Media Asing Sebut Menkes Terawan Bertanggung Jawab atas Krisis Covid-19

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 23 September 2020 | 08:48 WIB
Media Asing Sebut Menkes Terawan Bertanggung Jawab atas Krisis Covid-19
Media asing sorot Menkes Terawan.[Asia Times]
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. (Suara.com/Novian)
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. (Suara.com/Novian)

Spesialis radiologi dan jenderal bintang tiga tersebut dituduh memperjuangkan apa yang disebut pengobatan "pencucian otak intra-arteri" untuk pasien stroke, yang dikenal sebagai "pencucian otak," yang belum terbukti secara ilmiah aman.

Dengan menggunakan angiografi pengurangan digital, yang biasanya merupakan alat diagnostik, Menkes Terawan justru menggunakan prosedur tersebut sebagai bentuk terapi, yang telah diterima secara luas oleh pasiennya karena tidak ada efek samping yang dilaporkan.

Dalam pembelaannya, Presiden Joko Widodo menyebut pengalaman Terawan dalam mengelola anggaran dan sumber daya manusia sebagai mantan direktur Rumah Sakit Tentara Gatot Subroto (RSPAD), yang kini menjadi salah satu rumah sakit utama yang merawat pasien virus corona yang sakit kritis.

Ironisnya, presiden juga mencatat kemampuan jenderal berusia 56 tahun itu dalam menangani penyakit endemik, sebuah klaim yang semakin mendapat sorotan selama enam bulan terakhir karena Indonesia berjuang keras untuk menahan penyebaran virus Covid-19.

Ketika membentuk Satgas Covid-19 Nasional April lalu, Presiden Jokowi memilih jenderal lain yakni Doni Monardo, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional, untuk memimpin badan tersebut dalam mosi tidak percaya pada menteri kesehatannya.

Pejabat yang terlibat dalam penanggulangan pandemi mengatakan mereka bingung mengapa Terawan tetap di posisinya, terutama setelah Presiden Jokowi marah pada pertemuan Kabinet Juni yang menyatakan baru sebagian kecil anggaran yang dicairkan.

"Ada perbedaan besar antara bekerja di rumah sakit dan di kementerian," kata seorang pejabat, yang ingat Menkes Terawan mengeluh kepada seorang anggota senior Kabinet bahwa dia tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari beberapa birokrat eselon atasnya.

Baru-baru ini, pensiunan jenderal Luhut Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Penanaman Modal, ditugaskan menangani pandemi di Jakarta dan provinsi terparah di Jawa Barat, Tengah, dan Timur, Bali, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan. dan Papua.

Irma Hidayana, seorang doktor kesehatan masyarakat dan salah satu pendiri Koalisi Komunitas untuk Covid-19, sebuah pusat pelaporan virus corona swasta, mengatakan jika Menkes Terawan telah melakukan pekerjaannya sejak awal, virus itu bisa dikendalikan.

baca juga
Menteri Kesehatan Terawan. (Muchlis Jr, Biro Pers Sekretariat Presiden & Shutterstock)
Menteri Kesehatan Terawan. (Muchlis Jr, Biro Pers Sekretariat Presiden & Shutterstock)

Media asal Hong Kong tersebut juga menyebutkan Menkes Terawan, sebagai seorang profesional medis, kehilangan rasa urgensi. Ketika Covid-19 menguasai kota Wuhan di China dan menyebar ke Asia Tenggara pada akhir Februari, tanggapan pertamanya adalah meminta orang Indonesia untuk berdoa.

"Jika ada negara lain yang memprotes pendekatan kami, biarkan saja," katanya, seraya mencatat bahwa Indonesia pada saat itu belum mencatat kasus resmi penyakit tersebut. "Ini adalah hak bangsa kita untuk mengandalkan Yang Mahakuasa."

Komentar Terawan yang menyebutkan bahwa lonjakan permintaan masker merupakan reaksi berlebihan dan bahwa tidak semua kasus dugaan virus corona di Indonesia telah diuji karena efisiensi anggaran juga menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan.

Kecurigaan mulai muncul bahwa upaya sedang dilakukan untuk meremehkan pandemi ketika data resmi tampaknya berbeda dari informasi yang diberikan - dan terkadang bocor - oleh rumah sakit pemerintah yang dijalankan oleh kementerian itu sendiri.

Bahkan saat ini, ada keraguan luas tentang angka resmi kementerian yang keluar setiap hari, beberapa ahli epidemiologi memperingatkan bahwa jumlah sebenarnya bisa lima atau bahkan 10 kali lebih besar.

Sementara itu, sedikit yang telah dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pengujian, yang masih jauh di bawah tes usap (PCR) 267.000 seminggu yang diperlukan untuk memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia 1.000 per satu juta populasi.

Sejumlah petugas kesehatan Dinkes Boyolali sata melakukan tes usap terhadapa pedagang ternak di Pasar Hewan Sunggingan Boyolali, Jateng, Selasa (8/9/2020). (Antara/Bambang Dwi Marwoto)
Sejumlah petugas kesehatan Dinkes Boyolali sata melakukan tes usap terhadapa pedagang ternak di Pasar Hewan Sunggingan Boyolali, Jateng, Selasa (8/9/2020). (Antara/Bambang Dwi Marwoto)

Terlepas dari upaya bersama, sejauh ini para jurnalis tidak dapat menentukan dana apa yang telah disisihkan oleh pemerintah pusat untuk pengujian atau untuk menemukan gangguan keuangan lainnya yang dapat memberikan petunjuk di mana letak prioritas pengeluaran.

Lebih dari 87,5 triliun rupiah dialokasikan untuk perawatan kesehatan dalam paket stimulus 695,2 triliun yang diumumkan Juni lalu. Tahun depan, jika semua berjalan sesuai rencana, pemerintah akan memiliki beban tambahan untuk membayar vaksin bagi sekitar 93 juta orang Indonesia pada skala sosial yang lebih rendah.

Ahli epidemiologi mengatakan penting bagi pemerintah untuk mengubah strategi dan memfokuskan semua sumber dayanya pada pengujian di zona merah di sembilan provinsi yang bersama-sama telah berkontribusi pada 177.000 kasus di seluruh negeri.

Jakarta memimpin dengan 60.000 kasus dan 1.500 kematian, diikuti oleh Jawa Timur dengan 40.000 kasus positif Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Media Asing Soroti Penanganan Tingginya Kasus Covid-19 di Jakarta

Media Asing Soroti Penanganan Tingginya Kasus Covid-19 di Jakarta

News | Rabu, 23 September 2020 | 05:45 WIB

6 Menkes Dipecat dan Mundur karena Gagal Mengatasi Covid-19

6 Menkes Dipecat dan Mundur karena Gagal Mengatasi Covid-19

News | Selasa, 22 September 2020 | 13:37 WIB

Luhut Ditunjuk Atasi Corona, Epidemiolog: Ini Pandemi, Seharusnya Menkes

Luhut Ditunjuk Atasi Corona, Epidemiolog: Ini Pandemi, Seharusnya Menkes

News | Jum'at, 18 September 2020 | 20:37 WIB

Terkini

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:55 WIB

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

×