Nusron Wahid Sebut Penyerang Pemuka Agama Orang Tak Beriman

Adhitya Himawan, Dian Rosmala

Senin, 12 Februari 2018 | 14:51 WIB
Nusron Wahid Sebut Penyerang Pemuka Agama Orang Tak Beriman
Nusron Wahid [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Jawa dan Kalimantan DPP Partai Golkar, Nusron Wahid mengutuk keras penyerangan kepada sejumlah pemuka agama belakangan ini. Ia mengatakan, baik pelaku maupun otak di balik penyerangan itu adalah orang yang tidak beriman.

"Saya yakin pelakunya adalah orang yang tidak beriman. Sekali lagi pelakunya adalah orang yang tidak beriman. Apapun agamanya itu," kata Nusron di DPR, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Nusron mengutip salahsatu ayat di dalam Alqur'an yang intinya, belum beriman seseorang jika dia belum mencintai orang lain seperti mencintai dirinya sendiri.

"Apakah yang melakukan tindak kekerasan kepada Kyai Eep yang ada di Bandung, yang sampai hari ini masih terbaring di rumah sakit. Dia Kebetulan juga kyai NU. Apakah yang melakukan kekerasan terhadap salah satu ustad, aktivis Persis yang kemudian wafat," ujar Nusron.

"Apakah kemudian yang melakukan tindak kekerasan kemarin yang masuk gereja. Kalau kyai Eep itu ditimpuk, dipukul pakai batu ketika salat subuh, ketika membaca doa qunut. Itu pasti pelakunya bukan orang yang beriman," tambah Nusron.

Nusron meyakini bahwa aksi penyerangan kepada pemuka agama bukan hal yang kebetulan. Tetapi ada upaya-upaya sistematis yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang ingin memanaskan suasana.

Nusron menduga tujuan aksi penyerangan tersebut ada dua, pertama ingin menciptakan ketakutan kepada masyarakar dan kedua ingin membuat masyarakat tidak percaya pada apara penegak hukum.

"Pertama menciptakan persepsi di kalangan masyarakat bahwa Indonesia tidak aman, sehingga masyarakat ketakutan keluar, ekonomi tidak jalan dan ada rasa was-was," tutur Nusron.

"Kedua adalah mendiskreditkan upaya pemerintah dalam hal ini aparatur negara yaitu kepolisian dicap tidak mampu mengatasi," tambah Nusron lagi.

Ia meminta agar aparat menegak hukum bertindak cepat mengatasi persoalan tersebut agar tak terulang lagi. Kata dia, negara tidak boleh kalah dengan preman yang melakukan tindak kekerasan.

"Apalagi tindakan kekerasan itu mengatasnamakan agama dan simbol-simbol agama yang disentuh. Harus ada tindakan konkrit dari pemerintah. Harus ada upaya konkrit dan tidak boleh terjadi lagi. Mohon ini yang terakhir kali," ujar Nusron.

Nusron yakin ada pihak yang sengaja mengorganisir aksi-aksi penyerangan pemuka agama tersebut. Sebab, tidak mungkin akan terjadi secara hampir bersamaan dengan motif yang sama.

"Saya yakin ada yang mengorganisir dan yang mengorganisir pasti adalah orang gila, yang mengorganisir orang gila, untuk kepentingan yang gila juga. Entah gila apa. Gila banyak, bisa gila kekuasaan, gila politik, kita nggak tahu," kata Nusron.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Empat Orang Kepercayaannya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Diduga Tentukan Alur Perizinan HGB

Empat Orang Kepercayaannya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Diduga Tentukan Alur Perizinan HGB

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Berbagai Alasan Nusron Wahid Tak Penuhi Panggilan KPK, Bisakah Terus Mangkir?

Berbagai Alasan Nusron Wahid Tak Penuhi Panggilan KPK, Bisakah Terus Mangkir?

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 10:28 WIB

Dua Kali Mangkir, KPK akan Panggil Lagi Nusron Wahid Secepatnya

Dua Kali Mangkir, KPK akan Panggil Lagi Nusron Wahid Secepatnya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:14 WIB

MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas, Dinilai Melempem Hadapi Mangkir Nusron Wahid

MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas, Dinilai Melempem Hadapi Mangkir Nusron Wahid

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Sisi Kelam Naruto Shippuden: Dari Marginalisasi Hingga Radikalisme Rakyat

Sisi Kelam Naruto Shippuden: Dari Marginalisasi Hingga Radikalisme Rakyat

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:45 WIB

Hercules Geruduk ATR/BPN, Desak KPK Tangkap Nusron Wahid

Hercules Geruduk ATR/BPN, Desak KPK Tangkap Nusron Wahid

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:18 WIB

Survei Matriks: Natalius Pigai dan Nusron Wahid Menteri Terburuk

Survei Matriks: Natalius Pigai dan Nusron Wahid Menteri Terburuk

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:42 WIB

Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK! Nusron Wahid Akhirnya Muncul di Sidang Kabinet Prabowo

Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK! Nusron Wahid Akhirnya Muncul di Sidang Kabinet Prabowo

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Sembunyi-sembunyi? MAKI Sebut Nusron Wahid Sudah Ngantor di ATR/BPN tapi Mobil Parkir di Belakang

Sembunyi-sembunyi? MAKI Sebut Nusron Wahid Sudah Ngantor di ATR/BPN tapi Mobil Parkir di Belakang

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK, DPR Sindir Nusron Wahid: Dulu Ksatria, Sekarang Berubah?

Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK, DPR Sindir Nusron Wahid: Dulu Ksatria, Sekarang Berubah?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Terkini

Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB

Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Diguyur Hujan Deras, Polisi Pukul Mundur Massa Demo Mahasiswa di Plaza UOB Dukuh Atas

Diguyur Hujan Deras, Polisi Pukul Mundur Massa Demo Mahasiswa di Plaza UOB Dukuh Atas

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Demo Ricuh di Jogja Meluas hingga Sirip Kepatihan

Demo Ricuh di Jogja Meluas hingga Sirip Kepatihan

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:31 WIB

Malioboro Mencekam! Demo Sumpah Pemuda Berujung Bentrok hingga Malam, Water Cannon Dikerahkan

Malioboro Mencekam! Demo Sumpah Pemuda Berujung Bentrok hingga Malam, Water Cannon Dikerahkan

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Tak Terbendung di Asia, Giliran Melbourne Victory jadi Korban Keganasan Persib Bandung

Tak Terbendung di Asia, Giliran Melbourne Victory jadi Korban Keganasan Persib Bandung

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:16 WIB

Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah

Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf ICE BSD 2026 Buka 120 Jam Nonstop

Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf ICE BSD 2026 Buka 120 Jam Nonstop

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

×