Ketua BNP2TKI: Tak Benar, Pemerintah Tak Peduli Shinta Danuar!

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Minggu, 11 November 2018 | 07:33 WIB
Ketua BNP2TKI: Tak Benar, Pemerintah Tak Peduli Shinta Danuar!
Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, Direktur Pelayanan Pengaduan, Wisantoro, dan Wakil Kepala KDEI Taipei, Siswadi Tarigan, secara khusus mengunjungi Shinta Danuar di Heping Hospital Hsinchu, Sabtu (10/11/18). (Dok: Kemenpar)

Suara.com - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Nusron Wahid, menegaskan, akan memulangkan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Shinta Danuar ke Tanah Air. 

Masalah Shinta Danuar ramai, karena ada pihak tertentu yang membawa keluarga Shinta untuk menemui salah satu tim calon presiden (capres), yang kemudian seakan-akan pemerintah tidak mampu memulangkan. Tim capres tersebut akan memulangkan, karena pemerintah dianggap tidak mampu.

KDEI Taipei sendiri, secara rutin mengunjungi yang bersangkutan sebagai bentuk kepedulian, memantau kesehatan yang bersangkutan dan memastikan kebutuhannya terpenuhi sejak awal perawatan tahun 2015.

"Tidak betul, pemerintah tidak mampu memulangkan Shinta, apalagi mengulur-ulur. Pemerintah sanggup untuk memulangkan, namun menunggu notifikasi dari rumah sakit. Selama ini tidak dapat izin dari dokter yang merawat di rumah sakit," tegasnya.

Pemerintah, dalam hal ini di Taiwan, direpresentasikan KDEI Taipei, yang secara rutin mengunjungi yang bersangkutan secara berkala untuk melaporkan kondisi dan perkembangan terbaru Shinta ke instansi terkait di Indonesia.

Berdasarkan catatan KDEI Taipei, awal sakitnya Shinta terjadi pada 31 Desember 2014. Menjelang sore hari, yang bersangkutan tiba-tiba susah bernapas.

Pihak majikan langsung melarikannya ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter menyebut bahwa Shinta mengalami sakit yang diakibatkan oleh virus di sistem saraf tulang belakang.

Sejak saat itu, serangkaian tindakan medis telah dilakukan untuk mengupayakan kesembuhan Shinta. Sebagai informasi, yang bersangkutan masuk secara resmi ke Taiwan pada 13 Maret 2014, bekerja sebagai penjaga orang sakit (caregiver).

"Pemerintah akan memulangkan Shinta ke Tanah Air sesegera mungkin, agar dapat bertemu dengan keluarganya di Banyumas. Koordinasi sudah dilakukan dengan keluarga melalui ibu Shinta, Suriyah dan BP3TKI Semarang," ujar Nusron Wahid dari Taipei, Sabtu (10/11/2018).

Nusron berangkat ke Taipei untuk melakukan kunjungan kerja, melihat kondisi PMI pada umumnya dan Shinta pada khususnya. Jumlah PMI di Taiwan mencapai 264.031 orang, yang bekerja sebagai caregiver, ABK nelayan, PLRT, pekerja panti jompo/RS,  konstruksi dan manufaktur.

Pemerintah telah berupaya maksimal dalam monitoring perawatan Shinta, demikian juga majikan, agensi serta pihak P3MI.

"KDEI Taipei rutin melakukan kunjungan untuk memantau kondisi Shinta. Terakhir dilakukan pada 10 Oktober 2018, untuk memastikan rencana kepulangannya," ujar Siswadi, Wakil Kepala KDEI Taipei.

Berdasarkan pantauan, kondisi terakhir Shinta cukup stabil. Ia saat itu dalam kondisi sadar dan dapat berkomunikasi, meskipun suaranya terdengar berbisik. Secara umum, ia dapat merespons dengan baik setiap pertanyaan. Hal ini berdasarkan penjelasan tim medis Heping Hospital Hsinchu.

Nusron menyampaikan, saat ini, kondisi Shinta cukup stabil, dalam keadaan sadar, dapat berkomunikasi, dan merespons dengan baik setiap pertanyaan, meskipun terdengar berbisik. Hingga saat ini masih sangat tergantung dengan alat medis, sehingga masih ada kekhawatiran bila menempuh perjalanan jauh akan menimbulkan risiko tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akankah KPK Panggil Nusron Wahid Terkait Skandal Kuota Haji? Ini Penjelasan Jubir

Akankah KPK Panggil Nusron Wahid Terkait Skandal Kuota Haji? Ini Penjelasan Jubir

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:55 WIB

Diprotes Ulama, Prabowo Tetap Pertahankan Keanggotaan RI di Board of Peace, Mengapa?

Diprotes Ulama, Prabowo Tetap Pertahankan Keanggotaan RI di Board of Peace, Mengapa?

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 08:44 WIB

Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat

Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 18:36 WIB

Di Istiqlal, MUI Ingatkan Perusak Lingkungan Adalah Kejahatan Besar di Mata Al-Qur'an

Di Istiqlal, MUI Ingatkan Perusak Lingkungan Adalah Kejahatan Besar di Mata Al-Qur'an

News | Sabtu, 07 Februari 2026 | 11:55 WIB

Berdiri di Atas Tanah Kemenhan, Nusron Wahid Cabut HGU Raksasa Gula Sugar Group Companies

Berdiri di Atas Tanah Kemenhan, Nusron Wahid Cabut HGU Raksasa Gula Sugar Group Companies

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 19:20 WIB

Nusron Wahid: Ribuan Hektare Tanah Terlantar dan HGU Disiapkan Jadi Rumah Korban Bencana

Nusron Wahid: Ribuan Hektare Tanah Terlantar dan HGU Disiapkan Jadi Rumah Korban Bencana

News | Senin, 19 Januari 2026 | 18:58 WIB

Menteri Nusron Kucurkan Rp3,1 M, Terbitkan SK 'Tanah Musnah' untuk Korban Bencana Aceh

Menteri Nusron Kucurkan Rp3,1 M, Terbitkan SK 'Tanah Musnah' untuk Korban Bencana Aceh

News | Senin, 19 Januari 2026 | 18:53 WIB

Cak Imin Bicara soal Isu Pemakzulan di PBNU Usai Rapat, Nusron Wahid: Doakan Badai Cepat Berlalu

Cak Imin Bicara soal Isu Pemakzulan di PBNU Usai Rapat, Nusron Wahid: Doakan Badai Cepat Berlalu

News | Senin, 24 November 2025 | 17:51 WIB

Isu Pemakzulan Gus Yahya Menguat, Begini Reaksi Nusron Wahid Soal Polemik Internal PBNU

Isu Pemakzulan Gus Yahya Menguat, Begini Reaksi Nusron Wahid Soal Polemik Internal PBNU

News | Senin, 24 November 2025 | 17:12 WIB

Sertifikat Tanah Ganda Paling Banyak Keluaran 1961 Hingga 1997, Apa Solusinya?

Sertifikat Tanah Ganda Paling Banyak Keluaran 1961 Hingga 1997, Apa Solusinya?

Bisnis | Minggu, 16 November 2025 | 19:02 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB