Penelitian Sebut Remaja Bisa Habiskan Sekitar Rp300 Ribu Per Minggu Untuk Rokok: Faktor Harganya Terlalu Murah?

Vania Rossa, Fajar Ramadhan

Selasa, 12 Desember 2023 | 22:32 WIB
Penelitian Sebut Remaja Bisa Habiskan Sekitar Rp300 Ribu Per Minggu Untuk Rokok: Faktor Harganya Terlalu Murah?
Ilustrasi rokok. (Pexels)

Suara.com - Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah perokok yang cukup tinggi. Tidak hanya perokok dewasa, tetapi juga perokok remaja atau anak. Berdasarkan statistik, dikabarkan angka perokok meningkat hingga 8,8 juta dari 2011-2021.

Dari penelitian yang dilakukan bersama Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), para remaja bahkan bisa menghabiskan uang sekitar Rp30 ribu sampai Rp200 ribu per minggu hanya untuk rokok.

Pengamat ekonomi I Dewa Gede Karma Wisana, Ph.D. mengungkapkan, tingginya angka perokok remaja ini terjadi karena ada beberapa faktor, mulai dari harga rokok yang murah dan mudah didapat.

Hal tersebut membuat para remaja mudah untuk mendapat akses membeli rokok. Tidak hanya itu, remaja juga dapat membeli rokok secara eceran atau per batang, sehingga tidak harus membeli satu bungkus sekaligus.

“Remaja itu membeli rokok karena murah dan mudah didapat di warung. Beberapa juga membelinya satuan atau batangan sehingga gak harus sebungkus. Dari nyobain satu batang itu jadinya candu,” ucap Dewa dalam Diseminasi Riset dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) DPRemaja 2.0 bersama CISDI, Selasa (12/12/2023).

Hal-hal itulah yang kemudian membuat jumlah perokok muda cukup tinggi. Apalagi, pendapatan yang diterima masyarakat saat ini juga semakin baik. Namun, di sisi lain, kenaikan harga rokok juga tidak signifikan. Hal tersebut tidak memberikan pengaruh kepada masyarakat.

“Semakin terjangkau, ya inilah tadi yang menjelaskan mengapa meskipun harga rokok terus naik tapi ternyata masih tetap terjangkau oleh masyarakat tertentu, karena income (pendapatan) yang semakin membaik,” jelas Dewa.

Untuk itu, sebenarnya penting ada kebijakan, misalnya kenaikan harga rokok yang signifikan. Dari survei PRAKARSA pada 2018 sendiri, dikatakan kalau 12 persen perokok mau berhenti jika kenaikan harganya bisa mencapai 50 persen.

Sedangkan, 32 persen perokok juga mau berhenti jika kenaikan bisa mencapai 100 persen. Namun, nyatanya kenaikan harga rokok saat ini masih dinilai rendah. Bahkan, kenaikan harga 10 persen hanya membuat sekitar 0,11 – 0,17 persen perokok untuk berhenti.

baca juga

“Dilakukan rekan-rekan kita di PRAKARSA tahun 2018 menemukan bahwa sebanyak 12 dari responden perokok itu mereka berniat atau punya itikad baik untuk berhenti merokok apabila harga rokok meningkat hingga 50 persen. Selain itu juga ditemukan bahwa 32% responden menyatakan mereka akan berhenti merokok apabila rokok meningkat harganya bahkan hingga 100 persen,” jelas Dewa.

Melihat hal tersebut, terdapat beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan agar bisa mengurangi jumlah perokok remaja di Indonesia. Beberapa hal tersebut di antaranya:

  • Meningkatkan cukai untuk rokok;
  • Adanya larangan untuk menjual rokok secara batangan;
  • Memberi sanksi tegas pada masyarakat yang menjual produk tembakau pada anak di bawah 18 tahun;
  • Adanya lisensi khusus untuk para penjual rokok;
  • Mengatasi adanya penjualan rokok secara ilegal;
  • Terus mempromosikan untuk tidak maupun berhenti merokok bagi masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Kasus Bunuh Diri Terjadi di Kalangan Remaja, Ini 4 Penyebabnya

Banyak Kasus Bunuh Diri Terjadi di Kalangan Remaja, Ini 4 Penyebabnya

Health | Selasa, 12 Desember 2023 | 18:14 WIB

Gappri: Pasal-pasal Tembakau di RPP Kesehatan Hilangkan Mata Pencaharian Lebih dari 6 Juta Masyarakat

Gappri: Pasal-pasal Tembakau di RPP Kesehatan Hilangkan Mata Pencaharian Lebih dari 6 Juta Masyarakat

Bisnis | Jum'at, 08 Desember 2023 | 22:40 WIB

RELX Komitmen Kembangkan Industri Rokok Elektrik Berkelanjutan

RELX Komitmen Kembangkan Industri Rokok Elektrik Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 06 Desember 2023 | 10:02 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×