ISIS Bajak Akun Facebook Aktivis Suriah Usai Habisi Nyawanya

Ruben Setiawan

Rabu, 06 Januari 2016 | 12:46 WIB
ISIS Bajak Akun Facebook Aktivis Suriah Usai Habisi Nyawanya
Ruqia Hassan Mohammed, aktivis anti-ISIS yang dibajak akun Facebooknya usai dibunuh oleh ISIS. (Facebook)

Suara.com - ISIS dilaporkan membajak akun Facebook seorang aktivis asal Raqqa, Suriah, selama tiga bulan, lama setelah kelompok tersebut menghabisi nyawanya. ISIS menggunakan akun Facebook tersebut untuk menjebak dan menangkap aktivis-aktivis lainnya, demikian disampaikan kelompok perlawanan anti-ISIS seperti dikutip oleh Independent.

Ruqia Hassan Mohammed, sang aktivis perempuan nan humoris, dibunuh militan ISIS tiga bulan lalu gara-gara dinilai terlalu vokal menyuarakan perlawanan terhadap ISIS di media sosial. Namun, ternyata ISIS membajak akun Facebook Ruqia dan berpura-pura menjadi dirinya sampai belakangan ini.

Ruqia diperkirakan ditangkap ISIS pada bulan Juli 2015 di Raqqa, kota di Suriah yang dijadikan "ibu kota" pemerintahan oleh ISIS. Ia dibunuh pada bulan September. Menurut seorang jurnalis warga dari kelompok Raqqa is Being Silently Slaughtered (RBSS) yang mendokumentasikan dan mempublikasikan kehidupan di kota yang dikuasai ISIS, kepada Independent mengatakan bahwa setelah menghabisi Ruqia, ISIS menggunakan akun Facebook Ruqia untuk menangkap aktivis anti-ISIS lainnya.

"Akun Facebooknya (Ruqia) masih aktif dengan tujuan menjebak teman-teman yang masih berkomunikasi dengannya," kata si jurnalis RBSS yang menggunakan nama samaran Tim Ramadan untuk menyembunyikan identitasnya.

Tim Ramadan mengatakan, sekitar sepekan lalu, ISIS masih menggunakan akun Ruqia untuk mengirim pesan kepada pengguna Facebook lain dan menyebut Ruqia masih hidup.

Klaim Tim Ramadan senada dengan laporan surat kabar berbahasa Arab Al-Aan. Surat kabar itu menyebut, aktivis anti-ISIS memperingatkan bahwa akun Ruqia dipakai untuk melacak dan mengidentifikasi keberadaan aktivis-aktivis lainnya, baik di dalam maupun di luar Suriah.

Ruqia, si perempuan berdarah Kurdi Suriah, memiliki nama pena Nisan Ibrahim. Ia dikenal memiliki selera humor yang tinggi. Postingan terakhir Facebooknya pada bulan Juli silam mengejek aturan ISIS yang melarang penggunaan internet Wi-fi di Kota Raqqa.

"Silakan saja putuskan koneksi internet, merpati-merpati pengirim pesan kami tidak akan keberatan," tulisnya.

Sementara itu, pendiri RBSS, Abu Mohammed mengatakan, pesan terakhir Ruqia yang mereka terima adalah, "Saya berada di Raqqa dan menerima ancaman pembunuhan dan ketika ISIS menahan dan membunuh saya, itu tak jadi masalah karena akan memenggal kepala saya dan saya memiliki kehormatan ketimbang harus hidup hina bersama ISIS".

Setelah mengikuti studi filsafat di Universitas Aleppo, Ruqia bergabung dengan pemberontakan melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad pada tahun 2011. Ia tetap tinggal di Raqqa sejak kota tersebut dikuasai pemberontak pada tahun 2013 dan jatuh ke tangan ISIS di tahun yang sama. (Independent)


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sosok Abdul Ballout, Penabrak Kerumunan Orang di Parade Gay Pride di Berlin

Sosok Abdul Ballout, Penabrak Kerumunan Orang di Parade Gay Pride di Berlin

News | Senin, 27 Juli 2026 | 10:34 WIB

Tampang Abdul Ballout Pelaku Serangan Berdarah di Berlin Terafiliasi dengan ISIS

Tampang Abdul Ballout Pelaku Serangan Berdarah di Berlin Terafiliasi dengan ISIS

News | Senin, 27 Juli 2026 | 07:33 WIB

Anak 16 Tahun Mau Bakar Gereja, Diduga Diperintahkan ISIS

Anak 16 Tahun Mau Bakar Gereja, Diduga Diperintahkan ISIS

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:36 WIB

Ancaman Teror Piala Dunia 2026, ISIS Ancam Serang Stadion dan Paus Leo XIV

Ancaman Teror Piala Dunia 2026, ISIS Ancam Serang Stadion dan Paus Leo XIV

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:57 WIB

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:57 WIB

Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom

Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:52 WIB

Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban

Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban

News | Rabu, 08 April 2026 | 15:22 WIB

AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban

AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 23:06 WIB

Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan

Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 16:42 WIB

Empat Pendukung ISIS di Sumatera Diciduk Densus 88! Gunakan Media Sosial untuk Provokasi Teror

Empat Pendukung ISIS di Sumatera Diciduk Densus 88! Gunakan Media Sosial untuk Provokasi Teror

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 13:30 WIB

Terkini

5 Zodiak Paling Gampang Move On setelah Putus, Gak Mau Larut dalam Kesedihan

5 Zodiak Paling Gampang Move On setelah Putus, Gak Mau Larut dalam Kesedihan

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 19:10 WIB

Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia

Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 19:08 WIB

Karnaval Maulid Berbau Mistis di Pekalongan Berujung Polemik, Mendagri: Bisa Dibubarkan

Karnaval Maulid Berbau Mistis di Pekalongan Berujung Polemik, Mendagri: Bisa Dibubarkan

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:06 WIB

5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga

5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 19:03 WIB

Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo

Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 18:59 WIB

Fahd Arafiq Pakai Rompi 172, Ini Daftar Nama Tersangka yang Resmi Ditahan KPK

Fahd Arafiq Pakai Rompi 172, Ini Daftar Nama Tersangka yang Resmi Ditahan KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:59 WIB

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Mulai Siapkan Dana Pensiun, BRI DPLK Tawarkan Kemudahan dan Bonus lewat BRImo

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 18:53 WIB

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:51 WIB

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 18:50 WIB

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:49 WIB

×