Publik: Anggota DPR Sudah Diberi Rumah Dinas, Buat Apa Apartemen

Siswanto | Welly Hidayat | Suara.com

Senin, 14 Agustus 2017 | 15:09 WIB
Publik: Anggota DPR Sudah Diberi Rumah Dinas, Buat Apa Apartemen
Sidang Paripurna DPR ke-19 masa sidang IV tahun sidang 2016-2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/3).

Suara.com - Belum juga dimulai, keinginan Dewan Perwakilan Rakyat untuk membangun apartemen untuk semua anggota dewan sudah ditolak publik.

Apapun alasannya, menurut mahasiswi bernama Anita Tri Tanti (22), keinginan mendirikan apartemen di lahan bekas Taman Ria Senayan untuk anggota DPR hanyalah pemborosan uang, mengingat selama ini mereka sudah mendapatkan fasilitas rumah mewah.

"Boros banget ya (keluarkan uang), kalau sampai kenyataan bangun itu mas (apartemen). Kan mereka sudah dapat rumah dinas dari pemerintah kan," kata Anita kepada Suara.com di Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (13/8/2017).

Anita tidak setuju dengan pembangunan apartemen. Dia juga tidak setuju dengan usulan penambahan anggaran untuk anggota DPR. Menurutnya anggota dewan berempati dengan keadaan ekonomi masyarakat yang sebagian masih dibawah angka kemiskinan.

"Ya, menolaklah anggaran DPR ditambah. anggota DPR kan wakil rakyat, seharusnya tahu masih banyak rakyat miskin di Indonesia, yang lebih butuh bantuan mas. Bukan mereka, kan semua sudah terpenuhi (fasilitas anggota DPR)," ujar Anita.

Anita menilai sebagian anggota DPR belum menunjukkan kinerja nyata membantu membantu untuk memakmurkan rakyat kecil. Itu sebabnya, menurut dia tidak etis kalau mereka minta nambah anggaran lagi.

"Kinerja anggota DPR buat orang miskin apa sih mas, ada nggak kasih solusi. Tapi malah buat hak angket buat KPK, mau lemahin KPK kan. Ini malah minta tambah anggaran, aneh deh," kata Anita.

Warga Kalibata bernama Lidyana (36) menambahkan anggota DPR tidak butuh apartemen lagi karena sudah punya rumah dinas mewah.

"Mau ngapain mas, bangun gituan (apartemen). Kan punya rumah dinas masing - masing. Itu dilihat dulu bangunnya pakai uang negara apa nggak," kata Lidya.

Menurut Lidya anggota DPR harusnya lebih fokus mengentaskan kemiskinan.

"Ini kan buat nambah kerjaan aja paling (anggota DPR). Nanti juga kalau udah kebangun ada yang tinggal nggak. Rumah mereka (dinas) sudah besar - besar kok," ujar Lidya.

Warga bernama Angga Wijaya (29) tidak yakin anggota dewan mau tinggal di apartemen karena mereka sudah punya rumah dinas.

"Ya, ini mah paling main-main aja mas. Nggak mungkinlah anggota DPR juga mau tinggal apartemen kan pasti. Mereka rumah dinasnya bagus kan," ujar Angga.

Andi berharap kalau wacana tersebut nanti akhirnya disetujui, jangan sampai mengambil uang negara karena rakyat miskin masih banyak.

"Ya, jangan sampai pakai uang negara aja. Kalau bangun apartemen. Ini kan percuma juga paling buat apaan, memang merubah kinerja anggota DPR apa, nggak juga kan," ujar Angga.

Warga bernama Supriyadi (39) menambahkan fasilitas yang selama ini diberikan negara untuk anggota dewan sudah cukup dan tidak perlu ditambah lagi.

"Saya bingung mas mau jawab apa, mereka sudah enak semua kan (fasilitas). Mau apa saja sudah ada. Coba kalau kita rakyat kecil ini, pontang panting ke sana sini dulu mas. Ini kok mereka minta tambah lagi," ujar Supriyadi.

