Diprotes Profesor Australia, Fadli Zon: Sudah Dipublikasi Wajar Dikutip

Reza Gunadha | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Senin, 17 Juni 2019 | 19:56 WIB
Diprotes Profesor Australia, Fadli Zon: Sudah Dipublikasi Wajar Dikutip
Fadli Zon. (Suara.com/Ria Rizky)

Suara.com - Profesor Australia Protes Dikutip Tim Hukum 02, Fadli Zon: Ya Sampaikan Saja

Fadli Zon, anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo – Sandiaga, meminta Tim Lindesy, Profesor sekaligus Guru Besar di Melbourne University Law School, menyampaikan langsung protes kepada kubunya.

Profesor Tim Lindsey memprotes Tim Hukum Capres Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno yang memakai karya ilmiahnya untuk mengajukan gugata sengketa hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi.

Pada sidang perdana MK yang digelar pada 14 Juni pekan lalu, salah satu anggota Tim Hukum Kubu 02, Denny Indrayana, menuding Capres petahana Jokowi otoriter.

Tudingan itu didasarkan pada artikel Tim Lindsey  berjudul Jokowi - Neo New Order. Namun Tim Lindsey mengakui kepada salah satu media setempat, artikel yang dibuatnya itu tidak memiliki hubungan dengan urusan pemilu.

"Iya itu bisa diungkapkan, misalnya kalau itu di luar konteks, kan bisa saja dia sampaikan," kata Fadli di Gedung Nusantara II, kompleks DPR RI, Senin (17/6/2019).

Lagipula menurutnya, pengutipan pernyataan terbuka dari seorang tokoh tersebut wajar dilakukan apabila patut digunakan pihak lain.

Apabila tidak berkenan untuk dikutip, menurutnya lebih baik tidak perlu mempublikasikan karyanya.

"Ucapan yang dipublikasikan saya kira sangat biasa untuk dikutip. Kalau dia enggak mau, ya enggak usah dipublikasikan,” tukasnya.

Untuk diketahui, Profesor Tim Lindsey merupakan pakar hukum Indonesia dari Melbourne University yang menulis karya berjudul 'Jokowi - Neo New Order'.

Namun, Tim Lindsey, yang sudah lama dikenal sebagai kritikus Prabowo, mengatakan kepada The Weekend Australia, artikelnya tidak ada hubungannya dengan dugaan pelanggaran pemilu.

Artikel tersebut ditulis Tim Lindesy pada 18 bulan sebelum pemungutan suara dan tak berkaitan dengan Pemilu 2019, melainkan tentang meningkatnya konservatisme politik di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Artikelnya Dikutip BPN, Profesor Australia Protes: Tak Sesuai Aslinya

Artikelnya Dikutip BPN, Profesor Australia Protes: Tak Sesuai Aslinya

News | Senin, 17 Juni 2019 | 17:14 WIB

Curigai Alasan BPN Minta Dilindungi LPSK Gimik, TKN: Memangnya Ada Saksi?

Curigai Alasan BPN Minta Dilindungi LPSK Gimik, TKN: Memangnya Ada Saksi?

News | Senin, 17 Juni 2019 | 15:38 WIB

Tim Hukum Prabowo Siapkan Senjata Pamungkas buat Kejutkan Sidang MK

Tim Hukum Prabowo Siapkan Senjata Pamungkas buat Kejutkan Sidang MK

News | Senin, 17 Juni 2019 | 13:31 WIB

BPN Minta MK Tak Batasi Jumlah Saksi, TKN: Jangan Obrak-Abrik Aturan!

BPN Minta MK Tak Batasi Jumlah Saksi, TKN: Jangan Obrak-Abrik Aturan!

News | Senin, 17 Juni 2019 | 12:50 WIB

Terkini

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:05 WIB

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:10 WIB

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:53 WIB

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:42 WIB

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:25 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB