KTT Uni Eropa Belum Temukan Solusi untuk Pembagian Dana Stimulus Pandemi

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Senin, 20 Juli 2020 | 19:02 WIB
KTT Uni Eropa Belum Temukan Solusi untuk Pembagian Dana Stimulus Pandemi
Ilustrasi Uni Eropa. (Shutterstock)

Suara.com - Pemimpin Uni Eropa belum menemukan solusi untuk kesepakatan dana stimulus virus corona. Menyadur DW pada Senin (20/07/2020), KTT ini berjalan alot hingga memakan waktu sehari lebih lama dari yang diagendakan.

Para pemimpin UE berselisih saat menyelesaikan pembagian dana stimulus senilai USD 2,1 triliun atau setara Rp 29.600 triliun. Dana stimulus ini bkl dipakai untuk pemulihan ekonomi negara anggota Uni Eropa pasca pandemi.

KTT yang dilaksanakan di Brussels ini dimulai pada hari Jumat dan rencananya akan dilangsungkan selama dua hari. Namun pertemuan berjalan alot sehingga KTT diperpanjang hingga Senin sore.

"Kadang-kadang malam tidak berjalan baik tapi saya merasa secara keseluruhan, kami membuat kemajuan," ujar Perdana Menteri Belanda Mark Rutte. "Kami sangat dekat dengan kegagalan," tambahnya. "Segalanya masih bisa berantakan."

Sementara itu, Kanselir Austria Sebastian Kurz mengatakan puas dengan putaran diskusi. "Negosiasi yang sulit baru saja berakhir dan kami sangat puas dengan hasil hari ini. Kami akan melanjutkan pada sore hari," katanya.

KTT Uni Eropa di Kantor Pusat Dewan Eropa, Brussels, Belgia. [Antara]
Kanselir Jerman Angela Merkel. [Antara]

Kanselir Jerman Angela Merkel memperingatkan pada hari Minggu bahwa para pemimpin Uni Eropa mungkin tidak mencapai kesepakatan tentang paket pemulihan ini.

Ini adalah hal baru bagi mereka karena anggaran jangka panjang untuk ekonomi Uni Eropa hancur terkena pandemi.

Para pemimpin belum sepakat tentang jumlah bantuan yang diberikan dalam bentuk hibah dan jumlah yang ditawarkan sebagai pinjaman.

Seorang diplomat yang tidak ingin disebutkan namanya membocorkan jumlah maksimum yang dapat diterima untuk negara-negara utara Eropa, yaitu Rp 5.600 triliun.

Sedangkan negara-negara selatan Eropa, termasuk Jerman dan Perancis mengajukan Rp 6.400 triliun.

Markas besar Uni Eropa. [Shutterstock]
Markas besar Uni Eropa. [Shutterstock]

Empat negara Eropa yang terkenal berhemat atau disebut 'Frugal Four' Belanda, Austria, Denmark, dan Swedia ngotot agar paket stimulus ini ditetapkan sebagi utang dan persayaratan diperketat agar anggota melakukan reformasi besar di pasar tenaga kerja.

Sementara itu, Jerman dan Perancis telah mendorong paket pinjaman dan subsidi yang ambisius kepada negara-negara anggota, dan telah berulang kali meminta kompromi.

Ketegangan memuncak saat Merkel dan Macron melakukan kasi walkout pada hari Sabtu. Macron bahkan mengulang aksi yang sama keesokan harinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

8 Panduan Menginap di Hotel saat New Normal, Ini Protokol Kesehatannya

8 Panduan Menginap di Hotel saat New Normal, Ini Protokol Kesehatannya

News | Senin, 20 Juli 2020 | 14:40 WIB

Ribut Masalah Virus Corona, Donald Trump Sebut Fauci Gelisah Berlebihan

Ribut Masalah Virus Corona, Donald Trump Sebut Fauci Gelisah Berlebihan

News | Senin, 20 Juli 2020 | 13:54 WIB

Thermo Gun Disebut Dapat Merusak Sel Otak, Betul atau Hoaks?

Thermo Gun Disebut Dapat Merusak Sel Otak, Betul atau Hoaks?

Health | Senin, 20 Juli 2020 | 12:38 WIB

Terkini

'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat

'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:25 WIB

Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua

Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:22 WIB

Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel

Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:45 WIB

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:15 WIB

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 20:14 WIB

Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:44 WIB

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:36 WIB

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:29 WIB

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:21 WIB

Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu

Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:06 WIB