Mungkin tidak bisa segera terwujud dalam waktu dekat, tapi siapa tahu kan?
“Pengin ke alun-alun Yogyakarta beli tempura sama ke panti asuhan.”—Husna, Yogyakarta
“Besok kalau corona ini berakhir, aku mau main ke tempat-tempat hiburan.”—Jati, Yogyakarta
“Aku cuma pengin lebih rajin kerjanya karena sekarang gara-gara corona ini pekerjaanku jadi terhambat. Orang-orang ribut WFH tapi orang lapangan mana bisa? Rakyat kecil mana bisa?”—Chika, Salatiga
“Jika corona ini berakhir, aku pengen nonton show-nya Pandji Pragiwaksono dan renang lagi di pemandian umum.”—Farah, Yogyakarta
“Kalau dari aku sih penginnya tetap menjaga kebersihan dan kesehatan. Kebiasaan-kebiasaan kayak cuci tangan, bersih-bersih, olahraga tetep dilakukan meskipun corona berakhir.”—Tria, Pemalang
“Aku mau mencari ketenangan. Mau nawarin ibuku juga untuk berangkat umroh.”—Adi, Batam
“Jujur aku pengin ganti karet behel karena kalau sekarang dari dokter gigi enggak mau nerima. Aku pengin nongkrong juga, pengin main, pengin pulang.”—Fita Nofiana, Wonosobo
![Ilustrasi.Foto dijepret Suara.com hari Rabu (19/12/2018). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]](https://media.suara.com/pictures/original/2018/12/20/97171-ilustrasi-kesepian-di-jakarta.jpg)
“Aku mau piknik tanpa khawatir menghirup udara bebas.”—Ifat, Yogyakarta
“Selepas pandemi corona, saya ingin mengajak istri dan anak-anak saya bertamasya ke kebun binatang.”—Rendy, Sleman setelah hijrah dari Jekardah
“Saya mau nonton Mooner lagi dan moshing di lapangan terbuka di konser Seringai.”—Dany, Yogyakarta
“Kalau corona berlalu saya ingin semakin rajin membantu ibu menyiram bunga dan menabung untuk naik haji.”—Reza, di sebuah desa
"Pengin ke bengkel beresin libom sambil ngecat ulang. Biar bini kagak rewel gara-gara cat libom.”—Uwin, di sebuah kompleks elite
“Pengin jadi orang kaya, soalnya masih sering ngutang sama orang."—Agung, sudut ibu kota yang indah
"Mau pake voucher nginep di hotel yang dapat dari kantor."—Bowo, L.A
“Saya ingin mudik bersama keluarga bertemu orang tua dan saudara di jogja.”—AS Bhuwana, Jakarta
“Kalo corona berakhir saya akan pamer baju baru, sepatu baru, tas baru yang selama ini hanya saya pakai di rumah saja."—Naba, Jakarta
"Pengin mudik ke Jogja dan meluk bapak ibu erat-erat dan traktir mereka makan"—Febby Skolastika, Tangerang
“Saya akan melajutkan bekerja setelah corona berakhir. Membuat perusahaan semakin maju dan berjaya di kancah dunia"—Ibrahim, karyawan militan dari Kadipaten Tangerang.
"Mengunjungi suami saya dan mertua tercinta ke London. Karena situasi saat ini adalah lockdown, border control semua ditutup dan penerbangan ditiadakan, maka tidak mungkin meninggalkan Jakarta saat ini atau kemarin. Patuh stay at home juga—CN Rafaela Madyaratri, somewhere
"Kalo corona sudah berakhir, saya akan tingkatkan ibadah saya kepada Allah karena saya masih dikasih umur panjang dan bisa melewati wabah corona"—Oke, di atas sajadah.
"Naik gunung, basket, ngopi-ngopi cantik, nongkrong, nongkrong, makan ayam penyet seberang kantor, nongkrong, nongkrong, pulang kampung"—Suci, gadis ting-ting yang sudah dua pekan terperangkap di indekos
"Pengin teriak makasih Tuhan, abis tu men PS sambil nyeruput whiskey."—Ki Bangun, petirahan Tambun
"Pengin sodakohin gaji bulan ini, soalnya gaji 2 bulan kemaren aja belom kepake-pake."—Iwan, juragan emas dan rental mobil dari Depok