Dihantam Gelombang Kedua Covid-19, Spanyol Umumkan Darurat Nasional

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Senin, 26 Oktober 2020 | 14:41 WIB
Dihantam Gelombang Kedua Covid-19, Spanyol Umumkan Darurat Nasional
Orang-orang yang memakai masker wajah berjalan di Burgos, Spanyol utara, pada 21 Oktober 2020. (AFP/Cesar Manso)

Suara.com - Pemerintah Spanyol mengumumkan status darurat nasional pada Minggu (25/10/2020), merespon meroketnya kasus infeksi dalam hantaman gelombang Covid-19 kedua.

Menyadur Channel News Asia, status darurat nasional di Spanyol berarti diberlakukannya jam malam dan melarang perjalanan antar daerah.

Langkah-langkah pencegahan tersebut akan berlaku mulai Minggu malam di seluruh negeri kecuali Kepulauan Canary yang tidak akan menerapkan aturan jam malam.

Status darurat nasional disebutkan akan berlaku hingga Mei 2021, dengan semakin banyak daerah yang meminta pemerintah untuk menerapkan langkah itu.

"Kami hidup dalam situasi ekstrim, ini adalah krisis kesehatan paling serius dalam satu abad terakhir," ujar Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, saat mengumumkan darurat nasional.

Peneliti Spanyol deteksi covid-19 hingga ke gorong-gorong. (BBC Indonesia)
Peneliti Spanyol deteksi covid-19 hingga ke gorong-gorong. (BBC Indonesia)

Dalam aturan baru, jam malam akan dimulai pada pukul 22.00, sementara tempat-tempat publik harus tutup pada 21.00 malam.

Sejumlah kota di Spanyol yang langsung menerapkan aturan jam malam sejak Minggu di antaranya, Catalonia, Cantabria dan La Rioja.

"Saya percaya bahwa dengan cara tertentu suatu tindakan harus diambil karena semuaya menjadi sedikit di luar kendali," kata seorang warga Catalonia yang menyambut baik aturan baru, Paula.

Sementara diberlakukan jam malam, Madrid juga membatasi aktivitas sosial dengan melarang pertemuan lebih dari enam orang.

baca juga

Putusan status darurat nasional Spanyol akan berfungsi sebagai kerangka hukum guna meneraptkan sistem peringatan baru, serupa dengan yang diterapkan di Jerman dan Prancis.

Seperti banyak negara Eropa lainnya, gelombang kedua telah melanda Spanyol dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan Worldometer, Senin (26/10), Spanyol telah mencatatkan total 1.110.372 kasus infeksi virus corona dengan 34.752 kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buaya Purba Berusia Enam Juta Tahun, Berenang dari Afrika ke Spanyol

Buaya Purba Berusia Enam Juta Tahun, Berenang dari Afrika ke Spanyol

Tekno | Senin, 26 Oktober 2020 | 08:30 WIB

Bantai Huesca 4-1, Real Sociedad Mantap di Puncak Klasemen Liga Spanyol

Bantai Huesca 4-1, Real Sociedad Mantap di Puncak Klasemen Liga Spanyol

Bola | Senin, 26 Oktober 2020 | 06:56 WIB

Kasus Covid-19 di Spanyol Tembus Satu Juta, Pertama di Eropa Barat

Kasus Covid-19 di Spanyol Tembus Satu Juta, Pertama di Eropa Barat

Health | Kamis, 22 Oktober 2020 | 15:20 WIB

Terkini

Kejaksaan Punya Personel Pengamanan Internal, Kenapa Libatkan TNI Jaga Rumah Jampidsus?

Kejaksaan Punya Personel Pengamanan Internal, Kenapa Libatkan TNI Jaga Rumah Jampidsus?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:41 WIB

Febrie Adriansyah Pastikan Tak Ada Proses Hukum yang Dihilangkan dalam Kasus Dugaan Korupsi Asabri

Febrie Adriansyah Pastikan Tak Ada Proses Hukum yang Dihilangkan dalam Kasus Dugaan Korupsi Asabri

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:34 WIB

LSAK Usul KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Batu Bara Pejabat Kejaksaan: Syarat Hukum Sudah Terpenuhi

LSAK Usul KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Batu Bara Pejabat Kejaksaan: Syarat Hukum Sudah Terpenuhi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:28 WIB

Pramono Kaji Tambah Penerima Kartu Layanan Gratis, Siapa Saja yang Dapat?

Pramono Kaji Tambah Penerima Kartu Layanan Gratis, Siapa Saja yang Dapat?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:19 WIB

Febrie Adriansyah Buka Suara, Bantah Punya Kafe di Cipete yang Digeledah Polisi

Febrie Adriansyah Buka Suara, Bantah Punya Kafe di Cipete yang Digeledah Polisi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:13 WIB

Ditinjau Gubsu Bobby Nasution dan Komisi VII DPR RI, PRSU Bakal Masuk Kalender Event Nasional

Ditinjau Gubsu Bobby Nasution dan Komisi VII DPR RI, PRSU Bakal Masuk Kalender Event Nasional

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 12:09 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi

Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:59 WIB

Dikaitkan dengan Kasus Blackout Sumatera, Jampidsus Febrie: Saya Tidak Paham Keterkaitannya

Dikaitkan dengan Kasus Blackout Sumatera, Jampidsus Febrie: Saya Tidak Paham Keterkaitannya

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:57 WIB

Usai Penggeledahan, Polda Metro Jaya Fokus Amankan Barang Bukti Bernilai Fantastis

Usai Penggeledahan, Polda Metro Jaya Fokus Amankan Barang Bukti Bernilai Fantastis

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:55 WIB

Membangun PLTS Saja Tidak Cukup: Bagaimana Mewujudkan Elektrifikasi yang Berkelanjutan di Indonesia?

Membangun PLTS Saja Tidak Cukup: Bagaimana Mewujudkan Elektrifikasi yang Berkelanjutan di Indonesia?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 11:48 WIB

×