Dampak Tsunami Covid-19 di India, Krematorium Kerja 20 Jam Sehari

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Rabu, 21 April 2021 | 10:05 WIB
Dampak Tsunami Covid-19 di India, Krematorium Kerja 20 Jam Sehari
Ilustrasi kremasi (Shutterstock)

Suara.com - Lonjakan kasus virus corona di India turut meningkatkan angka kematian di negara itu dan membuat krematorium beroperasi nyaris tanpa jeda, 20 jam sehari.

Menyadur Al Jazeera Rabu (21/04), bagian logam dari pembakaran jenazah bahkan sampai meleleh terkena panas. Hal ini dibenarkan oleh salah satu pengelola krematorium di kota Surat.

"Kami bekerja sepanjang waktu dengan kapasitas 100 persen untuk mengkremasi jenazah tepat waktu," ujar Kamlesh Sailor.

Dengan penuhnya rumah sakit, oksigen serta obat-obatan menjadi barang langka. Sistem kesehatan mulai rusak dan beberapa kota besar melaporkan jumlah kremasi dan penguburan yang sangat tinggi di bawah protokol Covid-19.

Kasus harian Covid-19 di India sudah mundur dari titik puncak pada hari Selasa, tapi tetap di atas angka 200.000 untuk hari keenam berturut-turut.

Pembakaran kayu bakar atau kremasi pasien yang meninggal akibat virus corona di krematorium kota Surat [AFP]
Pembakaran kayu bakar atau kremasi pasien yang meninggal akibat virus corona di krematorium kota Surat [AFP]

Lonjakan angka kasus meningkat 259.170 selama 24 jam terakhir dengan rekor kematian mencapai 1.761, data kementerian kesehatan menunjukkan.

Secara resmi, hampir 180.000 orang India meninggal karena virus corona, 15.000 di antaranya bulan ini, meskipun beberapa percaya jumlah sebenarnya mungkin lebih tinggi.

Di Surat, krematorium Kurukshetra Sailor dan krematorium Umra telah mengkremasi lebih dari 100 jenazah sehari di bawah protokol Covid-19 selama seminggu terakhir.

Jumlah ini tentu jauh melebihi angka virus corona harian resmi yang menyebut korban tewas sekitar 25 orang sehari, menurut wawancara dengan pekerja.

baca juga

Prashant Kabrawala dari Narayan Trust, yang mengelola krematorium Ashwinikumar menolak memberikan jumlah jenazah yang diterima, tapi mengatakan kremasi di sana lebih besar tiga kali lipat dalam beberapa pekan terakhir.

"Saya telah secara teratur pergi ke krematorium sejak 1987, dan terlibat sehari-hari sejak 2005, tapi saya belum melihat begitu banyak mayat datang untuk kremasi selama bertahun-tahun ini."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tsunami Covid-19 di Los Angeles, 2 Orang Tewas Tiap Jam

Tsunami Covid-19 di Los Angeles, 2 Orang Tewas Tiap Jam

Sumbar | Minggu, 27 Desember 2020 | 15:50 WIB

Kota Ini Alami Tsunami COVID-19, Rumah Sakit Pesan Banyak Kantung Mayat

Kota Ini Alami Tsunami COVID-19, Rumah Sakit Pesan Banyak Kantung Mayat

Bogor | Minggu, 27 Desember 2020 | 14:45 WIB

Los Angeles Tsunami COVID-19 Jelang Tahun Baru, 2 Orang Tewas Tiap Jam

Los Angeles Tsunami COVID-19 Jelang Tahun Baru, 2 Orang Tewas Tiap Jam

News | Minggu, 27 Desember 2020 | 14:17 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×