Perangkap Thucydides dan Benarkah Kata Prabowo Militer Indonesia Lemah?

Reza Gunadha | Suara.com

Rabu, 03 April 2019 | 18:22 WIB
Perangkap Thucydides dan Benarkah Kata Prabowo Militer Indonesia Lemah?
Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto (kiri) dan patung Thucydides (kanan). [kolase Suara.com]

Dua orang militer berdebat mengenai hal tersebut. Cleon—jenderal perang Athena—menganjurkan mengerahkan pasukan untuk membumihanguskan Mytilene. Ia beralasan, invasi itu perlu dilakukan agar menjadi contoh bagi sekutu Athena lain untuk tidak memberontak.

Namun, argumentasi Cleon disanggah oleh Diodotus. Ia mengatakan, invasi itu tak perlu dilakukan. Sebagai alternatif, Athena harus merangkul serta menaruh orang-orangnya pada institusi militer dan pemerintah sipil Mytilene. Dengan begitu, sumber daya alam dan manusia di Mytilene bisa tetap aman dan digunakan untuk kepentingan peperangan Athena.

Sidang Athena lantas menerima argumen Diodotus, yang disebut-sebut sebagai praktik politik hegemoni alias penguasaan secara persuasif kali pertama dalam sejarah politik.

”Dengan demikian, Debat Mytilene dalam buku Thucydides itu hendak menyatakan bahwa Athena melakukan pendekatan lunak ketimbang militer untuk menguasai suatu negeri,” simpul Julia Kindt.

Namun, sisi lain Athena yang berbeda justru muncul dalam Dialog Melian. Dalam catatan Thucydides ini, para petinggi Athena ditampilkan dalam wajah pongah, angkuh. Mereka menggelar dialog demokratis mengenai ”Haruskan Melian (koloni Sparta) tetap dibiarkan damai atau tak diperangi dan tidak pula dimintakan upeti?”

Persoalan itu mengemuka setelah para petinggi Melian mengajukan permohonan damai dan menyampaikan sikap mereka yang netral alias tak memihak tatkala Athena berperang dengan Sparta.

Tapi, pemerintah Athena justru memutuskan hal yang mengejutkan melalui kalimat yang kerap dikutip Prabowo dalam sejumlah kesempatan.

Kalimat lengkapnya seperti ini:

”Standar keadilan bergantung pada kesetaraan kekuatan untuk memaksa, dan bahwa pada kenyataannya, yang kuat melakukan apa yang mereka bisa lakukan dengan kekuatannya. Sementara yang lemah menerima apa yang mereka bisa terima.” (Thucydides, 5:89)

Yang mungkin luput diketahui, atau tak disampaikan Prabowo saat debat adalah, kalimat tersebut tak bermakna positif pada Thucydides maupun para intelektual kekinian. Sebaliknya, Ia hendak menekankan negeri yang mengedepankan diktum tersebut justru bakal runtuh, seperti Athena ataupun Sparta.

Julia Kindt misalnya, mengasosiasikan kalimat  ”Yang kuat akan berbuat sekehendaknya yang lemah harus menderita” itu dengan kemunculan populisme kanan pada era kekinian seperti naiknya Donald Trump sebagai Presiden AS.

”Alur pemikiran (Thucydides) ini masih bergema. Khususnya sekarang, ketika populisme muncul kembali. Para politikus menyadari kekuatan kata-kata untuk memengaruhi sentimen publik dan pengambilan keputusan yang menyakitkan,” tulisnya.

Profesor Harvard Kennedy School, Graham Tillet Allison, dalam buku berjudul Destined for War: Can America and China Escape Thucydides’ Trap? (2017), bahkan memopulerkan istilah ”Thucydides Trap” alias ”perangkapThucydides”.

Bagi Allison, frasa ”Yang kuat akan berbuat sekehendaknya, yang lemah harus menderita”, justru merupakan perangkap yang harus dihindari oleh para politikus maupun petinggi militer kekinian.

Ia mengtakan, perangkap Thucydides itu adalah ”Sebuah situasi di mana pertumbuhan kekuatan suatu negara yang meningkat, justru menimbulkan ketakutan negara lain yang jauh lebih mapan, dan mau tak mau, ketakutan itu mengarah pada perang.” (Allison hlm Xv).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengasihan Tukang Cendol yang Dikantongi Prabowo saat Debat Lawan Jokowi

Pengasihan Tukang Cendol yang Dikantongi Prabowo saat Debat Lawan Jokowi

News | Selasa, 02 April 2019 | 14:03 WIB

Viral Usai Debat Pilpres: Tertawalah Sebelum Tertawa itu Dilarang Prabowo

Viral Usai Debat Pilpres: Tertawalah Sebelum Tertawa itu Dilarang Prabowo

News | Sabtu, 30 Maret 2019 | 23:32 WIB

Meme Pemerintahan Dilan Jokowi Langsung Viral di Media Sosial

Meme Pemerintahan Dilan Jokowi Langsung Viral di Media Sosial

News | Sabtu, 30 Maret 2019 | 23:13 WIB

Debat Dengan Prabowo, Jokowi: Sistem yang Baik dan Cepat Kurangi Korupsi

Debat Dengan Prabowo, Jokowi: Sistem yang Baik dan Cepat Kurangi Korupsi

News | Sabtu, 30 Maret 2019 | 23:05 WIB

Fesyen saat Debat: Jokowi Pekerja Zaman Now, Prabowo Gaya Lama

Fesyen saat Debat: Jokowi Pekerja Zaman Now, Prabowo Gaya Lama

News | Sabtu, 30 Maret 2019 | 22:53 WIB

Terkini

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:11 WIB

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:05 WIB

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:54 WIB

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:35 WIB

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:24 WIB

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:17 WIB

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:33 WIB

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB