Penelitian: Sekitar 21 Juta Ton Mikroplastik Mengapung di Samudra Atlantik

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Rabu, 19 Agustus 2020 | 14:41 WIB
Penelitian: Sekitar 21 Juta Ton Mikroplastik Mengapung di Samudra Atlantik
Ilustrasi sampah plastik. (BBC)

Suara.com - Ilmuan menemukan setidaknya ada 12 hingga 21 juta ton mikroplastik atau pecahan plastik yang sangat kecil, mengapung di Samudera Atlantik.

Menyadur BBC, Rabu (19/8/2020), jumlah plastik sebanyak puluhan ton tersebut disebutkan cukup untuk mengisi hampir 1.000 kapal peti kemas.

Hal ini diketahui dari penelitian yang dipimpin oleh Pusat Oseanografi Nasional Inggris dan temuannya dipublikasikan di jurnal Nature Communcations.

Para ilmuwan meneliti lapisan atas 200 meter (650 kaki) laut selama ekspedisi yang dilakukan disepanjang bagian tengah Atlantik.

Ketua penelitian Katsia Pabortsava, mengatakan muatan plastik dapat diketahui dengan mengukur massa partikel plastik yang sangat kecil di 5% bagian atas lautan.

Ilustrasi lautan sampah plastik
Ilustrasi lautan sampah plastik

Dari sini, para peneliti menemukan jumlah mikroplastik di Atlantik ternyata lebih banyak dari perkiraan senbelumnya.

"Sebelumnya, kami belum bisa menyeimbangkan jumlah plastik yang kami temukan di lautan dengan jumlah sebelumnya yang kami perkirakan," ujar Katsia.

"Itu karena kami tidak mengukur partikel terkecil," sambungnya.

Dalam ekspedisi yang dilakukan sepanjang Inggris hingga Kepulauan Falkland, Katsia dan rekannya mendeteksi per meter kubik air laut mengandung sekitar 7.000 partikel.

baca juga

Mereka kemudian menganalisis sampel untuk tiga polimer yang paling umum digunakan, dan paling sering dibuang yakni polietilen, polipropilen, dan polistiren, di mana ketiganya sering dipakai untuk plastik kemasan.

Dengan temuan ini, para peneliti berharap hasilnya dapat membantu upaya masa depan dalam mengukur kerusakan ekologi dan lingkungan yang mungkin disebabkan oleh pecahan plastik, dengan jumlah yang lebih akurat.

Ahli pencemaran plastik dari Universitas Manchester, Jamie Woodward mengatakan temuan tersebut mengonfirmasi penelitian sebelumnya, di mana beban mikroplastik di lautan jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan.

"Skala geografi dari penelitian ini sangat mengesankan," kaya Woodward.

"Kami sekarang perlu memahami dampak ekologis dari pencemaran ini di semua bagian lautan, karena mereka telah berada di lautan, di semua kedalaman untuk waktu yang lama," sambungnya.

Di tengah pandemi virus corona, beberapa kelompok lingkungan melaporkan masker wajah sekali pakai sekarang menjadi salah satu sampah yang paling umum di laut.

Susannah Bleakley dari organisasi amal Morecambe Bay Partnership yang mengoordinasikan pembersihan pantai, mengatakan pihaknya saat ini menemukan lebih banyak masker sekali pakai dair pada kantong plastik.

"Apa yang sebenarnya kami tanyakan adalah, sebanyak mungkin, dapatkan orang mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan apakah mereka dapat membuangnya secara bertanggung jawab," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SWI: Pengumpulan Sampah Plastik di DKI Jakarta Baru 4.525 Ton per Bulan

SWI: Pengumpulan Sampah Plastik di DKI Jakarta Baru 4.525 Ton per Bulan

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2020 | 14:23 WIB

Pertama Kalinya, Mikroplastik Ditemukan di Organ dan Jaringan Manusia

Pertama Kalinya, Mikroplastik Ditemukan di Organ dan Jaringan Manusia

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2020 | 09:03 WIB

Ngeri, Jumlah Sampah Plastik Diprediksi Meningkat Tiga Kali Lipat pada 2024

Ngeri, Jumlah Sampah Plastik Diprediksi Meningkat Tiga Kali Lipat pada 2024

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2020 | 13:25 WIB

Terkini

Cara Menata Uang di Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar

Cara Menata Uang di Dompet Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Kebakaran Gambut Jambi dan Perang Data: Citra Satelit vs Angka Resmi

Kebakaran Gambut Jambi dan Perang Data: Citra Satelit vs Angka Resmi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Apakah Jika Baterai Laptop Sudah Penuh Charger Harus Dicabut? Ini Penjelasannya

Apakah Jika Baterai Laptop Sudah Penuh Charger Harus Dicabut? Ini Penjelasannya

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:42 WIB

Mendengar 'Sambutlah' Denada: Saat Tren TikTok Bikin Lagu 90-an Candu Lagi

Mendengar 'Sambutlah' Denada: Saat Tren TikTok Bikin Lagu 90-an Candu Lagi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Bahas Gugatan Ijazah Gibran di MK, Anwar Usman: Itu Sepenuhnya Ranah MK!

Bahas Gugatan Ijazah Gibran di MK, Anwar Usman: Itu Sepenuhnya Ranah MK!

Video | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:24 WIB

Esensi Jeda: Bukan Hadiah setelah Lelah, tapi Bagian dari Menjalani Hidup

Esensi Jeda: Bukan Hadiah setelah Lelah, tapi Bagian dari Menjalani Hidup

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Phuwin Tangsakyuen Sukses Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Bikin Fans Ikut Sing Along

Phuwin Tangsakyuen Sukses Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Bikin Fans Ikut Sing Along

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:50 WIB

×