Sering Nyeri Pinggang, Kemungkinan Salah Pakai Sepatu

Dythia Novianty, Firsta Nodia

Jum'at, 15 September 2017 | 18:46 WIB
Sering Nyeri Pinggang, Kemungkinan Salah Pakai Sepatu
PUMA Netfit. [Suara.com/Firsta Nodia]

Suara.com - Keluhan nyeri pinggang tak semata-mata penyakit orang tua. Kini, banyak orang muda yang sudah memiliki keluhan nyeri pinggang hingga bahu. Padahal jika ditelisik lebih lanjut, tidak ada riwayat mengangkat benda berat atau terlalu lama menggunakan komputer.

Kira-kira mengapa hal ini bisa terjadi? Disampaikan Riena Tambunan selaku guide analisis team dari merek sepatu PUMA, keluhan nyeri pinggang bisa disebabkan dari pemilihan sepatu yang salah.

Ia menjelaskan, kaki merupakan bagian yang menopang tubuh secara keseluruhan. Ketika seseorang menggunakan sepatu yang tak tepat, maka pengaruhnya bisa dirasakan bagian tubuh lain termasuk pinggang dan bahu.

"Beli sepatu yang tepat itu investasi terbaik dalam hidup. Jadi jangan asal beli sepatu, harus sesuai kebutuhan," ujar dia pada peluncuran PUMA Netfit di Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Sesuai kebutuhan yang dimaksud Reina adalah aktivitas yang biasa dijalani sehari-hari, seperti penggunaan untuk lari jarak panjang, jarak pendek, aerobik atau futsal. Menurut dia, pemakaian sepatu yang tak sesuai kebutuhan dapat menciderai diri sendiri.

"Sepatu kan nggak cuman menopang bawah kaki, tapi juga dari bahu, pinggang sampai kaki. Sepatu yang salah bisa membuat tumpuan jadi nggak nyaman, engkel goyang dan menyebabkan nyeri pinggang serta cepat pegal di bagian tubuh lain," tambah dia.

Menurutnya, jenis dan bentuk kaki setiap orang bervariasi mulai dari normal, lebar, cekung hingga landai. Keseluruhan bentuk dan jenis ini memerlukan sepatu yang sesuai sehingga dapat mendukung performa dalam beraktivitas.

Untuk itu PUMA, menciptakan teknologi 'Ignite Netfit' yang berfungsi meningkatkan kesesuaian antara bentuk kaki dan sepatu, dengan menggabungkan material jaring berkualitas dengan bahan dasar form-fitting.

"Pengguna memiliki kontrol dan fleksibilitas penuh dalam menyesuaikan bentuk kaki dengan ikatan tali sepatu. Ada lima ikatan yang berbeda untuk membantu pengguna mendapatkan kesuaian jenis kaki dengan sepatu," tambah Fajar Nugraha selaku Senior Executive Marketing.

baca juga

Lima sistem pengikat ini mencakup, standard lacing untuk pelari yang membutuhkan dukungan minimal, stability lacing bagi pelari yang membutuhkan dukungan keseimbangan tubuh, wide foot lacing untuk pengguna berkaki lebar, narrow foot lacing untuk pelari dengan kaki kecil dan heel support lacing untuk pelari yang memilih komposisi ketat di bagian tumit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hore, Koleksi Fenty Puma X Rihanna SS17 Sudah Ada di Indonesia

Hore, Koleksi Fenty Puma X Rihanna SS17 Sudah Ada di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 26 Juli 2017 | 20:37 WIB

Koleksi PUMA x Minions Hadir di Indonesia

Koleksi PUMA x Minions Hadir di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 19 Juli 2017 | 17:23 WIB

PUMA Velvet Creeper dengan Tampilan Mewah Hadir di Indonesia

PUMA Velvet Creeper dengan Tampilan Mewah Hadir di Indonesia

Press Release | Jum'at, 13 Januari 2017 | 14:52 WIB

Terkini

Prabowo Puji Peran TNI Dongkrak Produksi Beras, Panen Capai 19,2 Juta Ton hingga Juni 2026

Prabowo Puji Peran TNI Dongkrak Produksi Beras, Panen Capai 19,2 Juta Ton hingga Juni 2026

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:09 WIB

Bukan Berhenti Total, Ini Tugas Baru Nanik S. Deyang dari Prabowo Usai Mundur dari Kepala BGN

Bukan Berhenti Total, Ini Tugas Baru Nanik S. Deyang dari Prabowo Usai Mundur dari Kepala BGN

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:05 WIB

3 Zodiak yang Menarik Kesuksesan dan Kekayaan Hari Ini 22 Juli 2026

3 Zodiak yang Menarik Kesuksesan dan Kekayaan Hari Ini 22 Juli 2026

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:05 WIB

5 Tips Memilih Sepeda Hybrid untuk Pemula agar Nyaman dan Awet Dipakai Bertahun-tahun

5 Tips Memilih Sepeda Hybrid untuk Pemula agar Nyaman dan Awet Dipakai Bertahun-tahun

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:04 WIB

Shio Apa yang Cocok untuk Pasangan dengan Shio Naga?

Shio Apa yang Cocok untuk Pasangan dengan Shio Naga?

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:53 WIB

Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya

Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:52 WIB

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:51 WIB

Literasi Kelas Menengah: Saat Hobi Membaca Menjadi Sebuah Privilege

Literasi Kelas Menengah: Saat Hobi Membaca Menjadi Sebuah Privilege

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:50 WIB

Mengapa Transportasi Umum Jadi Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Sehari-hari di Jakarta

Mengapa Transportasi Umum Jadi Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Sehari-hari di Jakarta

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:49 WIB

OJK Restui Merger BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Industri Perbankan Syariah Makin Kuat

OJK Restui Merger BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Industri Perbankan Syariah Makin Kuat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:49 WIB

×