Jokowi Terima Laporan 4 WNI Korban Penculikan Baru di Fipilina

Pebriansyah Ariefana | Erick Tanjung | Suara.com

Minggu, 17 April 2016 | 09:52 WIB
Jokowi Terima Laporan 4 WNI Korban Penculikan Baru di Fipilina
Presiden Joko Widodo [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Presiden Joko Widodo telah mendapatkan laporan atas penculikan empat anak buah kapal (ABK) WNI dalam pembajakan dua kapal berberdera Indonesia, yaitu Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi, pada Jumat (15/6/2016). Kapal itu dibajak di perairan perbatasan Malaysia dan Filipina.

"Iya betul (empat WNI diculik), tadi sudah lapor Presiden. Sekarang kami lagi monitor semua dengan cermat‎," kata Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (17/4/2016).

Luhut menuturkan, saat ini perusahaan pemilik kapal yang dibajak tersebut telah berangkat ke Filipina untuk bernegosiasi dengan kelompok yang pembajak yang menyulik empat WNI tersebut. Selain itu Pemerintah juga tengah memkaji langkah-langkah yang akan diambil untuk pembebasan sandera tersebut.

"Langkah-langkah apa yang harus kami lakukan, kami mau lihat dulu. Sekarang perusahaan yang berangkat ke sana untuk melakukan negosiasi," ujar dia.

Namun Luhut belum bisa memastikan apakah kelompok yang melakukan pembajakan dan penculikan WNI itu adalah kelompok milisi Abu Sayyaf atau tidak belum bisa dipastikan.

"Kami belum yakin‎ betul apakah ini murni kelompok Abu Sayyaf atau sempalan-sempalannya," terang dia.

Menurut keterangan pers dari Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Sabtu (16/4), Kedua kapal tersebut dibajak dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina menuju Tarakan. Kapal-kapal yang dibajak tersebut membawa 10 orang ABK warga negara Indonesia.

Dalam peristiwa pembajakan itu, satu orang ABK tertembak, lima orang selamat dan empat orang lainnya diculik.

Satu ABK yang tertembak sudah diselamatkan oleh Polisi Maritim Malaysia ke wilayah Malaysia guna mendapatkan perawatan.

Berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh Kemlu RI, meskipun mengalami luka tembak, ABK asal Indonesia tersebut dalam kondisi stabil. Sementara, lima ABK lain yang selamat bersama kedua kapal dibawa oleh Polisi Maritim Malaysia ke Pelabuhan Lahat Datu, Malaysia.

Pihak Kemenlu RI terus melakukan koordinasi dan konsultasi dengan pihak di dalam negeri maupun di Malaysia dan Filipina.

Selain itu, Konsulat RI di Tawau pun melakukan koordinasi dengan otoritas di Malaysia yang ada di wilayah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Banggakan Hafidz Cilik, Musa La Ode Abu Hanafi

Jokowi Banggakan Hafidz Cilik, Musa La Ode Abu Hanafi

News | Minggu, 17 April 2016 | 08:43 WIB

KEIN Dorong Masyarakat Cintai Produk Dalam Negeri

KEIN Dorong Masyarakat Cintai Produk Dalam Negeri

Bisnis | Jum'at, 15 April 2016 | 16:36 WIB

Jokowi Rapat Konsultasi dengan Pimpinan MPR

Jokowi Rapat Konsultasi dengan Pimpinan MPR

News | Kamis, 14 April 2016 | 17:46 WIB

Terkini

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:34 WIB

Terungkap! OTT KPK di Tulungagung Diduga Terkait Skema Pemerasan

Terungkap! OTT KPK di Tulungagung Diduga Terkait Skema Pemerasan

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:29 WIB

OTT KPK Tulungagung: 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Bupati Ikut Diperiksa

OTT KPK Tulungagung: 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Bupati Ikut Diperiksa

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:24 WIB

Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita

Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita

News | Sabtu, 11 April 2026 | 15:52 WIB

Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi

Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi

News | Sabtu, 11 April 2026 | 15:18 WIB

Jakarta Jadi Kota Paling Aman ke-2 di ASEAN, Tapi Pramono Akui Masih Ada Premanisme

Jakarta Jadi Kota Paling Aman ke-2 di ASEAN, Tapi Pramono Akui Masih Ada Premanisme

News | Sabtu, 11 April 2026 | 15:10 WIB

Pramono Anung Larang Ondel-Ondel Ngamen di Jalan Jakarta, Ini Alasannya

Pramono Anung Larang Ondel-Ondel Ngamen di Jalan Jakarta, Ini Alasannya

News | Sabtu, 11 April 2026 | 15:02 WIB

DPRD DKI Bentuk Pansus, Target Jakarta Bebas Sampah 2030

DPRD DKI Bentuk Pansus, Target Jakarta Bebas Sampah 2030

News | Sabtu, 11 April 2026 | 12:51 WIB

Sampah Setinggi 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Berhasil Dibersihkan

Sampah Setinggi 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Berhasil Dibersihkan

News | Sabtu, 11 April 2026 | 12:39 WIB

Tepis Isu Menyerah, Kaposwil Safrizal Jelaskan Lagi Progres Pembersihan Pasca-Banjir Aceh

Tepis Isu Menyerah, Kaposwil Safrizal Jelaskan Lagi Progres Pembersihan Pasca-Banjir Aceh

News | Sabtu, 11 April 2026 | 12:35 WIB