PKL Tanah Abang Tahu Salah, Tapi Tetap Langgar, Ini Sebabnya

Siswanto, Dian Rosmala

Kamis, 26 Oktober 2017 | 12:36 WIB
PKL Tanah Abang Tahu Salah, Tapi Tetap Langgar, Ini Sebabnya
PKL Tanah Abang [suara.com/Dian Rosmala]
"Cepat pak, kamtib pak. Itu airnya masukin. Mas tolong dong itu keranjang buah itu mas," kata Nur sambil tergopoh-gopoh membereskan barang dagangan ketika melihat sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja datang ke pusat grosir Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, Kamis (26/10/2017).

Situasi seperti itulah yang setiap hari dirasakan para pedagang kaki lima di Pasar Tanah Abang. Mereka berjualan dengan perasaan was-was, takut jikalau tiba-tiba Satpol PP datang dan langsung menyita barang dagangan.

Nur berjualan bersama suami dan anak. Mereka sudah berdagang sejak 15 tahun yang lalu.

Kucing-kucingan dengan anggota Satpol PP sudah biasa terjadi. Ia mengaku tak ada pilihan lain, demi membiayai hidup dan sekolah anak.
 


"Ya beginilah bang, kalau ada Satpol PP datang ya kita langsung beres-beres. Nanti kalau mereka pergi lagi ya kita jualan lagi," ujar Nur kepada Suara.com, sementara suaminya di pinggir jalan bernegosiasi dengan seorang anggota Satpol PP yang hendak mengangkut keranjang berisi air mineral miliknya.

Sambil menggerutu, Nur mengakui situasi demikian berlangsung sejak zaman Jakarta dipimpin Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama.

"Pokoknya sejak Pak Jokowi, terus Pak Ahok, sekarang gubernur baru (Anies Baswedan), ya memang begini bang. Kami pasti jualan di trotoar ini kalau nggak ada petugas. Kalau mereka datang ya kami masuk lagi," tutur Nur.

Nur sebenarnya sadar berjualan di trotoar dilarang karena menyebabkan kemacetan. Tapi bagi dia tak ada pilihan lain.
 
"Sebenarnya kita ngerti . Tapi yang namanya mencari rejeki, ya kita cari celah saja. Tapi kami minta jangan diambil jualannya ini. Karena ini kan dibeli pakai modal, bahkan sampai hutang supaya bisa jualan. Anak 2 orang sekolah, kalau saya nggak kerja ya nasib mereka gimana. Ya pokoknya jangan diangkutlah," kata Nur.

Hal yang sama juga dirasakan pedagang bernama Jalil. Sehari-hari dia berjualan minuman di depan Blok A. Jalil mengaku sudah sering kehilangan dagangan karena diangkut petugas.

"Kalau saya bang, nggak tahu sudah berapa kali kehilangan dagangan. Ya kadang kan saya tinggal ke dalam. Begitu keluar barangnya nggak ada. Ya dikasih tahu sama teman, 'no udah sabet sama kamtib,'" ujar Jalil.

Penjual nasi bernama Aini juga merasakan hal yang sama. Dibentak Satpol PP sudah menjadi makanan sehari-hari.

"Udah kenyang gue dibentak mereka. Bodo amat dah, yang penting bisa makan. Anak gue tiga orang kalau gue nggak kerja siapa yang akan biaya mereka? Suami udah hilang nggak tahu kemana," tutur Aini.

Aini berharap Anies Baswedan - Sandiaga Uno dapat menjadi pemimpin yang lebih bijak daripada sebelumnya.

"Ya harapannya, kalau memang kita dilarang jualan di trotoar, ya beri kita tempat yang layak. Bukan sekedar dilarang doang. Kasih kita solusi. Kita butuh hidup," kata Aini.
 
Duduk bersama
 
Sandiaga bertemu dengan Satuan Polisi Pamong Praja, pagi tadi, , untuk membahas penanganan kesemrawutan sekitar Pasar Tanah Abang.

"Salah satunya ia (membicarakan pengaturan Tanah Abang)," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Medeka Selatan, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan tersebut membahas penataan pedagang kaki lima di Tanah Abang akan dilakukan dengan pendekatan humanis.

"(Tindakan tegas) itu bukan solusi ya. Solusinya adalah duduk bersama kita dengar bersama," katanya.

Sandiaga berencana memanggil semua stakeholder yang berkaitan dengan Pasar Tanah Abang untuk rembugan.

"Kita dengarkan semua, dengar dari semuanya. Terlalu dini untuk mengambil keputusa. Kita harus lihat data-datanya. Semua kebijakan itu harus berbasis data," kata Sandiaga.

Jokowi Inspirasi

Kisah sukses Presiden Joko Widodo (ketika masih jadi gubernur Jakarta) menata pedagang kaki lima Pasar Tanah Abang perlawanan menginspirasi Sandiaga.

"Tadi disampaikan juga sama Pak Jokowi saat pembicaraan, soal penataan kampung kumis, kumuh miskin. Pak Jokowi sampaikan, orang Indonesia diajak makan aja, undang ke balai kota, pasti rapi. Nanti ada juga rencana seperti gitu (di Tanah Abang)," kata Sandiaga di gedung Koperasi dan UKM, Jalan Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (25/10/2017).

Sandiaga mengatakan telah mempraktikkan strategi Jokowi ketika masih menjabat gubernur Jakarta dan hasilnya positif.

"Kemarin saya undang yang kampung Bayam, diajak makan senangnya minta ampun, dan langsung bilang, ya sudahlah, kita ikut aja pemprov maunya apa. Intinya sentuhan saja," katanya.

