IDI Desak Aparat Tindak Oknum Warga yang Tolak Jasad Perawat Positif Corona

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Minggu, 12 April 2020 | 16:00 WIB
IDI Desak Aparat Tindak Oknum Warga yang Tolak Jasad Perawat Positif Corona
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni membungkusnya menggunakan plastik. (FOTO ANTARA/Dok)

Suara.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama organisasi seprofesi mengecam keras respon oknum warga yang menolak jenazah perawat yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. IDI mendesak agar aparat menindak tegas oknum warga yang melakukan penolakan.

Sikap tersebut disampaikan oleh Pengurus Besar IDI melalui akun Twitter @PBIDI. IDI menegaskan sikap penolakan tersebut tidak pantas dilakukan terhadap seorang tim medis yang telah berjuang mempertaruhkan nyawa demi kemanusiaan.

"Kami meminta kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas oknum warga yang melakukan penolakan pemakaman jenazah tenaga kesehatan yang gugur dalam tugas di seluruh wilayah NKRI," tulisnya seperti dikutip Suara.com, Minggu (12/4/2020).

Sebelumnya, warga Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang menolak pemakaman jenazah perawat RSUP dr. Kariadi, Semarang yang positif corona dimakamkan di wilayah mereka. Mereka mengklaim tidak ingin wilayah mereka terkontaminasi virus corona.

IDI bersama dengan organisasi seprofesi lainnya yakni Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) mengecam keras aksi warga tersebut.

IDI juga meminta agar pemerintah dan aparat penegak hukum memberikan perlindungan, keselamatan dan kesehatan kerja pada seluruh tenaga medis yang telah berjuang berada di baris terdepan memerangi virus corona.

IDI memastikan jenazah perawat yang bertugas di RSUP dr. Kariadi, Semarang itu telah dilakukan perawatan dan pemulasaran sesuai dengan prosedur yang ditentukan.

"Tidak beralasan untuk menolak, memberikan stigma negatif yang berlebihan kepada almarhumah sejawat kami yang telah gugur sebagai pahlawan kemanusiaan," tegasnya.

Tiga Provokator Diciduk

baca juga

Dalang di balik aksi penolakan terhadap pemakaman perawat RSUP Kariadi yang dinyatakan Covid- 19 di TPU Siwakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang akhirnya terkuak.

Dalam kasus ini, polisi meringkus tiga orang lantaran dianggap berperan sebagai provokator.

"Tiga pelaku yang diamankan diduga menjadi provokator penolakan pemakaman jenazah kemarin," kata Direktur Resese Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jateng, Kombes Budi Haryanto saat dihubungi Suara.com, Sabtu (11/4/2020).

Ia menjelaskan, tiga orang yang ditangkap adalah THP (31), BSA (54) dan STM (60) yang diduga menjadi provokator. Tiga orang tersebut merupakan warga asli Sewakul, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenperin Tetap Pacu Pengembangan IKM di Tengah Pandemi Covid-19

Kemenperin Tetap Pacu Pengembangan IKM di Tengah Pandemi Covid-19

Bisnis | Minggu, 12 April 2020 | 15:37 WIB

PDUI Akui Tulis Surat Kelangkaan APD ke Jokowi; Maaf Bahasanya Nyeleneh

PDUI Akui Tulis Surat Kelangkaan APD ke Jokowi; Maaf Bahasanya Nyeleneh

News | Minggu, 12 April 2020 | 15:06 WIB

Dapat Laporan Banyak Pasien Sembuh Corona Tertular Lagi, Apa Tanggapan WHO?

Dapat Laporan Banyak Pasien Sembuh Corona Tertular Lagi, Apa Tanggapan WHO?

Health | Minggu, 12 April 2020 | 14:57 WIB

Pemkab Bantul Siapkan Tempat Tinggal Sementara Bagi Tenaga Medis COVID-19

Pemkab Bantul Siapkan Tempat Tinggal Sementara Bagi Tenaga Medis COVID-19

Jogja | Minggu, 12 April 2020 | 14:53 WIB

Tetap Menerima Pelanggan Selama Pandemi Corona, Tukang Cukur Ini Terinfeksi

Tetap Menerima Pelanggan Selama Pandemi Corona, Tukang Cukur Ini Terinfeksi

Health | Minggu, 12 April 2020 | 15:10 WIB

Viral Bocah Bobol Tabungan, Rela Tak Beli Sepeda demi APD Tenaga Medis

Viral Bocah Bobol Tabungan, Rela Tak Beli Sepeda demi APD Tenaga Medis

News | Minggu, 12 April 2020 | 14:57 WIB

Wakil Bupati Antar PSK Pulang Kampung karena Corona di Banyumas

Wakil Bupati Antar PSK Pulang Kampung karena Corona di Banyumas

Jawa Tengah | Minggu, 12 April 2020 | 14:36 WIB

Terkini

Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal UMKM hingga 2028, Ini Kata Menkop

Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal UMKM hingga 2028, Ini Kata Menkop

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Puluhan Jemaat Gereja di Indragiri Hulu Diduga Keracunan Makanan

Puluhan Jemaat Gereja di Indragiri Hulu Diduga Keracunan Makanan

Riau | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Bukan Cuma Merek dan Harga, Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Jam Tangan Pre-Owned

Bukan Cuma Merek dan Harga, Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Jam Tangan Pre-Owned

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Penasaran Kalahkan Persija Jakarta Racikan Shin Tae-yong, Pelatih Persik Rancang Strategi Khusus

Penasaran Kalahkan Persija Jakarta Racikan Shin Tae-yong, Pelatih Persik Rancang Strategi Khusus

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Harga Bitcoin Rawan Anjlok ke US$ 73.000? Ini Analisisnya

Harga Bitcoin Rawan Anjlok ke US$ 73.000? Ini Analisisnya

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Bahasa Daerah Vs Slang Internet: Apakah Identitas Lokal Gen Z Mulai Punah?

Bahasa Daerah Vs Slang Internet: Apakah Identitas Lokal Gen Z Mulai Punah?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal

Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal

Jakarta | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:57 WIB

DPRD Sumsel Desak Polisi Tindak 20 Korporasi Karhutla, Sejauh Mana Penyidikannya?

DPRD Sumsel Desak Polisi Tindak 20 Korporasi Karhutla, Sejauh Mana Penyidikannya?

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Polisi Gulung Jaringan Sabu Tambora Jakarta Barat Beserta Pengedar

Polisi Gulung Jaringan Sabu Tambora Jakarta Barat Beserta Pengedar

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar

Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar

Jatim | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:44 WIB

×