Istri Tersangka Narkoba Tewas karena Corona, 48 Tahanan Polisi Dikarantina

Bangun Santoso
Istri Tersangka Narkoba Tewas karena Corona, 48 Tahanan Polisi Dikarantina
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias pada jumpa pers daring yang difasilitasi IJTI Sumbar. (Antara/IJTI Sumbar)

Perempuan yang diketahui tengah hamil 8 bulan itu dinyatakan meninggal positif virus corona, sementara sang suami dipenjara karena narkoba

Suara.com - Nasib miris dialami seorang warga Bukittinggi, Sumatera Barat dalam kondisi hamil delapan bulan yang terkonfirmasi positif virus corona baru atau COVID-19 meninggal dunia di RSUP M Djamil Padang pada Rabu (8/4/2020).

"Saya baru menerima informasi yang bersangkutan positif COVID'19 sore ini, pemakaman dilaksanakan di Kabupaten Agam sesuai dengan prosedur penanganan jenazah COVID-19," kata Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias di Padang, Rabu malam pada jumpa pers daring yang difasilitasi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatera Barat.

Menurut dia pada awalnya pasien tersebut pada Senin (6/4) mengalami kejang dan dibawa masyarakat ke salah satu rumah sakit di Bukittinggi.

Kemudian pada malam harinya kondisinya kurang baik akhirnya dikirim ke Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang.

Berdasarkan hasil lab dan pemeriksaan swab ternyata yang bersangkutan dinyatakan positif sore ini.

Pada sisi lain saat yang bersangkutan dilarikan ke rumah sakit pada Senin malam, suami yang bersangkutan juga ditahan di Polres setempat karena kasus narkoba.

Oleh sebab itu untuk mengantisipasi penyebaran pihaknya akan melakukan penelusuran riwayat kontak almarhumah dengan warga dan petugas medis.

"Termasuk dengan suami yang saat ini berada di dalam tahanan, saya sudah berkoordinasi dengan Polres setempat dan besok akan dilakukan tes swab atau pengecekan cairan tenggorokan," kata dia.

Berdasarkan info dari Kapolres, suami pasien berbaur dengan 48 tahanan lainnya sehingga perlu dilakukan isolasi.

"Apalagi pasien diangkat oleh masyarakat maka semua yang terlibat akan dilakukan isolasi mandiri termasuk petugas medis," ujarnya.

Ada 12 petugas medis yang diisolasi, termasuk masyarakat yang mendatangi rumahnya.

Terkait latar belakang pasien ini berasal dari keluarga sederhana dan masih akan ditelusuri riwayat kontak lebih jauh untuk memutus mata rantai.

Sumber: Antara

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS