Ini Penjelasan BMKG Soal Gempa di Selatan Pulau Jawa

Adhitya Himawan

Sabtu, 16 Desember 2017 | 06:50 WIB
Ini Penjelasan BMKG Soal Gempa di Selatan Pulau Jawa
Ilustrasi dampak gempa bumi (Shutterstock).

Suara.com - Sebagian besar masyarakat, mungkin baru saja terlelap tidur ketika gempa mengguncang sebagian besar wilayah di Pulau Jawa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa bumi tektonik berkekuatan 6,9 Skala Richter (SR) terjadi pada Jumat (15/12/2017) pukul 23.47 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi terjadi dengan koordinat episenter pada 7,75 lintan selatan (LS) dan 108,11 bujur timur (BT).

Pusat gempa tepatnya berlokasi di darat pada jarak enam kilometer arah tenggara Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, pada kedalaman 107 kilometer.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Moch Riyadi, pada Sabtu dini hari (16/12/2017) mengumumkan berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan dirasakan di berbagai daerah.

Mulai dari Jakarta, Bandung, Depok, Kebumen, hingga Yogyakarta.

Hingga hari Sabtu, pukul 01.05.39 WIB, hasil monitoring BMKG, telah menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak tiga kali dengan kekuatan terbesar 3,4 SR.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami tidak lama setelah terjadinya gempa.

Peringatan dini tersebut, bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di sejumlah wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

baca juga

Menurut hasil pemodelan yang dilakukan oleh BMKG, gempa bumi tersebut berpotensi tsunami di selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Namun pada Sabtu sekitar pukul 02.30 WIB, atau beberapa jam setelah terjadinya gempa, peringatan dini tsunami tersebut dinyatakan telah berakhir.

Kemudian, BMKG menyampaikan bahwa kondisi sudah aman dari potensi tsunami.

BMKG lantas mengumumkan bahwa masyarakat sudah dapat kembali beraktivitas normal seperti biasa. Namun demikian masyarakat diimbau agar tetap waspada dan menghindari bangunan yang berpotensi rubuh.

Sementara itu, Moch Riyadi menambahkan gempa bumi selatan Jawa tersebut termasuk dalam klasifikasi gempa berkedalaman menengah, akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia.

Pemuktahiran Data Sejak masyarakat di sejumlah wilayah terdampak merasakan guncangan gempa, Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara), juga ikut terus melakukan pemuktahiran data, dan menyebarluaskan informasi terkini kepada para pihak terkait.

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara), Setyoajie Prayoedhie menjelaskan gempa berkekuatan 6,9 SR yang mengguncang Selatan Pulau Jawa tersebut, berpotensi tsunami, karena termasuk dalam klasifikasi gempa bumi berkedalaman menengah.

Gempa bumi tersebut masuk dalam kategori gempa menengah, dan berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan oleh BMKG memang berpotensi tsunami, kata Setyoajie Prayoedhie.

Dia menambahkan bisa saja ada gempa berkekuatan diatas 6,9 SR namun tidak berpotensi tsunami.

"Kenapa ada gempa dengan magnitude diatas 6.9 SR tidak potensi tsunami? sementara 6,9 SR bisa berpotensi? bisa jadi karena gempa tersebut berlokasi di darat dan masuk kategori gempa dalam misalnya lebih dari 300 kilometer dengan mekanisme penyesarannya bukan sesar naik/turun," katanya.

Dengan begitu, gempa tidak cukup kuat mengakibatkan deformasi bawah laut. Dan pada akhirnya ketika dilakukan pemodelan, menunjukkan bahwa tidak berpotensi tsunami.

Gempa pembangkit tsunami biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

Pertama, lokasi episenter terletak di laut.

Kedua kedalaman pusat gempa relatif dangkal, kurang dari 70 kilometer.

Ketiga memiliki magnitudo besar lebih dari 7.0 SR.

Keempat, mekanisme sesarannya adalah sesar naik (thrusting fault) dan sesar turun (normal fault).

Sementara itu, meski peringatan dini tsunami telah berakhir, BMKG terus melakukan pemutakhiran data terkait kondisi terkini.

Dia menjelaskan pengakhiran potensi tsunami dilakukan setelah semua dipastikan aman sesuai hasil analisa BMKG yang berlaku di National Tsunami Warning Center (NTWC).

Meski demikian, BMKG terus memantau kondisi terkini, terkait aktivitas kegempaan.

Sementara itu, dia juga mengatakan bahwa ketika gempa terjadi, sistem observasi, analisa, dan peringatan dini yang ada di NTWC BMKG berjalan normal dan berfungsi dengan baik.

Dia juga mengatakan, jika ada sistem peringatan dini yang mengalami kerusakan, pasti akan segera ditindaklanjuti untuk diperbaiki.

Sementara itu, pascagempa tersebut, telah masuk beragam laporan kerusakan di sejumlah wilayah terdampak Misalkan saja, di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas mengumumkan adanya kerusakan di RSUD Banyumas dan RS Siaga Medika Banyumas.

Akibatnya, sekitar 56 pasien RSUD Banyumas dipindahkan ke ruangan yang lebih aman, karena adanya kerusakan di sejumlah ruang rawat inap pascagempa.

Selain itu, berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan BPBD Banyumas dan Tagana Banyumas, sedikitnya 31 rumah di kabupaten itu rusak akibat gempa, sebagian besar di antaranya roboh.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Prasetyo Budi Widodo mengatakan pendataan masih terus dilakukan.

Sementara itu, masyarakat diingatkan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, meski demikian masyarakat juga diminta untuk tidak panik dan terus mengikuti petunjuk dan arahan dari instansi resmi yang terkait.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak mudah percaya pada isu yang tidak bertanggung jawab, dan jika membutuhkan informasi terkini terkait gempa bumi bisa menghubungi kantor BMKG terdekat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Per 5 Juli 2026, Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 2.954 Orang

Per 5 Juli 2026, Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 2.954 Orang

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 09:19 WIB

Warga Jakarta Kini Bisa Intip Prediksi Polusi 3 Hari ke Depan Lewat Aplikasi JAKI

Warga Jakarta Kini Bisa Intip Prediksi Polusi 3 Hari ke Depan Lewat Aplikasi JAKI

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:04 WIB

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 02:30 WIB

Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela

Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:40 WIB

Korban Tewas Gempa Bumi Venezuela Hampir 2.000 Jiwa, Puluhan Ribu Orang Hilang

Korban Tewas Gempa Bumi Venezuela Hampir 2.000 Jiwa, Puluhan Ribu Orang Hilang

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 06:55 WIB

Real Madrid Kirim Bantuan Rp 20,3 Miliar ke Korban Gempa Bumi Venezuela

Real Madrid Kirim Bantuan Rp 20,3 Miliar ke Korban Gempa Bumi Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:14 WIB

Gempa Bumi Venezuela, PBB Siapkan 10 Ribu Kantong Jenazah

Gempa Bumi Venezuela, PBB Siapkan 10 Ribu Kantong Jenazah

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:49 WIB

Korban Gempa Venezuela Tembus 1.719 Jiwa, Hampir 50 Ribu Orang Hilang

Korban Gempa Venezuela Tembus 1.719 Jiwa, Hampir 50 Ribu Orang Hilang

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:15 WIB

Siapa Lucas Trejo? Pesepakbola Argentina Sedih Istri dan 2 Anaknya Tewas di Gempa Venezuela

Siapa Lucas Trejo? Pesepakbola Argentina Sedih Istri dan 2 Anaknya Tewas di Gempa Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:00 WIB

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:00 WIB

Terkini

TNI Buka Suara soal Prajurit Bersenjata di Rumah Jampidsus: Bukan Terkait Penyidikan

TNI Buka Suara soal Prajurit Bersenjata di Rumah Jampidsus: Bukan Terkait Penyidikan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 09:03 WIB

Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah

Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 08:35 WIB

Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara

Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 08:07 WIB

50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'

50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 08:03 WIB

Penggeledahan Serentak di 12 Titik, Polisi Telusuri Dugaan Pencucian Uang Kasus Korupsi BUMN

Penggeledahan Serentak di 12 Titik, Polisi Telusuri Dugaan Pencucian Uang Kasus Korupsi BUMN

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:44 WIB

Polemik KIP Kuliah Gara-Gara Desil Berubah, Gus Ipul Pastikan Masih Ada Jalan bagi Mahasiswa

Polemik KIP Kuliah Gara-Gara Desil Berubah, Gus Ipul Pastikan Masih Ada Jalan bagi Mahasiswa

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:08 WIB

Perpres 111/2025 Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Apa Artinya?

Perpres 111/2025 Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Apa Artinya?

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:05 WIB

Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun

Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 03:33 WIB

Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan

Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 03:27 WIB

Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul

Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 02:23 WIB

×