Viral Merek Beras Oplosan Apa Saja? Brand Terkenal Masuk Daftar Investigasi

Rifan Aditya

Rabu, 16 Juli 2025 | 06:50 WIB
Viral Merek Beras Oplosan Apa Saja? Brand Terkenal Masuk Daftar Investigasi
Penampakan toko beras di Pasar Ciracas, Jakarta Timur. (Suara.com/M Iqbal Fathurahman) - ilustrasi merek beras oplosan apa saja?

Suara.com - Nasi adalah jantung dari meja makan keluarga Indonesia. Namun, apa jadinya jika kepercayaan kita terhadap beras kemasan yang dilabeli premium ternyata beras oplosan?

Baru-baru ini, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Satgas Pangan Polri menggemparkan publik dengan mengungkap adanya praktik curang yang dilakukan oleh sejumlah produsen beras ternama di tanah air.

Menurut data, sebanyak 212 merek diduga merupakan beras oplosan dan tidak memenuhi standar mutu serta takaran.

Investigasi ini mengambil beberapa sampel beras yang beredar di berbagai wilayah, mulai dari Jabodetabek, Aceh, Lampung, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Jawa.

Temuan ini bukan hanya soal kualitas, tetapi juga soal kejujuran dan hak konsumen yang dirugikan.

Mari kita bedah lebih dalam, merek beras oplosan apa saja yang perlu diwaspadai, bagaimana modus operandinya, dan yang terpenting, bagaimana kita bisa menjadi konsumen yang lebih cerdas.

Temuan Mengejutkan Beras Oplosan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam konferensi pers, membeberkan hasil investigasi yang menemukan setidaknya 212 merek beras di pasaran diduga tidak memenuhi standar.

Pelanggarannya beragam, mulai dari praktik pengoplosan, ketidaksesuaian mutu antara label dan isi, hingga takaran yang kurang dari seharusnya.

"Ini seperti menjual emas 18 karat tapi dibilang 24 karat. Padahal harganya jelas beda. Konsumen kita dirugikan hampir Rp100 triliun,” kata Amran.

baca juga

Bayangkan, kemasan yang bertuliskan berat 5 kg, ternyata isinya hanya 4,5 kg.

Atau beras yang dilabeli "premium" dan dijual dengan harga tinggi, ternyata isinya adalah beras kualitas medium atau bahkan lebih rendah yang telah dicampur. Tentu ini adalah sebuah penipuan yang tidak bisa dianggap remeh.

Beras Oplosan Apa Saja yang Ditemukan?

Menurut data yang diungkap oleh Kementan dan Satgas Pangan, penyelidikan awal difokuskan pada empat produsen besar yang nama brandnya cukup terkenal tapi diduga masuk daftar merek beras oplosan.

Berdasarkan temuan tersebut, berikut adalah beberapa merek yang disebut-sebut terseret dalam kasus dugaan beras oplosan ini:

Produksi Wilmar Group:

  • Sania
  • Sovia
  • Fortune
  • Siip

Produksi PT Food Station Tjipinang Jaya:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Temuan Beras Oplosan Premium, FKBI: Mentan Harusnya Langsung Menindak, Jangan Cuma Omon-omon

Soal Temuan Beras Oplosan Premium, FKBI: Mentan Harusnya Langsung Menindak, Jangan Cuma Omon-omon

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 17:58 WIB

Ahli Ungkap Cara Gampang Bedakan Beras Oplosan dengan Kasat Mata

Ahli Ungkap Cara Gampang Bedakan Beras Oplosan dengan Kasat Mata

Bisnis | Selasa, 15 Juli 2025 | 16:17 WIB

Beras Wilmar Bermasalah, Kekayaan Martua Sitorus Sang Pendiri Meroket di 2025

Beras Wilmar Bermasalah, Kekayaan Martua Sitorus Sang Pendiri Meroket di 2025

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 14:57 WIB

Geger 212 Beras Oplosan! Ini Panduan Cerdas Cara Mengenali Beras Asli dan Palsu

Geger 212 Beras Oplosan! Ini Panduan Cerdas Cara Mengenali Beras Asli dan Palsu

Lifestyle | Selasa, 15 Juli 2025 | 14:47 WIB

Ada Merek Sania hingga Raja Platinum, Ini 4 Produsen Raksasa di Pusaran Kasus Beras Oplosan

Ada Merek Sania hingga Raja Platinum, Ini 4 Produsen Raksasa di Pusaran Kasus Beras Oplosan

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 14:12 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×