Pemprov DKI Telat Kirim Dokumen Anggaran 2020, PSI Ungkit Kasus Lem Aibon

Senin, 09 November 2020 | 15:25 WIB
Pemprov DKI Telat Kirim Dokumen Anggaran 2020, PSI Ungkit Kasus Lem Aibon
PSI kritik Pemprov DKI. (Twitter/@p_winza)

Suara.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memprotes kinerja Pemprov DKI Jakarta yang telat memberi dokumen anggaran perubahan 2020.

Kekesalan itu diungkapkan Sekretaris Fraksi PSI Anthony Winza Probowo dalam sebuah video di akun Twitternya @p_winza.

"Pemprov telat kasih dokumen anggaran perubahan 2020, molor jauh dari deadline yg ditetapkan Permendagri, pembahasan di komisi pun rencananya hanya 2 hari, puluhan ribu halaman harus disortir ngebut, inikah smart budgeting ala Gubernur?" tulis Winza, Minggu (08/11/2020).

Dalam video itu, Winza menunjukkan ruang kerjanya yang disesaki dengan buku-buku anggaran ribuan halaman dari Pemprov DKI.

Sebanyak lebih dari empat buku dokumen tebal yang nampak serupa, dibedakan dengan tanda buku I, II, III, IV dan seterusnya.

PSI kritik Pemprov DKI. (Twitter/@p_winza)
PSI kritik Pemprov DKI. (Twitter/@p_winza)

"Ini ribuan halaman isinya angka-angka semua. Kita harus periksa satu per satu," kata Winza dalam videonya.

Seraya memperlihatkan sejumlah halaman dokumen yang berisi angka-angka, Winza menegaskan pemeriksaan itu bertujuan untuk menghindari adanya anggaran aneh.

"Seperti tahun lalu, kita ingat ada lem Aica Aibon," imbuhnya.

Winza mempersoalkan tenggat waktu pembahasan dokumen ribuan halaman itu hanya selama dua hari saja. Padahal, lanjut Winza, Permendagri sudah mengatur penyerahan dokumen itu maksimal bulan Agustus.

Baca Juga: Pemprov DKI Atur Acara Pesta Pernikahan: Larang Salaman dan Makan Prasmanan

"Kenapa Pak Gubernur bari menyerahkan kepada kami di akhir tahun? Katanya sistemnya sudah sangat smart. Apakah jangan-jangan smart menurut Pak Gubernur adalah ketika PSI gagal memiliki waktu yang cukup untuk meneliti ini semua supaya ini bisa ditanda tangani? Hanya Pak Gubernur tentunya yang bisa menjawab itu," pungkas Winza.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2019 silam, muncul kontroversi pengadaan lem aibon untuk 12 bulan atau 1 tahun dengan total anggaran tertulis sebesar Rp 82 miliar.

Ada pula beberapa pengajuan anggaran yang juga membengkak, salah satunya adalah anggaran untuk tim gubernur untuk percepatan pembanguan (TGUPP) yang naik dari Rp 7,5 Miliar menjadi Rp 26,5 miliar.

Saat itu setelah ramai dikritik, besaran anggaran ini direvisi menjadi Rp 21 miliar.

Simak video lengkapnya di sini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI