138 e-KTP Disiapkan untuk Kelompok Aliran Kepercayaan

Reza Gunadha | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Kamis, 05 April 2018 | 13:28 WIB
138 e-KTP Disiapkan untuk Kelompok Aliran Kepercayaan
Mendagri Tjahjo Kumolo [suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Kementerian Dalam Negeri akan menyiapkan sedikitnya 134 ribu lemba Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP), khusus untuk warga yang menganut aliran kepercayaan.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, ada 187 kelompok penghayat kepercayaan di Indonesia yang terdata oleh pemerintah.

"138 ribu sekian, dari 187 (kelompok penghayat kepercayaan) yang berada di 13 provinsi. Ini data dari Kemendikbud. Kalau enam agama yan sah ada di Depag. Misal kalau Islam itu ada 225 juta," ujar Tjahjo di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

Menurut Tjahjo, kelompok penghayat terbanyak berada di Jawa Barat, salah satunya Sunda Wiwitan.

Tjahjo mengimbau pada kelompok penghayat kepercaya dan warga yang belum memiliki e-KTP untuk segera membuat identitas.

"Kami mengimbau seluruh WN tanpa melihat agamanya apa, aliran kepercayaannya apa. Segera punya e-KTP," kata dia.

Ia menegaskan, tidak ada desain baru e-KTP khusus untuk kelompok penghayat kepercaya. Desain e-KTP, sama dengan yang sudah ada saat ini.

"Begini, sekarang kebanyakan ‘agama/kepercayaan’. Yang agama sah ditulis Islam, Kristen, Hindu, Budha. Kepercayaan kan ditulis apa. Tapi enam agama tadi mengatakan kalau ditulis ‘agama/kepercayaan’, agama itu bukan kepercayaan dan kepercayaan itu bukan agama," jelasnya.

"Tapi juga ada aliran kepercayaan yang mengatakan bahwa kepercayaan itu adalah agama dan keyakinan. Ini masalah administrasi, bahwa pemerintah wajib melindungi seluruh WNI apakah yang beragama atau berkepercayaan, yang penting punya keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Itu saja," jelas Tjahjo.

Tetapi, proses pembuatan e-KTP khusus untuk kelompok penghayat kepercaya baru akan dilakukan setelah Pilkada serentak 2018 selesai.

"Setelah pilkada. Toh yang aliran sebagian besar sudah ada KTP tapi kosong. Kami jemput bola di Badui A dan B itu dikosongkan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Besok Ada Peraturan Baru, Bikin e-KTP Tak Sampai 1 Jam!

Besok Ada Peraturan Baru, Bikin e-KTP Tak Sampai 1 Jam!

News | Rabu, 04 April 2018 | 18:33 WIB

Mendagri Usahakan Pemilih Pemula Bisa Nyoblos Meski Belum Ber-KTP

Mendagri Usahakan Pemilih Pemula Bisa Nyoblos Meski Belum Ber-KTP

News | Sabtu, 31 Maret 2018 | 20:11 WIB

SBY Diperiksa Penyidik Bareskrim Polri di Rumahnya

SBY Diperiksa Penyidik Bareskrim Polri di Rumahnya

News | Selasa, 20 Maret 2018 | 19:19 WIB

59 Ribu Warga Tangerang Terancam Tak Ikut Pilkada 2018

59 Ribu Warga Tangerang Terancam Tak Ikut Pilkada 2018

News | Senin, 19 Maret 2018 | 19:08 WIB

72 Juta KTP Elektronik Hilang? Mendagri: Hoaks

72 Juta KTP Elektronik Hilang? Mendagri: Hoaks

News | Senin, 19 Maret 2018 | 09:22 WIB

Terkini

Satgas PKH Buka Suara Soal Pertemuan Letjen Richard Tampubolon dengan Gubernur Sherly

Satgas PKH Buka Suara Soal Pertemuan Letjen Richard Tampubolon dengan Gubernur Sherly

News | Sabtu, 18 April 2026 | 08:10 WIB

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

News | Sabtu, 18 April 2026 | 00:03 WIB

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:55 WIB

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:38 WIB

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:27 WIB

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:13 WIB

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB