Kisah Perempuan yang Lahir dari Perkosaan

Siswanto, BBC

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:14 WIB
Kisah Perempuan yang Lahir dari Perkosaan
BBC

Suara.com - Seorang perempuan yang lahir dari perkosaan dan memerlukan waktu sembilan tahun mencari keadilan agar bisa ayahnya dijebloskan ke penjara, meraih penghargaan bergengsi Emma Humphreys.

Perempuan Inggris yang meraih penghargaan ini hanya dikenal dengan nama Daisy, untuk melindungi identitas ibu yang melahirkannya.

Sang ibu diperkosa saat berusia 13 tahun oleh Carvel Bennett, 46 tahun yang lalu. Pada Juli lalu, Bennett dinyatakan bersalah oleh pengadilan di Birmingham dan dijatuhi hukuman penjara 11 tahun.

Penghargaan Emma Humphreys diberikan kepada Daisy untuk mengakui kerja kerasnya selama ini dalam mengakhiri kekerasan oleh laki-laki.

Daisy meyakini ia perlu bertahun-tahun menuntut keadilan karena warna kulit dirinya dan warna kulit sang ibu.

Padahal ibunya sudah mengatakan bahwa Bennett melakukan perkosaan yang membuatnya hamil. Namun, pihak berwenang tidak mengambil tindakan.

Baca juga:

Daisy akhirnya berjuang sendirian, termasuk mencari dan menelusuri alamat rumah Bennett.

Dalam wawancara dengan Birmingham Mail, Daisy menceritakan bagaimana ia melakukan penelusuran dan akhirnya bertemu dengan Bennett untuk pertama kalinya pada 2015.

baca juga

Dalam pertemuan ini, Daisy mendapatkan keterangan bahwa Bennett pernah diminta menjalani tes darah, semacam tes DNA, namun mengeklaim "tidak ada tindak lanjut setelah tes ini".

Daisy mengatakan kelambanan penanganan kasus dirinya karena faktor ras.

"Saya sungguh meyakini rasisme menjadi penyebab perlakuan terhadap ibu saya pada tahun 1970-an ... juga menjadi penyebab bagaimana pihak berwenang memperlakukan saya," katanya kepada surat kabar The Guardian.

Awalnya, ibunya tak bersedia kasus ini dibawa ke ranah hukum.

Ingin ada perubahan undang-undang

Polisi mengatakan kasus ini tak bisa dilanjutkan kalau ibu yang melahirkan dirinya tak memberi kesaksian, meski hasil tes DNA menunjukkan bahwa Daisy adalah anak Bennett.

Pada akhirnya ibunya bersedia memberikan kesaksian dan kasus ini pun bisa dibawa ke meja hijau.

Daisy sekarang aktif berkampanye mengubah undang-undang agar anak yang dilahirkan dari hasil perkosaan diakui sebagai korban kedua, bersama korban utama tindak kejahatan ini, yaitu ibu mereka.

Baca juga:

Ia mengatakan tidak tahu dinominasikan meraih penghargaan Emma Humphrey.

"Ini tentu adalah kehormatan [bagi saya]," kata Daisy.

Ia mengatakan kasus anak yang lahir dari perkosaan cenderung tidak banyak mendapatkan perhatian. Di sisi lain, kasus ini menjadi beban yang sangat berat bagi anak.

"Kami harus menerima rasa malu dan stigma dari tindak kekerasan yang melahirkan kami," katanya.

Selain berkampanye agar anak hasil perkosaan diakui sebagai korban kedua, Daisy juga mendesak agar dalam kasus ini, perempuan yang menjadi korban perkosaan tidak harus memberikan kesaksian, baik karena alasan trauma, hilang, atau meninggal dunia.

Daisy ingin hasil tes DNA cukup untuk menjadi dasar untuk menghukum pelaku perkosaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komnas Perempuan Ungkap Dalih Nakes dan Polisi Sungkan Edukasi Hak Aborsi Korban Perkosaan

Komnas Perempuan Ungkap Dalih Nakes dan Polisi Sungkan Edukasi Hak Aborsi Korban Perkosaan

News | Senin, 28 September 2026 | 15:22 WIB

Komnas Perempuan Catat 225 Kasus Pemaksaan Aborsi, 90,7% Pelakunya Pasangan intim

Komnas Perempuan Catat 225 Kasus Pemaksaan Aborsi, 90,7% Pelakunya Pasangan intim

News | Senin, 28 September 2026 | 14:46 WIB

Viral! Korban Perkosaan di Konawe Selatan Diminta Nikahi Pelaku Demi Citra Bupati

Viral! Korban Perkosaan di Konawe Selatan Diminta Nikahi Pelaku Demi Citra Bupati

Entertainment | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:15 WIB

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Vonis Gugatan atas Sangkalan Fadli Zon soal Perkosaan Massal 1998 Digelar 21 April

Vonis Gugatan atas Sangkalan Fadli Zon soal Perkosaan Massal 1998 Digelar 21 April

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:00 WIB

Kasus Berbalik Arah, Cinta Ruhama Amelz Kini Dilaporkan Usai Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual 2017

Kasus Berbalik Arah, Cinta Ruhama Amelz Kini Dilaporkan Usai Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual 2017

Entertainment | Selasa, 24 Februari 2026 | 09:41 WIB

Polda Metro Turun Tangan, Kombes Rita Janji Cek Kasus Perkosaan Konten Kreator Cinta Ruhama

Polda Metro Turun Tangan, Kombes Rita Janji Cek Kasus Perkosaan Konten Kreator Cinta Ruhama

News | Senin, 16 Februari 2026 | 17:05 WIB

Kreator Konten Cinta Ruhama Amelz Laporkan Kasus Pemerkosaan, Pelakunya Sahabat Suami

Kreator Konten Cinta Ruhama Amelz Laporkan Kasus Pemerkosaan, Pelakunya Sahabat Suami

Entertainment | Senin, 16 Februari 2026 | 16:15 WIB

Banyak Terjebak Praktik Ilegal, KemenPPPA: Korban Kekerasan Seksual Sulit Akses Aborsi Aman

Banyak Terjebak Praktik Ilegal, KemenPPPA: Korban Kekerasan Seksual Sulit Akses Aborsi Aman

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 19:02 WIB

RUU Penyesuaian Pidana: Korban Perkosaan Kini Dapat Akses Obat Aborsi Tanpa Dipidana

RUU Penyesuaian Pidana: Korban Perkosaan Kini Dapat Akses Obat Aborsi Tanpa Dipidana

News | Senin, 01 Desember 2025 | 16:15 WIB

Terkini

Mangkir dari Panggilan, Kejagung Jemput Paksa Eks Sekjen ESDM di Purbalingga Dini Hari

Mangkir dari Panggilan, Kejagung Jemput Paksa Eks Sekjen ESDM di Purbalingga Dini Hari

News | Senin, 28 September 2026 | 19:32 WIB

Jangan Asal Pilih Susu Anak, Dokter Gizi Ungkap Hal yang Jauh Lebih Penting dari Sekadar Harga!

Jangan Asal Pilih Susu Anak, Dokter Gizi Ungkap Hal yang Jauh Lebih Penting dari Sekadar Harga!

Health | Senin, 28 September 2026 | 19:32 WIB

Garap  Film Sejarah Emmy, Denny Siregar Pilih Beralih ke Sisi Kemanusiaan dan Cinta

Garap Film Sejarah Emmy, Denny Siregar Pilih Beralih ke Sisi Kemanusiaan dan Cinta

Entertainment | Senin, 28 September 2026 | 19:27 WIB

Mabes Polri Resmi Ambil Alih Kasus Dugaan Pidana Tenggelamnya KM Virgo Transport 8

Mabes Polri Resmi Ambil Alih Kasus Dugaan Pidana Tenggelamnya KM Virgo Transport 8

News | Senin, 28 September 2026 | 19:25 WIB

Bolehkah Air Mawar Dicampur Langsung dengan Serum Niacinamide? Ini Cara Pakai yang Benar!

Bolehkah Air Mawar Dicampur Langsung dengan Serum Niacinamide? Ini Cara Pakai yang Benar!

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 19:25 WIB

Cegah Ancaman Sampah Laut, Aksi Daur Ulang Kemasan Diperluas hingga Bali dan NTB

Cegah Ancaman Sampah Laut, Aksi Daur Ulang Kemasan Diperluas hingga Bali dan NTB

News | Senin, 28 September 2026 | 19:22 WIB

Suasana GBK Terkendali, Suporter Malaysia Merasa Lebih Aman Jelang Lawan Timnas Indonesia

Suasana GBK Terkendali, Suporter Malaysia Merasa Lebih Aman Jelang Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 19:16 WIB

Alasan PKB Patok Parliamentary Threshold 6 Persen di Revisi UU Pemilu

Alasan PKB Patok Parliamentary Threshold 6 Persen di Revisi UU Pemilu

News | Senin, 28 September 2026 | 19:12 WIB

Diklaim Tak Ada Pengunduran Diri Massal, 85% Manajer Kopdes Setuju Lokasi Kerja

Diklaim Tak Ada Pengunduran Diri Massal, 85% Manajer Kopdes Setuju Lokasi Kerja

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:11 WIB

Kembangkan Limbah Sabut Kelapa, Nasabah PNM Nyalakan Masa Depan Anak Putus Sekolah

Kembangkan Limbah Sabut Kelapa, Nasabah PNM Nyalakan Masa Depan Anak Putus Sekolah

Riau | Senin, 28 September 2026 | 19:10 WIB

×