Anas Tak Pernah Bicara Biaya Kongres Demokrat

Laban Laisila

Senin, 14 Juli 2014 | 13:26 WIB
Anas Tak Pernah Bicara Biaya Kongres Demokrat
Anas Urbaningrum dalam salah satu sidang di Pengadilan Tipikor, beberapa waktu lalu. [Suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok mengungkapkan kalau koleganya bekas Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, terdakwa kasus korupsi proyek Hambalang, Bogor, tidak pernah membicarakan biaya dalam kongres Demokrat pada 2010 lalu.

Hal itu diungkapkan Mubarok saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (14/7/2014).

Menurut Mubarok, yang kerap membicarakan dana adalah tim sukses atau relawan-relawan pendukung Anas.

"Terdakwa diam saat bicara biaya dalam setiap kali melakukan pertemuan, yang banyak bicara itu justru relawan. Anas seperti pengantinnya, dan berbicara hanya menyampaikan visi misinya," ungkap Mubarok.

Mubarok, masih dalam kesaksiannya, malah menyebut sejumlah nama yang disebutnya sebagai koordinator tim sukses pemenangan ketum, yakni Michael Watimena, Saan Mustofa, Sudewo, Nirwan Amir, dan Alm. Aji Masaid.

Dia mengaku hanya menghadiri pertemua rapat tiga sampai empat kali. Sesekali, Nazarudin, terpidana dalam kasus yang sama, datang mengikuti rapat.

"Tim sukses itu koordinator yang saya sebut tadi, sedangkan Nazaruddin tidak pernah hadir dalam rapat, namun terkadang sering hilir mudik," tambahnya.

Ahmad Mubarok merupakan orang yang mengusung Anas Urbaningrum untuk menjadi Ketua Partai Demokrat dan juga yang meminta restu kepada Susilo Bambang Yudhoyono. Setelah dicalonkan, Ahmad Mubarok sendiri menjadi ketua tim sukses Anas Urbaningrum.

Anas diduga menerima hadiah atau janji terkait proyek Hambalang dan proyek lain, berupa 1 unit mobil Toyota Harrier B 15 AUD senilai Rp670 juta, 1 unit mobil Toyota Vellfire B 69 AUD senilai Rp735 juta, serta uang Rp116,525 miliar, dan 5,261 juta dolar Amerika Serikat.

Anas juga disebut mendapat fasilitas survei gratis dari PT Lingkaran Survei Indonesia senilai Rp478, 632 juta.

Selain itu, Anas didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang sebesar Rp20,8 miliar dan Rp3 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bendum PDIP Bantah Terima Suap Proyek Hambalang

Bendum PDIP Bantah Terima Suap Proyek Hambalang

News | Jum'at, 11 Juli 2014 | 20:00 WIB

Divonis 4,5 Tahun, Teuku Bagus Berharap Jaksa Tak Banding

Divonis 4,5 Tahun, Teuku Bagus Berharap Jaksa Tak Banding

News | Selasa, 08 Juli 2014 | 14:18 WIB

Mantan Bos Adhi Karya Terima Vonis 4,5 Tahun Penjara

Mantan Bos Adhi Karya Terima Vonis 4,5 Tahun Penjara

News | Selasa, 08 Juli 2014 | 12:35 WIB

Korupsi Hambalang, Mantan Bos Adhi Karya akan Divonis Hari Ini

Korupsi Hambalang, Mantan Bos Adhi Karya akan Divonis Hari Ini

News | Selasa, 08 Juli 2014 | 10:17 WIB

Terkini

11 Malam Perang AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Terus Melonjak

11 Malam Perang AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Terus Melonjak

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:01 WIB

BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi

BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:01 WIB

MRT Jakarta Fase 2A Tembus 61,8%, Uji Coba HI-Monas Dibidik 2027

MRT Jakarta Fase 2A Tembus 61,8%, Uji Coba HI-Monas Dibidik 2027

Foto | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:01 WIB

Membaca Jadi Privilese Mewah: Mengapa Harga Buku Makin Tak Terjangkau?

Membaca Jadi Privilese Mewah: Mengapa Harga Buku Makin Tak Terjangkau?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:00 WIB

Prabowo Resmi Tunjuk Kuntadi Jadi Jampidsus, Gantikan Febrie Adriansyah

Prabowo Resmi Tunjuk Kuntadi Jadi Jampidsus, Gantikan Febrie Adriansyah

Video | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:00 WIB

Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI hingga Tewas di Kelapa Dua Bertambah Jadi 7 Orang

Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI hingga Tewas di Kelapa Dua Bertambah Jadi 7 Orang

Banten | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:57 WIB

KPAI Sebut Rumah, Sekolah, dan Ruang Digital Masih Jadi Tempat Rawan bagi Anak

KPAI Sebut Rumah, Sekolah, dan Ruang Digital Masih Jadi Tempat Rawan bagi Anak

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:57 WIB

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:53 WIB

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:45 WIB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

×