Menurut Supriyadi jika anggaran untuk anggota dewan ditambah terus, jadinya hanya pemborosan uang negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR: Kriminalisasi terhadap Pekerja Kreatif adalah Keterbelakangan Hukum

Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR: Kriminalisasi terhadap Pekerja Kreatif adalah Keterbelakangan Hukum

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:27 WIB

Komnas HAM Harus Segera Simpulkan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Komnas HAM Harus Segera Simpulkan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

DPR | Senin, 30 Maret 2026 | 21:18 WIB

Setjen DPR RI Terapkan Langkah Efisiensi, Indra Iskandar Pastikan Layanan Kedewanan Tetap Optimal

Setjen DPR RI Terapkan Langkah Efisiensi, Indra Iskandar Pastikan Layanan Kedewanan Tetap Optimal

DPR | Senin, 30 Maret 2026 | 21:08 WIB

Amsal Sitepu Dituntut 2 Tahun, DPR Dorong Hakim Pertimbangkan Putusan Ringan

Amsal Sitepu Dituntut 2 Tahun, DPR Dorong Hakim Pertimbangkan Putusan Ringan

Foto | Senin, 30 Maret 2026 | 18:49 WIB

Rapat Bersama DPR, Mendagri Paparkan Capaian Strategis Kinerja Kemendagri

Rapat Bersama DPR, Mendagri Paparkan Capaian Strategis Kinerja Kemendagri

News | Senin, 30 Maret 2026 | 17:44 WIB

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Komisi I DPR Buka Opsi Penarikan Pasukan UNIFIL

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Komisi I DPR Buka Opsi Penarikan Pasukan UNIFIL

News | Senin, 30 Maret 2026 | 17:41 WIB

Kejagung Hormati Sikap DPR, Tegaskan Proses Hukum Amsal Sitepu Tetap Berjalan

Kejagung Hormati Sikap DPR, Tegaskan Proses Hukum Amsal Sitepu Tetap Berjalan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:42 WIB

Di Hadapan DPR, Amsal Sitepu Bongkar Awal Mula Tuduhan Markup

Di Hadapan DPR, Amsal Sitepu Bongkar Awal Mula Tuduhan Markup

DPR | Senin, 30 Maret 2026 | 16:16 WIB

DPR Dorong Bebas, Kejagung: Nasib Amsal Sitepu di Tangan Hakim

DPR Dorong Bebas, Kejagung: Nasib Amsal Sitepu di Tangan Hakim

News | Senin, 30 Maret 2026 | 15:14 WIB

Ketum Gekrafs Ngamuk Ide dan Editing Dihargai Nol: Bebaskan Amsal Sitepu

Ketum Gekrafs Ngamuk Ide dan Editing Dihargai Nol: Bebaskan Amsal Sitepu

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 14:13 WIB

Terkini

Kasus Amsal Sitepu: Saat Kreativitas Dinilai Rp0 dan Berujung Tuntutan 2 Tahun Penjara

Kasus Amsal Sitepu: Saat Kreativitas Dinilai Rp0 dan Berujung Tuntutan 2 Tahun Penjara

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:38 WIB

Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, Ledakan Hantam Konvoi UNIFIL saat Misi Perdamaian

Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, Ledakan Hantam Konvoi UNIFIL saat Misi Perdamaian

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:32 WIB

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jenazah Praka Farizal Segera Dipulangkan ke Indonesia

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jenazah Praka Farizal Segera Dipulangkan ke Indonesia

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:56 WIB

3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo

3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:35 WIB

Sempat Viral Zebra Cross Hilang, Pemprov DKI Akhirnya Bikin 5 Titik di Tebet

Sempat Viral Zebra Cross Hilang, Pemprov DKI Akhirnya Bikin 5 Titik di Tebet

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:33 WIB

Pakar Pidana: Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Harus Diadili di Peradilan Umum

Pakar Pidana: Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Harus Diadili di Peradilan Umum

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:29 WIB

Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR: Kriminalisasi terhadap Pekerja Kreatif adalah Keterbelakangan Hukum

Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR: Kriminalisasi terhadap Pekerja Kreatif adalah Keterbelakangan Hukum

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:27 WIB

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 00:33 WIB

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:53 WIB

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:10 WIB