Amnesty Internasional Indonesia Gelar Gerakan #JoinForces

Adhitya Himawan

Selasa, 05 Desember 2017 | 03:00 WIB
Amnesty Internasional Indonesia Gelar Gerakan #JoinForces
Amnesty Internasional Indonesia melalukan gerakan #JoinForces. [Suara.com/Julistania]

Suara.com - Amnesty Internasional Indonesia melalukan gerakan #JoinForces. Gerakan ini untuk mengajak masyarakat bersatu dalam gerakan HAM lokal dan nasional di Indonesia yang sekarang melemah.

"Acara kamisan (7/12/2017) menjadi satu langkah solidaritas terhadap tragedi-tragedi kemanusiaan yang tanpa lelah dan peluncuran Amnesty Internasional Indonesia," Ujar Usman Hamid, direktur eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, didaerah Menteng, Jakarta, Senin (4/1/2017).

Usman juga menjelaskan tantangan dari HAM di Indonesia saat sekarang, terlebih lagi menjelang pilkada serentak.

"Pertama pemerintah tersedot kedalam energi untuk mengatasi melambatnya ekonomi, yang kedua menguatnya politik identitas penggunaan agama untuk tujuan politik, dan yang ketiga tantangan negara betul-betul hati-hati didalam merespon kelompok politik identitas tanpa melebih-lebihkan," Ujar Usman.

Usman mengatakan terdapat dua hipotesa, yang pertama adalah agenda pelanggaran HAM masa lalu telah menjadi janji presiden, agenda Ham untuk pelanggaran berat selalu dikesampingkan karena prioritas politik yang lainnya. Sedangkan yang kedua dimana prioritas politik merupakan potensi mendatangkan permasalahan hak asasi manusia.

"Prioritas politik diantara lain, mengatasi melambatnya ekonomi, penguatan politik identitas dan yang ketiga adalah respon negara yang berlebihan sehingga malah memperkuat satu nasionalisme yang sempit," Jelas Usman.

Usman juga menyerukan "Rapatkan barisan, satuan kekuatan, join forces", dimana bukan hanya masyarakat yang ikut tetapi juga para pemegang keputusan.

---

Pada acara kamisan, 7 Desember 2017, Amnesty hanya sebagai medium, yang menjadi tempat agar para pejuang tragedi-tragedi HAM dapat menyuarakan suara mereka.

baca juga

Pihak Amnesty dalam konferensi pers mengundang Paian Siahaan dan istrinya sebagai orangtua dari Ucok Siahaan yang hilang di tragedi 98.

"Dia (Ucok) dibawa dari kostnya, kami juga tidak mengerti kenapa dia diambil, padahal dia tidak terlalu aktif didalam politik tetapi dia orangnya keras dan peduli dengan sesama," Ujar Paian.

Paian merasa pemerintah tidak memberikan perhatian kepada para pejuang dan orang tua yang mencari anaknya dalam kasus tragedi 98

"Tidak mendapat perhatian dari pemerintah, permasalahanya karena ketidakjelasan keberadaannya"ujar Paian.

Paian sebagai orang tua dari anak yang diculik pada tragedi 98 hanya meminta kejelasan, apakah anaknya sudah meninggal atau masih hidup di suatu tempat.

"Terpenting saat ini perlu kepastian apakah sudah meninggal, maka kita akan memperjuangkan akta kematian dan urusan kartu keluarga, karena sampai sekarang namanya masih ada," Kata Paian.

"Intinya harus dicari. Belum ada sedikitpun kebijakan pemerintah untuk melakukan pencarian. Melakukan pencarian tidak terlalu sulit dan tidak hubungan dengan politik," Tambahnya.

Usia Paian dan istrinya sudah tidak muda lagi, terlebih lagi istrinya harus duduk diatas kursi roda karena setelah kehilangan anaknya dia sakit-sakitan.

"Buat kami yang sangat tua, agar dapat melakukan sesuatu karena kita tidak mungkin berdoa dengan mengucapkan dia (Ucok) disisi tuhan tapi ternyata dia masih hidup disuatu tempat," Imbuhnya.

Paian juga berharap Amnesty bekerjsama dengan institusi yang berhubungan dengan HAM agar dapat membantu dalam penegakan hak mereka.

"Bukan pemerintah bisa menemukannya (korban), akan tetapi bagaimana pemerintah sungguh-sungguh mencari korban yang hilang," tandas Usman. (Julistania)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketika Kritik ke Presiden Dibalas Borgol, MK pun 'Dilangkahi'

Ketika Kritik ke Presiden Dibalas Borgol, MK pun 'Dilangkahi'

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:17 WIB

Komnas HAM Usul Pembentukan Badan Khusus Pemulihan Korban Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM Usul Pembentukan Badan Khusus Pemulihan Korban Pelanggaran HAM Berat

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:04 WIB

37 Ribu Siswa Keracunan MBG, Amnesty International Desak Pemerintah Hentikan Program

37 Ribu Siswa Keracunan MBG, Amnesty International Desak Pemerintah Hentikan Program

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998

Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:21 WIB

Membaca Buku Barat vs Lokal: Benarkah Karya Penulis Indonesia Selalu Subjektif?

Membaca Buku Barat vs Lokal: Benarkah Karya Penulis Indonesia Selalu Subjektif?

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:50 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Peringatkan Bahaya Dominasi Militer, Sebut Demokrasi dan HAM Terancam

Koalisi Masyarakat Sipil Peringatkan Bahaya Dominasi Militer, Sebut Demokrasi dan HAM Terancam

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:08 WIB

Amnesty International: Kejahatan Harus Dilawan dengan Hukum, Bukan Penghakiman Massa

Amnesty International: Kejahatan Harus Dilawan dengan Hukum, Bukan Penghakiman Massa

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:56 WIB

Amnesty Internasional: Korupsi Batu Bara 'Blackout' Langgar Hak Hidup Layak Masyarakat

Amnesty Internasional: Korupsi Batu Bara 'Blackout' Langgar Hak Hidup Layak Masyarakat

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 13:08 WIB

Kasus Sutrimo Jadi Ujian Negara, Koalisi Sipil Desak Usut Tuntas Kaitan dengan Eks Jampidsus

Kasus Sutrimo Jadi Ujian Negara, Koalisi Sipil Desak Usut Tuntas Kaitan dengan Eks Jampidsus

News | Senin, 27 Juli 2026 | 19:57 WIB

Jawab Kritik, Waket Komisi XIII DPR: Revisi UU HAM Perlu Keterlibatan Koalisi Masyarakat Sipil

Jawab Kritik, Waket Komisi XIII DPR: Revisi UU HAM Perlu Keterlibatan Koalisi Masyarakat Sipil

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 19:16 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×