Novel Punya Daftar Penyidik yang Bakal Dihabisi, Ini Reaksi KPK

Siswanto | Nikolaus Tolen | Suara.com

Kamis, 27 Juli 2017 | 17:56 WIB
Novel Punya Daftar Penyidik yang Bakal Dihabisi, Ini Reaksi KPK
Basaria Panjaitan [suara.com/Oke Atmaja]
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan  mengatakan KPK sudah memiliki risk management system, mengingat pekerjaan KPK merupakan pekerjaan paling berisiko di negeri ini.  

"Manajemen resiko sudah ada di KPK, tapi sehebat apapun kita menjaga  diri kalau sudah ditarget ya pasti ada titik-titik tertentu yang bisa (jadi celah). Nggak mungkin 24 jam kita was-was, makanya yang paling utama itu, disamping ada manajemen resiko perlindungan yang kita buat, kita tetap harus berbuat yang paling utama," kata Basaria di Hotel Gran Melia, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (27/7/2017).

Hal ini menanggapi pernyataan penyidik KPK Novel Baswedan setelah menja'di korban penyerangan oleh orang tak di kenal di dekat rumah. Novel memiliki kertas surat rahasia yang berisi tentang nama penyidik KPK, alamat rumah, sampai rute perjalanan pulang dan pergi. Di antara nama penyidik yang jadi target yaitu Novel sendiri. Kertas berisi data penyidik tersebut akan diberikan seseorang untuk dilakukan eksekusi. 

Hingga lebih dari seratus hari, polisi belum juga berhasil mengungkap siapa pelaku, meskipun Novel sudah memberikan informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum Polri.

Menanggapi harapan Novel dibentuk tim pencari fakta gabungan untuk mengungkap kasusnya, Basaria mengatakan KPK percaya polisi dapat menangani.

"Kita masih memberi harapan besar mereka (polisi) akan mengungkap itu. Itu harapan kita, dan semua apapun yang mereka butuhkan, dari kita kalau dibutuhkan keteramgan termasuk keterangan dari korban sekarang ini kita akan memenuhi itu semua. Jadi sampai hari ini, kita masih percaya kepada kepolisian bisa menyelsaikan dan mengungkap tuntas," kata Basaria.

Novel pesitimitis polisi mau mengungkap kasusnya. Itu sebabnya, Novel berharap pembentukan tim TGPF.

"Kami akan bicarakan, mungkin hari ini atau besok pagi akan kami bicarakan dulu, supaya dalam setiap tindakan kita jangan terlalu gegabah, semua bisa berjalan smooth. Karena bagaiamanapun tindak pidana ini ada di kewenangan kepolisian,  hasil yang dibentuk tim apapun namanya nanti tetap juga akan diberikan kepada meereka," kata Basaria

Novel

Novel mengungkapkan oknum polisi yang melakukan teror orangnya itu-itu saja. Novel yang telah menjadi korban teror air keras mengatakan punya informasi soal teror terhadap penyidik KPK.

"Ada beberapa teror yang dilakukan oleh orang-orangnya itu-itu saja sebetulnya. Sebetulnya kalau petinggi Polri memandang untuk diperbaiki, itu lebik baik, karena orangnya itu-itu juga. Itu yang membikin rusak Polri malah. Kalau itu mau diperbaiki, banyak kok bukti-buktinya di KPK. Ada beberapa yang melakukan teror, baik itu melalui telepon, teror-teror lainnya, dan lain-lainnya. Saya merasa tidak berkapasitas untuk menyampaikan," kata Novel ketika diwawancara Najwa Shihab dalam program acara Mata Najwa di Metro TV, semalam.

Novel kemudian menunjukkan kertas surat rahasia yang berisi tentang nama penyidik KPK, alamat rumah, sampai rute perjalanan pulang dan pergi. Di antara nama penyidik yang jadi target yaitu Novel sendiri.

"Saya pernah mendapat surat. Tapi ini surat saya tunjukkan ke Mbak Najwa, tidak untuk diperlihatkan ke publik karena ada nama-nama penyidik. Saya mendapatkan surat, kertas, yang tulisannya adalah nama-nama penyidik, disebutkan identitas, disebutkan alamat, disebutkan rute pulangnya, dan lain-lain. Ini diberikan oleh seorang perwira Polri untuk seseorang untuk dilakukan eksekutor. Itu berbahaya sekali," kata Novel.

Dalam surat tersebut, bahkan sampai ditulis alamat rumah lama dan baru penyidik KPK, sampai nomor ponsel.

Apakah data ini diberikan untuk mencari eksekutor agar menghabisi penyidik KPK?

"Saya nggak tahu, barangkali mau disapa (Novel tertawa). Saya melihat ini upaya terorlah yang dilakukan. Saya melihat ya bisa dihabisi, bisa ditabrak," kata Novel.

Dalam wawancara tersebut, Novel terlihat segar dan optimistis. Hanya matanya yang terlihat kurang baik, terutama pada mata sebelah kiri. Kornea mata sebelah kiri Novel luka parah akibat disiram air keras oleh eksekutor lapangan.

Novel kemudian menyontohkan fakta yang pernah terjadi padanya. Dia pernah ditabrak di tengah jalan.

"Saya beberapakali ditabrak dan penabrakan itu setelah saya cek dengan CCTV, saya dapatkan bukti bahwa penabrakan itu dilakukan dengan sengaja. Setelah saya melihat contoh kertas ini, itu menunjukkan bahwa hal-hal seperti ini terjadi," kata Novel.

Novel mengatakan jika dibentuk tim pencari fakta gabungan untuk mengungkap kasusnya, dia akan memberikan bukti-bukti. Tapi, Novel tidak akan memberikan bukti ke penyidik polisi karena pesimitis berani menindaklanjuti.

"Ini penting untuk saya sampaikan. Kalau dibentuk tim gabungan pencari fakta, saya akan berikan fakta-fakta seperti ini. Tapi kalau cuma disampaikan kepada penyidik, menangkap perkara terkait teror ke saya saja nggak berani, bagaamana dengan perkara yang begini," kata Novel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Novel Ungkap Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Berkas Dilimpah, Padahal Korban Belum Diperiksa?

Novel Ungkap Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Berkas Dilimpah, Padahal Korban Belum Diperiksa?

News | Rabu, 08 April 2026 | 13:18 WIB

Perjuangan HAM Tak Berhenti Usai Penyerangan Andrie Yunus, KontraS: We keep moving forward, Tatakae!

Perjuangan HAM Tak Berhenti Usai Penyerangan Andrie Yunus, KontraS: We keep moving forward, Tatakae!

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 19:37 WIB

Novel Baswedan: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Upaya Pembunuhan, Pelaku Terorganisir!

Novel Baswedan: Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Upaya Pembunuhan, Pelaku Terorganisir!

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 18:02 WIB

Soal KPK Tak Pajang Tersangka, Novel Baswedan Soroti Dalih Kemanusiaan

Soal KPK Tak Pajang Tersangka, Novel Baswedan Soroti Dalih Kemanusiaan

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 14:19 WIB

Novel Baswedan 'Senggol' Prabowo: Kembalikan Pegawai KPK Korban Firli, Ini Penegakan Hukum

Novel Baswedan 'Senggol' Prabowo: Kembalikan Pegawai KPK Korban Firli, Ini Penegakan Hukum

News | Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:28 WIB

Eks Pimpinan KPK Ungkap Latar Belakang Kasus Penyiraman Novel Baswedan

Eks Pimpinan KPK Ungkap Latar Belakang Kasus Penyiraman Novel Baswedan

Video | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 19:00 WIB

Kecewa ke Prabowo, Novel Baswedan Sebut Amnesti Hasto Tak Adil: Bagaimana dengan Pelaku Lain?

Kecewa ke Prabowo, Novel Baswedan Sebut Amnesti Hasto Tak Adil: Bagaimana dengan Pelaku Lain?

News | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 13:36 WIB

Novel Baswedan Blak-blakan Kritik Amnesti-Abolisi Prabowo: Tak Sesuai Pidato Sikat Habis Koruptor!

Novel Baswedan Blak-blakan Kritik Amnesti-Abolisi Prabowo: Tak Sesuai Pidato Sikat Habis Koruptor!

News | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 16:11 WIB

Eks Pimpinan KPK Ungkap Alasan Novel Baswedan Disiram Air Keras!

Eks Pimpinan KPK Ungkap Alasan Novel Baswedan Disiram Air Keras!

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 11:16 WIB

Menurut Novel Baswedan, Korupsi Timah Rp300 Triliun Bukan Kerugian Negara

Menurut Novel Baswedan, Korupsi Timah Rp300 Triliun Bukan Kerugian Negara

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 16:26 WIB

Terkini

Imigrasi Dalami Dugaan Tindak Pidana Keimigrasian 320 WNA Terduga Sindikat Judi Online Internasional

Imigrasi Dalami Dugaan Tindak Pidana Keimigrasian 320 WNA Terduga Sindikat Judi Online Internasional

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:02 WIB

Pakar Militer Minta Kemenhan RI Tak Asal Beli Kapal Tanpa Rudal, Sindir Tren Alutsista Ompong

Pakar Militer Minta Kemenhan RI Tak Asal Beli Kapal Tanpa Rudal, Sindir Tren Alutsista Ompong

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:02 WIB

Fix Tutup! Disparekraf DKI Cabut Izin B-Fashion dan The Seven Terkait Narkoba

Fix Tutup! Disparekraf DKI Cabut Izin B-Fashion dan The Seven Terkait Narkoba

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:47 WIB

Anggota DPRD Fakfak Digerebek Bersama Bidan Berstatus Istri Orang di Kamar Kos, Videonya Viral!

Anggota DPRD Fakfak Digerebek Bersama Bidan Berstatus Istri Orang di Kamar Kos, Videonya Viral!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:37 WIB

Satpol PP DKI Jaring 8 PPKS di Mampang Usai Viral Pengemis Padati Trotoar

Satpol PP DKI Jaring 8 PPKS di Mampang Usai Viral Pengemis Padati Trotoar

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:37 WIB

Tuntutan 18 Tahun Nadiem Makarim Dinilai Wajar, MAKI Soroti Kerugian Negara Triliunan Rupiah

Tuntutan 18 Tahun Nadiem Makarim Dinilai Wajar, MAKI Soroti Kerugian Negara Triliunan Rupiah

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:25 WIB

96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga

96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:22 WIB

DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN

DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:14 WIB

WNA Jepang Diduga Eksploitasi Anak di Blok M, DPR: Seret Pelaku, Jangan Kasih Ampun

WNA Jepang Diduga Eksploitasi Anak di Blok M, DPR: Seret Pelaku, Jangan Kasih Ampun

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:06 WIB

Ketua DPRD Jember: Sekali Lagi Langgar Aturan, Achmad Syahri Otomatis Dipecat

Ketua DPRD Jember: Sekali Lagi Langgar Aturan, Achmad Syahri Otomatis Dipecat

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:31 WIB