Dikritik, Raja Belanda Bakal Pensiunkan Kereta Kuda Bergambar Budak Jawa

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Minggu, 19 Juli 2020 | 16:10 WIB
Dikritik, Raja Belanda Bakal Pensiunkan Kereta Kuda Bergambar Budak Jawa
Kereta kencana milik Raja dan Ratu Belanda dengan lukisan berbau rasis dan kolonialisme di Indonesia. (Credit: Twitter@redfishstream).

Suara.com - Raja Belanda Willem-Alexander sedang mempertimbangkan untuk berhenti menggunakan kereta kuda kontroversial yang berisi gambar kolonial.

Menyadur Nusa Daily pada Minggu (19/07/2020), kereta bergambar Ratu Belanda yang duduk di singgasana dengan dua budak duduk di bawah dengan baju Jawa itu bernama Golden Koets.

Raja Willem mengakui bahwa kereta kuda itu menuai kontroversi, tapi pihaknya tak menyangkal jika kereta buatan 1898 itu bagian dari sejarah mereka.

"Kami mengikuti perdebatannya, saya memperhatikannya," kata Raja Willem-Alexander saat konferensi pers tahunan dengan media. Pada kesempatan itu, biasanya anggota Kerajaan Belanda berpose untuk foto tahunan resmi.

Kereta kencana milik Raja dan Ratu Belanda dengan lukisan berbau rasis dan kolonialisme di Indonesia. (Credit: Twitter@redfishstream).
Kereta kencana milik Raja dan Ratu Belanda dengan lukisan berbau rasis dan kolonialisme di Indonesia. (Credit: Twitter@redfishstream).

"Selama ada diskriminasi yang terlihat secara eksplisit dan implisit di Belanda, kami, sebagai bagian dari komunitas, harus melawannya," katanya.

Mereka juga mengatakan Gouden Koets sedang direstorasi sejak 2015 proses terus berlanjut hingga 2021. Karena hal itu juga, kereta belum bisa membawa raja ke tempat ia biasanya menyapa anggota parlemen setiap bulan September.

Raja Belanda mengatakan belum ada rencana untuk mengubah hiasan di gerbong kereta mereka denga alasan sejarah.

Kereta kencana milik Raja dan Ratu Belanda dengan lukisan berbau rasis dan kolonialisme di Indonesia. (Credit: Twitter@redfishstream).
Kereta kencana milik Raja dan Ratu Belanda dengan lukisan berbau rasis dan kolonialisme di Indonesia. (Credit: Twitter@redfishstream).

"Itu merupakan bagian dari warisan budaya kami, kami tidak ada menulis ulang sejarah dengan restorasi," ujar Raja Willem.

Setelah restorasi selesai, kita akan melihat seperti apa (kelanjutannya) lanjutnya.

Semenjak gerakan Black Lives Matter di Amerika Serikat, kereta kayu dan patung pahlawan abad ke-17 Belanda abad ke-17 menjadi objek utama perdebatan di negara ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Belanda Temukan Ruang Penyiksaan Tersembunyi, 6 Orang Ditangkap

Polisi Belanda Temukan Ruang Penyiksaan Tersembunyi, 6 Orang Ditangkap

News | Rabu, 08 Juli 2020 | 14:53 WIB

Bangunan Belanda di Lereng Merapi, Pesanggrahan Ini Jadi Wisata Angker

Bangunan Belanda di Lereng Merapi, Pesanggrahan Ini Jadi Wisata Angker

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2020 | 20:00 WIB

Dikecam Publik, Presiden Filipina Duterte Tetap Sahkan UU Antiterorisme

Dikecam Publik, Presiden Filipina Duterte Tetap Sahkan UU Antiterorisme

News | Jum'at, 03 Juli 2020 | 18:02 WIB

Terkini

Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!

Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 00:05 WIB

Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media

Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:11 WIB

Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:45 WIB

Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis

Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:32 WIB

Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!

Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:22 WIB

Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja

Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:06 WIB

Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah

Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:52 WIB

KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar

KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:38 WIB

KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:27 WIB

Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi

Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:15 WIB