Tetapi Sandiaga juga ingin mengajak warga terlibat langsung dalam memecahkan masalah.

"Jadi ada instituional knowledgenya, bukan hanya didrive oleh kebijakan gubernur dan wakil gubernur. Nanti kalau gubernur dan wagub berganti, yang bawah nggak bisa menghadirkan solusi, nanti balik lagi seperti dulu," katanya.

"Maunya dari bawah, mereka sampaikan pemikiran dan pro kontranya. Saya bilang selalu bawa komunitas, jangan pernah mengambil posisi solusi terbaik datang dari pemerintah. Solusi terbaik datang dari sebuah pemikiran bersama," Sandiaga menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jelang Lebaran, Aktivitas Porter Tanah Abang Menurun, Pendapatan Ikut Tergerus

Jelang Lebaran, Aktivitas Porter Tanah Abang Menurun, Pendapatan Ikut Tergerus

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 18:56 WIB

Tanah Abang Bergeliat: Tren Butter Yellow hingga Paper Silk Jadi Primadona

Tanah Abang Bergeliat: Tren Butter Yellow hingga Paper Silk Jadi Primadona

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 18:36 WIB

Penuh Sesak Pasar Tanah Abang Menjelang Lebaran

Penuh Sesak Pasar Tanah Abang Menjelang Lebaran

Foto | Senin, 16 Maret 2026 | 20:28 WIB

Bersih-Bersih Jukir Liar, Wali Kota Jakpus Instruksikan Patroli Gabungan Rutin di Tanah Abang

Bersih-Bersih Jukir Liar, Wali Kota Jakpus Instruksikan Patroli Gabungan Rutin di Tanah Abang

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 21:21 WIB

Parkir Liar Merajalela di Tanah Abang, Rano Karno Janjikan 'Bersih-Bersih' Total dalam 3 Hari!

Parkir Liar Merajalela di Tanah Abang, Rano Karno Janjikan 'Bersih-Bersih' Total dalam 3 Hari!

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 10:10 WIB

Rano Karno Yakin Parkir Liar di Tanah Abang Bisa Tertib Dalam 3 Hari

Rano Karno Yakin Parkir Liar di Tanah Abang Bisa Tertib Dalam 3 Hari

News | Selasa, 17 Februari 2026 | 22:12 WIB

Getok Tarif Parkir Rp100 Ribu, Polisi Ciduk 8 Jukir Liar di Tanah Abang

Getok Tarif Parkir Rp100 Ribu, Polisi Ciduk 8 Jukir Liar di Tanah Abang

News | Selasa, 17 Februari 2026 | 20:02 WIB

Bikin Tanah Abang Macet, Mobil Parkir Liar 'Digulung' Satlantas dan Dishub

Bikin Tanah Abang Macet, Mobil Parkir Liar 'Digulung' Satlantas dan Dishub

News | Senin, 16 Februari 2026 | 13:09 WIB

Viral Nenek Curi 16 Potong Pakaian di Tanah Abang, Ketahuan Usai Barang Jatuh dari Balik Gamis

Viral Nenek Curi 16 Potong Pakaian di Tanah Abang, Ketahuan Usai Barang Jatuh dari Balik Gamis

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 13:30 WIB

Berburu Pakaian untuk Lebaran di Pasar Tanah Abang

Berburu Pakaian untuk Lebaran di Pasar Tanah Abang

Foto | Kamis, 27 Maret 2025 | 16:45 WIB

Terkini

Sidang Kasus Kuota Haji Hari Ini, Jaksa Hadirkan Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur

Sidang Kasus Kuota Haji Hari Ini, Jaksa Hadirkan Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:30 WIB

KPK Hadirkan Fuad Hasan Masyhur Dalam Sidang Korupsi Kuota Haji Hari Ini

KPK Hadirkan Fuad Hasan Masyhur Dalam Sidang Korupsi Kuota Haji Hari Ini

Sulsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:25 WIB

Gen Z Mulai Doyan Emas, Pembiayaan Konsumer BCA Syariah Tumbuh 34,69%

Gen Z Mulai Doyan Emas, Pembiayaan Konsumer BCA Syariah Tumbuh 34,69%

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:25 WIB

IHSG Dibuka Betah di Zona Merah ke Level 6.062

IHSG Dibuka Betah di Zona Merah ke Level 6.062

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:19 WIB

PT Asabri Ditipu Rp100 Miliar Dalam Proyek Kondotel Bali, Kok Bisa ?

PT Asabri Ditipu Rp100 Miliar Dalam Proyek Kondotel Bali, Kok Bisa ?

Bali | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:05 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Minyak dan Lemak Makanan di Baju yang Sudah Kering

7 Cara Menghilangkan Noda Minyak dan Lemak Makanan di Baju yang Sudah Kering

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Rob Diprediksi Rendam Pesisir Jakarta pada 1314 dan 2531 Oktober

Rob Diprediksi Rendam Pesisir Jakarta pada 1314 dan 2531 Oktober

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Ketika Guru Hadirkan Cara Baru Belajar Sains hingga Literasi, dari Bioplastik sampai AI

Ketika Guru Hadirkan Cara Baru Belajar Sains hingga Literasi, dari Bioplastik sampai AI

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:03 WIB

Bitget Klaim Cadangan Aset Pengguna Tembus 131%

Bitget Klaim Cadangan Aset Pengguna Tembus 131%

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Harga BBM Pertamina Oktober Tak Berubah, Ini Daftarnya

Harga BBM Pertamina Oktober Tak Berubah, Ini Daftarnya

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:59 WIB

×