Array

Kader HMI Dituntut Berintelektual dan Berkarya

Adhitya Himawan Suara.Com
Senin, 01 Agustus 2016 | 01:03 WIB
Kader HMI Dituntut Berintelektual dan Berkarya
Gathering Keluarga Besar HMI ISIP UMM di Sengkaling, Malang, Jawa Timur, Sabtu (30/7/2016). [Dok HMI]

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat ISIP Universitas Muhammadiyah Malang periode 2016-2017, Andi Anjar mengatakan kegiatan halal bi halal lintas generasi tersebut berorientasi untuk mempererat silaturahmi antara kader dan alumni. Hal ini sesuai dengan momentum,  bagaimana supaya dalam bulan Syawal kali ini mengantarkan kita pada hubunga silaturahmi yang semakin erat ke depannya.

"Alhamdulillah hadir 33 kader dan alumni pada acara ini," kata Anjar pada acara 'Gathering Keluarga Besar HMI ISIP UMM' di Sengkaling, Malang, Jawa Timur, Sabtu (30/7/2016).

Anjar mengatakan, organisasi ini sudah berumur 25 tahun, terhitung sejak 1991 didirikan oleh Luthfi J. Kurniawan dan seperjuangannya. Dengan umur yang menginjak kepala tiga, lanjut dia, alumni-alumninya sudah ratusan  bahkan bisa sampai ribuan yang tersebar di Nusantara dan bergelut di berbagai lini.

"Alumni-alumni kita sudah tersebar di berbagai bidang, ini bisa dimaksimalkan para kader yang ingin bergelut di bidang tertentu," kata Andi yang juga mahasiswa jurusan Hubungan Internasional FISIP UMM itu.

Salah satu pendiri HMI Komisariat ISIP UMM, Fahmi Fauzan bilang, jika kader-kader ingin bergelut dalam satu bidang, maka harus fokus jangan sampai mengambang.

"Kader-kader HMI semestinya masuk dalam dunia profesional karena itu adalah kebutuhan yang tidak dapat dielakkan," ucap Fahmi. 

Sementara, pendiri lain, Lutfi J. Kurniawan berpendapat hal yang perlu kita lakukan, yakni bagaimana membangun dan mengembangkan unit-unit usaha, kita perlu hal yang konkrit.

Lutfi juga mengkritisi perkaderan HMI yang  saat ini mengalami degradasi keintelektualan yang sedang terjadi di tubuh HMI. Dalam konteks itu, sudah menjadi keharusan bagi komisariat melakukan perbaikan-perbaikan perkaderan, salah satunya yakni persoalan keintelektulan.

"Budaya literasi harus dikembangkan, itu yang menjadi hambatan di internal HMI, sehingga stok pengetahuan di para kader minim. Komisariat ke depannya harus menjadi lokos gerakan dan keintelektualan, sehingga dapat budaya intelektual, kompatibel dan kompetitif tercipta," jelas pendiri Malang Corruption Watch (MCW) ini. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI