Karhutla di Kalbar: 504.000 Warga Kena ISPA, Ekonomi Merugi Rp 220 Triliun

Agung Sandy Lesmana

Sabtu, 28 September 2019 | 11:30 WIB
Karhutla di Kalbar: 504.000 Warga Kena ISPA, Ekonomi Merugi Rp 220 Triliun
Ilustrasi. (Antara)

Suara.com - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Didi Haryono mengklaim sebanyak 504.000 warga terutama anak-anak terdampak ISPA akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di provinsi itu.

“Dari data kami dapat 504.000 orang terutama anak-anak terdampak ISPA. Tidak hanya itu hilangnya keragaman hayati serta terganggunya aktifitas ekonomi akibat pembatalan penerbangan baik internasional maupun domestik, di mana terjadi hampir di sebagian pulau besar Indonesia khususnya Sumatera, Jawa dan Kalimantan,” kata Didi Haryono di Pontianak, Sabtu (28/9/2019).

Didi juga menyampaikan, total kerugian ekonomi Indonesia akibat Karhutla mencapai Rp 220 triliun. Sebab, pada saat itu Kalbar merupakan salah satu dari enam provinsi penyumbang asap terbesar di Indonesia.

"Beberapa penekanan Pak Presiden antara lain bahwa kejadian Karhutla pada tahun 2015 dan tahun-tahun sebelumnya jangan sampai terulang kembali. Jumlah hotspot harus turun tiap tahunnya, lakukan pencegahan jangan sampai api besar baru bingung dipadamkan,” katanya

Kapolda menambahkan, Kalbar memiliki kondisi geografis yang memiliki bentangan 1 1/6 pulau jawa dengan luas wilayah 146.807,90 kilometer persegi meliputi luas daratan 110.000 kilometer persegi atau setara 74,93 persen terdapat lahan perkebunan dan pertanian, dan juga hamparan lahan gambut yang cukup luas di setiap wilayah Kalbar.

"Potensi geografis yang luas ini menjadikan sebuah potensi bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk membuka lahan dengan cara membakar,” katanya.

Menurutnya, sebaran hotspot di Kalbar berdasarkan pengolahan data lapan oleh BMKG, menyebutkan hotspot sepanjang bulan agustus 2019 terdapat sejumlah 7.655 titik panas di Kalbar. Yang di mana hotspot terbanyak terdapat di Kabupaten Ketapang yaitu sejumlah 2.126 titik panas dan Kabupaten Sanggau sejumlah 1440 titik panas. Sedangkan dari tanggal 1 September sampai dengan 23 September 2019 di Kalbar terdapat sebanyak 15.767 hotspot. Kabupaten Ketapang menjadi penyumbang terbesar dengan 8.652 titik panas.

“Pada 24 September 2019 sampai dengan 25 september 2019 kita bersyukur karena hampir di seluruh wilayah kalimantan turun hujan sehingga data menyebutkan hotspot di kalimantan berkurang secara signifikan menjadi hanya 34 titik panas,” kata Kapolda.

Sementara itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji, menjelaskan bahwa Kalbar memiliki luas sekitar 110.000 kilometer persegi dan mencakup kawasan hutan serta lahan perkebunan yang rentan mengalami kebakaran pada musim kemarau.

baca juga

"Memiliki lahan perkebunan dan pertanian, dan Kalbar juga memiliki hamparan lahan gambut yang cukup luas sehingga sangat rawan terbakar apabila memasuki musim kering atau kemarau," katanya.

Ia mengimbau penting sinergisitas semua pihak untuk bersama–sama menanggulanginya. Jika pada kejadian di tahun 2015 terjadinya Karhutla terbesar selama 5 tahun terakhir.

"Titik panas dua kali lipat banyaknya dibandingkan tahun 2015. Tapi dampaknya tidak sehebat di tahun 2015. Karena, lamanya api berada di satu titik itu juga hitungannya lebih cepat selesai dibandingkan dengan yang di tahun 2015," katanya. (Antara).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pilih Demo di Depan Istana, FPR: Kebakaran Hutan Tanggung Jawab Eksekutif!

Pilih Demo di Depan Istana, FPR: Kebakaran Hutan Tanggung Jawab Eksekutif!

News | Selasa, 24 September 2019 | 15:09 WIB

BNPB: Petugas Karhutla Kena ISPA karena Tak Gunakan Alat Sesuai Standar

BNPB: Petugas Karhutla Kena ISPA karena Tak Gunakan Alat Sesuai Standar

News | Senin, 23 September 2019 | 21:44 WIB

Biang Kerok Kebakaran Hutan dan Lahan, 52 Korporasi Disegel KLHK

Biang Kerok Kebakaran Hutan dan Lahan, 52 Korporasi Disegel KLHK

News | Senin, 23 September 2019 | 18:59 WIB

Kebakaran Hutan, 500 Warga Kalimantan Barat Gugat Perusahaan dan Negara

Kebakaran Hutan, 500 Warga Kalimantan Barat Gugat Perusahaan dan Negara

News | Sabtu, 21 September 2019 | 20:41 WIB

Perusahaan Sawit di Semitau Kalbar Disegel Polisi Terkait Karhutla

Perusahaan Sawit di Semitau Kalbar Disegel Polisi Terkait Karhutla

Bisnis | Jum'at, 20 September 2019 | 10:30 WIB

Polda Kalteng dan Tim KLHK Selidiki Kebakaran Lahan Milik Perusahaan Sawit

Polda Kalteng dan Tim KLHK Selidiki Kebakaran Lahan Milik Perusahaan Sawit

News | Jum'at, 20 September 2019 | 07:36 WIB

Terkini

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

×