Terduga Teroris Sleman Tolak Minum Produk Aqua

Rizki Nurmansyah

Rabu, 08 Agustus 2018 | 06:36 WIB
Terduga Teroris Sleman Tolak Minum Produk Aqua
Awak media mendekati rumah Arif di Dusun Sribut Lor RT 06 RW 13 Desa Sendangtirto, Berbah, Sleman, Sabtu (4/8/2018). [Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi]

Suara.com - AS (45), terduga teroris yang ditangkap Densus 88, Sabtu (4/8/2018) lalu, menolak meminum air mineral produk Aqua. AS juga kerap menonton film tentang Suriah bersama rekan-rekannya.

Hal itu berdasarkan pengakuan sang adik, Lambang Widiantoro. Menurutnya, AS menolak meminum air mineral merek Aqua karena produk tersebut diproduksi oleh perusahaan asal Prancis, Danone.

Lambang mengetahui itu, setelah dia dimintakan tolong membelikan minuman untuk acara pengajian rutin setiap Sabtu sore, yang dilakukan AS bersama rekannya yang berjumlah sekitar 20 orang.

Baca Juga: Begini Kiat Pesilat Cantik Wewey Wita Usir Gugup Jelang Asian Games

Saat membawakan minuman produk Aqua, minuman tersebut langsung ditolak AS. Terduga teroris AS pun meminta Lambang mencarikan produk air mineral merek lain.

"Sabtu kadang pengajian yang datang 20-an orang, celananya cingkrang. Kalau Aqua enggak mau, kan produk Danone. Selain Aqua pokoknya, enggak mau kalau Aqua, enggak mau minum," kata Lambang saat ditemui di rumahnya di Dusun Srimbit Lor RT 05 RW 13, Desa Sendangtirto, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Selasa (7/8/2018).

Menurut Lambang, hanya produk kemasan Aqua saja yang ditolak. Selebihnya, AS dan rekan-rekannya menerima kemasan minuman merek apapun.

"Cuma Aqua doang yang enggak mau. Club mau," ujar Lambang.

Lambang juga menceritakan jika kakaknya sering menggunakan provider telekomunikasi Tri. Bahkan, rekan-rekan AS, dalam pengakuan Lambang, semuanya menggunakan nomor provider Tri.

Lambang Widiantoro, adik kandung terduga teroris AS, ditemui di kediamannya di Dusun Srimbit Lor RT 06/RW 013 Desa Sendangtirto, Sleman, Yogyakarta, Selasa (7/8/2018). [Suara.com/Somad]
Lambang Widiantoro, adik kandung terduga teroris AS, ditemui di kediamannya di Dusun Srimbit Lor RT 06 RW 013 Desa Sendangtirto, Sleman, Yogyakarta, Selasa (7/8/2018). [Suara.com/Somad]

Lambang mengungkapkan, pernah suatu waktu membelikan kartu perdana XL. Namun, ditolak mentah-mentah dan AS memaksa tetap ingin menggunakan kartu Tri.

"Semua kawannya pakai Tri, tahu (itu) dari kakak saya. Dulu saya belikan XL enggak mau, inginnya pakai Tri," ujar Lambang.

Dari kartu Tri itu kemudian banyak digunakan AS untuk mengirim pesan WA, bahkan menonotn film terkait dengan Suriah dan Palestina.

Menurut Lambang pemilihan kartu Tri selain karena murah, juga banyak gratisnya.

"Pernah melakukan pemutaran film Suriah, film Palestina ya pakainya kartu Tri. Modemnya juga pakai Tri, semuanya Tri," ungkap Lambang.

Baca Juga: Mengenal Simone Julia, Atlet Jiu Jitsu Blasteran Kanada - Indonesia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prabowo Pekik Tiga Kali 'Free Palestine', Lalu Peluk Hangat Dubes Palestina di Gontor

Prabowo Pekik Tiga Kali 'Free Palestine', Lalu Peluk Hangat Dubes Palestina di Gontor

News | Sabtu, 19 September 2026 | 13:10 WIB

Amerika Dikeroyok 152 Negara karena Kelakuan Diskriminasi ke Palestina di Sidang Umum PBB

Amerika Dikeroyok 152 Negara karena Kelakuan Diskriminasi ke Palestina di Sidang Umum PBB

News | Jum'at, 18 September 2026 | 13:16 WIB

AS Tolak Kasih VISA, Presiden Palestina Tetap Pidato di Majelis Umum PBB

AS Tolak Kasih VISA, Presiden Palestina Tetap Pidato di Majelis Umum PBB

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:41 WIB

Israel Senjatai AI ImiSight untuk Usir Warga Palestina di Tepi Barat

Israel Senjatai AI ImiSight untuk Usir Warga Palestina di Tepi Barat

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:13 WIB

Harga Bensin Tembus Rp 42 Ribu Per Liter, Krisis BBM di Depan Mata di Prancis

Harga Bensin Tembus Rp 42 Ribu Per Liter, Krisis BBM di Depan Mata di Prancis

News | Kamis, 17 September 2026 | 13:23 WIB

Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas

Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:07 WIB

Ekonomi Goyang dan Utang Segunung, Prancis Tak Tambah APBN 2027

Ekonomi Goyang dan Utang Segunung, Prancis Tak Tambah APBN 2027

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:21 WIB

Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina

Kementan Targetkan Ekspor 10.000 Ton Beras ke Palestina

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:06 WIB

Sunscreen Skin Aqua Tutup Putih Bisa Bikin Cerah? Cek Klaim dan Ulasan Penggunanya

Sunscreen Skin Aqua Tutup Putih Bisa Bikin Cerah? Cek Klaim dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 16:05 WIB

Jadwal Lengkap Pekan kedua Super League 2026/2027: Persija vs Persib Jadi Duel Paling Panas

Jadwal Lengkap Pekan kedua Super League 2026/2027: Persija vs Persib Jadi Duel Paling Panas

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 13:50 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×