4 Fakta Penyiksaan Napi Nusakambangan, Diseret hingga Kalapas Dicopot

Rendy Adrikni Sadikin, Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 03 Mei 2019 | 19:03 WIB
4 Fakta Penyiksaan Napi Nusakambangan, Diseret hingga Kalapas Dicopot
Bidik layar video aksi penganiayaan terhadap tahanan di Nusakambangan. (istimewa)

Suara.com - Aksi penyiksaan terhadap 26 narapidana atau napi narkotika yang dipindahkan dari Lapas Krobokan dan Lapas Bangli, Bali menuju ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah mendadak viral di media sosial. Para napi diperlakukan dengan tidak manusiawi dengan cara diseret dalam kondisi tngan terborgol.

Video tersebut dengan cepat beredar di media sosial. Banyak warganet yang menyayangkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh para petugas Lapas terhadap napi.

Berikut Suara.com merangkum sejumlah fakta di balik viralnya video kekerasan terhadap para napi.

1. Dipukul dan Diseret

Sedikitnya ada 26 napi yang dipindahkan dari Lapas Krobokan dan Lapas Bangli menuju ke Lapas Nusakambangan. Dalam proses pemindahan tersebut, tangan para napi diborgol dan wajahnya ditutupi menggunakan kaus yang mereka kenakan.

Beberapa di antaranya pun nyaris telanjang. Mereka pun diseret dan dipukul oleh para petugas saat memasuki kapal yang akan membawa mereka menuju ke Lapas Nusakambangan..

Beberapa napi pun tampak berjalan jongkok menuju ke dalam kapal. Petugas Lapas yang berada di sekitarnya tampak mengawasi, tak jarang napi tersebut pun dipukul dan diseret.

2. Aksi Tak Direncanakan

Aksi penyiksaan yang dilakukan oleh para petugas Lapas terhadap napi narkotika tersebut diklaim merupakan aksi yang tak direncanakan. Pasalnya, hal itu tidak masuk dalam SOP yang berlaku.

baca juga

"Dimungkinkan sebagai shock therapy kepada napi kasus narkoba seperti bandar, agar tidak melakukan pelanggaran tata tertib selama menjalani pidana di Lapas Narkotika Nusakambangan," ujar Kabag Humas Dirjenpas Kumham Ade Kusmanto.

Sebelum membawa rombongan napi pindah menuju Lapas Nusakambangan, Kalapas Narkotika Nusakambangan dan Kabid Kamtib Lapas Batu sebagai penanggungjawab satgas pengamanan penyeberangan telah mengumpulkan para petugas yang berjumlah 14 orang.

Keduanya memberikan arahan dan menjelaskan SOP yang berlaku, aksi penyiksaan diyakini tidak masuk dalam SOP yang diperintahkan.

3. Kalapas Dicopot

Buntut dari video viral aksi penyiksaan terhadap para napi narkotika, Dirjen Pemasyarakatan langsung menonaktifkan Kalapas Narkotika Nusakambangan. Saat ini posisi Kalapas Nusakambangan sudah digantikan oleh pelaksana harian dari Kabid Pembinaan Lapas Batu Irman Jaya.

"Saat ini Kalapas Narkotika Nusakambangan berinisial HM telah dinonaktifkan dari jabatannya," ungkap Ade Kusmanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sadis Tahanan Dipukuli dan Diseret, Kalapas Narkotika Nusakambangan Dicopot

Sadis Tahanan Dipukuli dan Diseret, Kalapas Narkotika Nusakambangan Dicopot

News | Jum'at, 03 Mei 2019 | 12:30 WIB

Video Tahanan Dipukuli di Nusakambangan, Komnas HAM: Itu Pelanggaran

Video Tahanan Dipukuli di Nusakambangan, Komnas HAM: Itu Pelanggaran

News | Jum'at, 03 Mei 2019 | 09:20 WIB

Sadis, Tahanan Kondisi Diborgol Diseret dan Dipukuli di Nusakambangan

Sadis, Tahanan Kondisi Diborgol Diseret dan Dipukuli di Nusakambangan

News | Kamis, 02 Mei 2019 | 18:01 WIB

Terkini

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:29 WIB

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:04 WIB

×