlalu banyak lemak, terlalu manis, apalagi zat tertentu agak berbahaya.

Bisakah sistem pencernaan anak 'dilatih' secara sehat agar kuat melawan penyakit?

Sebetulnya saluran cerna itu ajaib. Karena di dalam saluran cerna ada kemampuan secara cerdas. Misalnya, di usus bisa memilah mana yang berbahaya dan mana yang seharusnya bisa diambil. Kalau makanan harusnya bisa diambil, ada karbohidrat, protein, lemak. Jadi sistem tubuh secara cerdas dengan sel saraf bisa memilah. 

kalau ada karbohidrat, dia akan keluar enzim karbohidrat. Kalau lemak akan keluar enzim lain. Itu tidak pernah keliru karena luar biasa ajaibnya. Kalau ada bahan yang tidak perlu apalagi berbahaya akan ditolak, seperti bakteri, virus itu ada kemampuan untuk itu ditolak. Ada sistem di pencernaan pada sel imun untuk menolak, ada proses pengeluaran lendir untuk menetralisir.  

tapi kalau jumlahnya agak banyak akhirnya kemampuannya terbatas. Pada anak itu lebih terbatas lagi, jadi guyonan bahwa memberi makanan sembarangan untuk melatih tubuh itu tidak benar.

Tapi bolehkah anak jajan camilan dengan bumbu mengandung MSG?

Memang makanan sekarang banyak mengandung penyedap. Selama dia dalam kandungan tertentu, biasanya ada MSG, itu relatif masih aman kalau jumlahnya sedikit. Perisa pun kalau jumlahnya masih aman, seperti itu mendapatkan izin terlebih dahulu untuk keluarnya bubuk itu, bahannya sendiri sudah didaftarkan untuk membuat produk tersebut diperjualbelikan masih aman. 

Tapi kalau misalnya terus-menerus dalam jumlah besar juga tidak dianjurkan. Terutama kalau bahan-bahan seperti itu bisa lebih banyak karsinogenik. Dalam jangka panjang, terus-menerus diberikan, apalagi kalau sudah ada campuran pengawet, yang kita khawatirkan misalnya mengandung boraks dalam jumlah sedikit, mengandung zat pewarna dalam jumlah sedikit, tapi terus-menerus, bertahun-tahun dikonsumsi, itu bisa menimbulkan sifat karsinogenik (menimbulkan kanker).

kita kan tidak tahu apakah penyebab kanker, mungkin salah satunya dalam bentuk kronik yang terus-menerus kontak pada anak remaja akhirnya setelah dewasa baru muncul gejalanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resep Timus Paling Simpel, Goreng atau Kukus Sama-Sama Maknyus

Resep Timus Paling Simpel, Goreng atau Kukus Sama-Sama Maknyus

Lifestyle | Minggu, 15 Januari 2023 | 08:50 WIB

Apa Itu Ciki Ngebul? Jajanan Berasap Pemicu Keracunan dan Kerusakan Organ Anak di Berbagai Daerah

Apa Itu Ciki Ngebul? Jajanan Berasap Pemicu Keracunan dan Kerusakan Organ Anak di Berbagai Daerah

Purwokerto | Rabu, 11 Januari 2023 | 18:09 WIB

Bahaya Chiki Ngebul pada Tubuh, Nitrogen Cair Sebabkan Keracunan Hingga Luka Bakar

Bahaya Chiki Ngebul pada Tubuh, Nitrogen Cair Sebabkan Keracunan Hingga Luka Bakar

Lifestyle | Rabu, 11 Januari 2023 | 17:56 WIB

Terkini

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB