Gawat, Virus MERS Sudah Masuk ke Asia Tenggara

Ardi Mandiri | Suara.com

Jum'at, 19 Juni 2015 | 05:59 WIB
Gawat, Virus MERS Sudah Masuk ke Asia Tenggara
Warga Korea Selatan memakai masker untuk mengurangi risiko tertular MERS. (Reuters)

Suara.com - Thailand memastikan penderita pertama Sindroma Pernapasan Timur Tengah (MERS) pada Kamis, menjadi negara keempat di Asia terdaftar terpapar virus mematikan itu pada tahun ini.

Menteri Kesehatan Masyarakat Rajata Rajatanavin pada jumpa pers menyatakan seorang pengusaha 75 tahun dari Oman dipastikan terpapar MERS.

"Dari dua uji laboratorium, kami memastikan menemukan virus Mers," kata Rajata, dengan menambahkan bahwa orang itu melakukan perjalanan ke Bangkok untuk pengobatan jantung.

"Pada hari pertama kedatangannya, ia diperiksa untuk virus itu. Pasien tersebut terpapar virus MERS," katanya.

Menteri kesehatan itu menyatakan 59 orang lain dipantau terkait dengan virus tersebut, termasuk tiga kerabat pria itu, yang melakukan perjalanan dengannya ke Bangkok.

MERS disebabkan oleh "coronavirus" dari keluarga sama seperti yang memicu wabah mematikan Sindroma Sangat Parah Pernapasan (SARS) di Tiongkok pada 2003.

Sebagian besar paparan dan kematian MERS terjadi di Arab Saudi, tempat lebih dari 1.000 orang terjangkit sejak 2012, dan sekitar 454 tewas.

Pada bulan lalu, wabah Mers melanda Korea Selatan, menewaskan 23 orang. Sejumlah 165 orang terpapar dan 6.700 orang dikarantina.

Tapi, ada tanda bahwa wabah itu, yang terbesar di luar Arab Saudi, mungkin berkurang di Korea Selatan. Jumlah harian penderita baru turun menjadi satu angka pada pekan ini jika dibandingkan dengan 23 pada pekan lalu. Tiga dilaporkan pada Kamis, angka terendah sejak 1 Juni.

Semua paparan itu di Korea Selatan terjadi di sarana kesehatan. Sedikit-dikitnya, tiga rumah sakit ditutup sebagian dan dua dikunci dengan pasien dan petugas kesehatan di dalamnya.

Tiongkok dan Filipina juga melaporkan satu penderita pada tahun ini.

Sebelumnya, Departemen Pengendalian Penyakit Thailand menyatakan menyaring wisatawan di 67 tempat masuk.

"Kami memeriksa 67 pelabuhan, termasuk darat, laut dan udara," kata Sophon Mekthon, sekretaris jenderal Departemen Pengendalian Penyakit Thailand.

"Kami meminta semua rumah sakit di Thailand waspada. Yang kembali dari Timur Tengah dan Korea Selatan harus diperiksa secara menyeluruh," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Relakah Anda Tertular Virus MERS Demi Uang Rp40 Juta?

Relakah Anda Tertular Virus MERS Demi Uang Rp40 Juta?

News | Kamis, 18 Juni 2015 | 06:02 WIB

Korban Meninggal Akibat MERS di Korea Selatan Bertambah Jadi 20

Korban Meninggal Akibat MERS di Korea Selatan Bertambah Jadi 20

News | Rabu, 17 Juni 2015 | 14:19 WIB

Tiga Orang Lagi Meninggal Karena MERS  di Korsel

Tiga Orang Lagi Meninggal Karena MERS di Korsel

News | Selasa, 16 Juni 2015 | 11:23 WIB

Antisipasi MERS, Bandara Hang Nadim Siapkan Pemindai

Antisipasi MERS, Bandara Hang Nadim Siapkan Pemindai

News | Selasa, 16 Juni 2015 | 03:39 WIB

Terkini

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:45 WIB

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:32 WIB

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:30 WIB