facebook

Kritik Penamaan Ibu Kota Negara Baru, Natalius Pigai: Nusantara Itu Pagar Pemisah

Aprilo Ade Wismoyo
Kritik Penamaan Ibu Kota Negara Baru, Natalius Pigai: Nusantara Itu Pagar Pemisah
Mantan Komnas HAM Natalius Pigai. (Suara.com/Umay Saleh)

"Sebab itu, sejak zaman pergerakan, istilah Nusantara tersingkir karena Jawa-sentris," kata JJ Rizal.

Suara.com - Kata Nusantara baru-baru ini sedang trending dan menjadi perbincangan banyak pihak lantaran dipilih menjadi nama ibu kota baru Indonesia. Sejumlah pihak nampak keberatan dengan dipilihnya nama Nusantara karena dianggap Jawa-sentris.

Mealnsir Hops.id -- jaringan Suara.com, salah satu tokoh yang menyoroti kata Nusantara adalah aktivis kemanusiaan asal Papua, Natalius Pigai. Melalui unggahannya di Twitter, Pigai membagikan halaman depan tulisannya yang dibuat pada tahun 2020 lalu berjudul Paguyuban 'Nusantara' itu Orang Jawa (Natalius Pigai Membongkar).

Natalius Pigai mengatakan dia pernah menulis artikel ilmiah soal Nusantara. Pigai mengatakan, di Papua banyak orang mati gara-gara kata Nusantara.

Kemudian, dengan tegas Natalius Pigai mengatakan bahwa kata Nusantara itu adalah bagaikan pagar yang memisahkan antara Jawa-Hinduisme dengan suku-suku lain dan juga Islam yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Sah Jadi Nama IKN, Gus Muhaimin: Nusantara Punya Makna dan Sejarah Kuat

"2020 saya sudah nulis artikel ilmiah soal 'Nusantara'. Di Papua banyak orang dibunuh mati akibat kata 'Nusantara'. Nusantara itu pagar pemisah, disintegratif, separatis dan segregatif antara Jawa Hinduisme dan suku-suku lain dan juga Islam," cuit Pigai dikutip Hops.ID pada Rabu (19/1/2022).

Natalius Pigai mengatakan, artikel ilmiahnya soal Nusantara itu ditulis secara objektif dan bebas nilai.

Lebih lanjut, Pigai menuturkan, artikel itu ditulisnya untuk membantu penyelenggara negara meminimalisir konflik.

"Ini murni tulisan ilmiah, objektif dan bebas nilai. Tujuan tulisan ini membantu penyelenggara negara untuk meminimalisir konflik karena munculnya kelompok-kelompok milisi-milisi sipil yang didukung oleh otoritas negara yang menyebabkan kematian banyak orang di Papua," ujar Pigai.

Kata Nusantara memang sedang disorot belakangan ini usai dipilih menjadi nama ibu kota baru Indonesia yang terletak di Kalimantan Timur.

Baca Juga: WALHI: UU Ibu Kota Negara Baru Inkonstitusional Seperti Omnibus Law

Desain Ibu Kota baru Indonesia di Kaltim. [Istimewa]
Desain Ibu Kota baru Indonesia di Kaltim. [Istimewa]

Sejarawan JJ Rizal mengatakan, kata Nusantara sangat Jawa-sentris. Dipilihnya Nusantara juga dinilainya tidak mencerminkan usaha untuk menghilangkan jarak antara Jawa dan luar Jawa.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar