Tanah Lokasi Bom Bali Resmi Dijual untuk Taman Perdamaian

Siswanto, ABC

Selasa, 15 Februari 2022 | 11:55 WIB
Tanah Lokasi Bom Bali Resmi Dijual untuk Taman Perdamaian
Warga berdoa saat peringatan 19 tahun tragedi bom Bali di Monumen Bom Bali, Badung, Bali, Selasa (12/10/2021). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]

Suara.com - Hampir 20 tahun sejak peristiwa bom Bali, pemilik Sari Club (SC) setuju untuk menjual sebagian tanahnya untuk dijadikan taman perdamaian untuk mengenang para korban yang meninggal dunia.

Sukamto Tjia telah menandatangani perjanjian untuk menjual 560 meter persegi tanahnya, yang dulu merupakan lokasi Sari Club, seharga 45 miliar rupiah.

Mereka yang tertarik membeli harus membayar uang tersebut paling lambatakhir Maret tahun ini.

Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Scott Morrison sempat menawarkan dana untuk membeli tanah tersebut namun ketika dihubungi lagi, pihaknya mengatakan "proposal baru harus melalui proses formal dan dievaluasi dengan teliti".

Di tahun 2019, PM Morrison meminta Asosiasi Taman Perdamaian Bali (BPPA), yang mewakili penyintas dan korban pengeboman tersebut, untuk memberikan perkiraan harga tanah sebagai bahan pertimbangan.

Tanah tersebut sebenarnya sudah bertahun-tahun ingin dibeli oleh BPPA yang berlokasi di Perth. Namun, selain tidak memiliki uang yang cukup, mereka juga tidak pernah mencapai kesepakatan dengan pemilik.

Tetapi baru-baru ini, pendiri BPPA Dallas Jackson-Finn yang berseberangan pendapat dengan anggotanya, berhasil menegosiasikan harga atas nama para penyintas dan korban Bom Bali.

"

"Menyongsong 20 tahun peringatan peristiwa Bom Bali, saya pikir akan sangat signifikan bila tanah tersebut dijadikan taman daripada dibiarkan kosong," ujar pria Australia tersebut.

baca juga

"

Luas tanah yang dinegosiasikan ini lebih kecil dari keseluruhan luas tanah Sari Club seluas 700 meter persegi.

Dallas mengatakan sketsa desain taman tersebut pun sudah jadi dan jika berhasil dibeli, pembangunan taman tersebut bisa rampung tepat sebelum peringatan 20 tahun peristiwa Bom Bali pada bulan Oktober.

"Taman ini nantinya akan menjadi taman tropis yang indah," katanya.

Desain taman tersebut meliputi sebuah mural yang menceritakan kisah pengeboman dan sebuah 'sudut refleksi' di mana pengunjung dapat duduk dan mengenang mereka yang meninggal dunia.

Namun, masih tidak pasti apakah perjanjian tersebut akan didanai Pemerintah Australia.

Dorongan bagi Pemerintah Australia untuk membeli tanah

Hingga saat ini, masih belum jelas apakah PM Australia akan menepati tawarannya mendanai pembelian tanah seluruhnya atauhanya jaminan pembelian tanah sebesar 45 miliar rupiah.

Perdana Menteri Australia sebelumnya, Julia Gillard dan Kevin Rudd, pernah menawarkan pendanaan sehargaA$450,000 (Rp4 miliar), namun tidak diketahui apakah tawaranini masih berlaku.

Partai oposisi Australia mendorong pemerintah untuk mengalokasikan "danaanggaran secukupnya" dan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia serta pemangku kepentingan lainnya untuk membangun taman perdamaian tersebut sebelum peringatan 20 tahun.

Anggota partai buruh Luke Gosling mengatakan 88 warga Australia yang meninggal "dan mereka yang tidak terdata dalam peristiwa Bom Bali 2002 tidak boleh dilupakan".

"Peristiwa bom ini sangat mengenaskan," ujar Luke.

"Australia dan Indonesia punya sejarah panjang bersama dan pembangunan Taman Perdamaian Bali di Sari Club ini termasuk dalam kepentingan negara."

Juru bicara Departemen Luar Negeri Australia mengatakan pemerintah mendukung rencana untuk membangun taman perdamaian dan telah berhubungan dengan BPPA.

"BPPA mengatakan pada Pemerintah Australia bahwa asosiasi tersebut kini secara resmi sudah tutup," ujar juru bicara tersebut.

"BPPA telah mengurungkan niatnya untuk membeli tanah karena negosiasi yang tidak berujung dan telah menyatakan bahwa dana dari Pemerintah Australia tidak lagi dibutuhkan."

Pemilik tanah bantah tuduhan 'tamak'

Akhir tahun lalu, BPPA akhirnya berhenti berkomunikasi dengan pemilik tanah setelah bertahun-tahun bernegosiasi.

Mereka menuduh pemilik menjual dengan harga "yang tidak masuk akal", yakni miliaran dolar, dan lebih mahal dari harga pasaran yang sebenarnya.

"

"Kami tidak siap membayar harga lebih dari yang sudah kami tawar," ujar Keith Pearce, anggota BPPA yang anaknya selamat dalam peristiwa Bom Bali.

"

Tujuh teman Keith dalam Klub Sepak bola Kingsley meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

"Jadi kami memutuskan untuk membatalkan rencana pembelian tanah."

Keluarga pemilik Sari Club di Bali meminta kompensasi A$9 juta (Rp90 miliar) ditambah A$4.9 juta (Rp41 miliar) sebelum tanah itu bisa dijual.

Namun, pendiri BPPA, Dallas mengatakan pemilik berhak atas kompensasi tersebut bila melihat kerugian yang ditanggungnya setiap tahun sejak peristiwa Bom Bali 2002.

Menurutnya, sebelum COVID, dalam setahun pengusaha bisa memperoleh keuntungan setidaknya A$100,000 (Rp1 M) bila menjual tanah tersebut.

"Yang membuat saya frustasi adalah bagaimana asosiasi tersebut menganggapnya tamak, padahal faktanya tidak," katanya.

"Tawaran ini masuk akal. Sukamto Tjia adalah pengusaha. Kita harus memahami itu.

"Orang-orang ini tidak pernah tinggal atau bekerja di Indonesia, tidak punya pemahaman seberapa besar signifikansinya dan apa yang mereka alami."

Dallas mengatakan taman tersebut rencananya akan dibangun di seberang lokasi papan kenangan bertuliskan nama korban Bom Bali tahun 2002 yang meninggal di Sari Club dan Paddy's Bar.

Anak pemilik properti tersebut, Ronald Sukamto, menepis tuduhan bahwa pihaknya rakus karena menetapkan harga jual tinggi.

"

"Mudah untuk membandingkan Indonesia dengan Australia, namun bagi mereka yang menganggap kami rakus ... coba datang ke Bali dan lihat lokasinya," katanya.

"

"Dari situ, mungkin Anda akan mengerti seberapa besar potensi bisnis di sana dan apakah harga yang kami ajukan lebih tinggi dari harga pasaran."

Ronald Sukamto memperkirakan keluarganya telah rugi hingga $2 juta (Rp28 miliar) dari penjualan tanah Sari Club ke pihak pengembang.

"Kalau Anda tanya saya apakah kami sedih belum menerima pendapatan dari tanah ini selama 19 tahun terakhir, kami bukan sedih karena uangnya," ujar Ronald.

"Kami sedih karena ada banyak korban yang meninggal dunia, kami tidak pernah menghendakitragedi ini terjadi," ujarnya.

"Kami tentu saja tidak ingin hal ini terjadi di tanah kami, tapi memang sudah terjadi."

Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lorong Edukasi Museum BNPT: Melawan Radikalisme dengan Kekuatan Ingatan Sejarah

Lorong Edukasi Museum BNPT: Melawan Radikalisme dengan Kekuatan Ingatan Sejarah

News | Kamis, 03 September 2026 | 19:25 WIB

5 Fakta Umar Patek, Mantan Teroris Bom Bali yang Viral Kini jadi Barista

5 Fakta Umar Patek, Mantan Teroris Bom Bali yang Viral Kini jadi Barista

Entertainment | Kamis, 05 Juni 2025 | 15:54 WIB

Tio Pakusadewo Cerita Kedekatan dengan Pelaku Bom Bali 1: Dia Guru Ngaji Saya

Tio Pakusadewo Cerita Kedekatan dengan Pelaku Bom Bali 1: Dia Guru Ngaji Saya

Entertainment | Sabtu, 15 Februari 2025 | 08:45 WIB

Yusril Soal Pemulangan Hambali dari Penjara Guantanamo, Berpeluang Gagal Diadili di Kasus Bom Bali?

Yusril Soal Pemulangan Hambali dari Penjara Guantanamo, Berpeluang Gagal Diadili di Kasus Bom Bali?

News | Selasa, 21 Januari 2025 | 17:56 WIB

Cerita Horor Dian Sastro Saat Berada di Hotel Bali: Bisanya Doa Baru Al-Fatihah

Cerita Horor Dian Sastro Saat Berada di Hotel Bali: Bisanya Doa Baru Al-Fatihah

News | Senin, 18 Maret 2024 | 01:13 WIB

Rekam Jejak Pendidikan Abu Bakar Ba'asyir, Eks Napi Teroris Resmi Dukung Anies-Cak Imin?

Rekam Jejak Pendidikan Abu Bakar Ba'asyir, Eks Napi Teroris Resmi Dukung Anies-Cak Imin?

Lifestyle | Kamis, 18 Januari 2024 | 12:19 WIB

Peringatan 21 Tahun Peristiwa Bom Bali 1

Peringatan 21 Tahun Peristiwa Bom Bali 1

Foto | Jum'at, 13 Oktober 2023 | 08:51 WIB

Hambali, Otak Bom Bali 2002 Pekan Ini Disidang di Kamp Guantanamo

Hambali, Otak Bom Bali 2002 Pekan Ini Disidang di Kamp Guantanamo

News | Senin, 24 April 2023 | 20:27 WIB

Ucapan Sekjen PDIP Diduga Jadi Penyebab Utama FIFA Batalkan Piala Dunia U-20 Indonesia

Ucapan Sekjen PDIP Diduga Jadi Penyebab Utama FIFA Batalkan Piala Dunia U-20 Indonesia

News | Kamis, 30 Maret 2023 | 10:22 WIB

Eks Napiter Bom Bali I Diundang untuk Sosialisasikan Pergub Pencegahan Penanggulangan Radikalisme

Eks Napiter Bom Bali I Diundang untuk Sosialisasikan Pergub Pencegahan Penanggulangan Radikalisme

News | Rabu, 29 Maret 2023 | 09:57 WIB

Terkini

Harga BBM Hari Ini 1 Oktober 2026: Pertalite hingga Pertamax

Harga BBM Hari Ini 1 Oktober 2026: Pertalite hingga Pertamax

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Sidang Kasus Kuota Haji Hari Ini, Jaksa Hadirkan Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur

Sidang Kasus Kuota Haji Hari Ini, Jaksa Hadirkan Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:30 WIB

KPK Hadirkan Fuad Hasan Masyhur Dalam Sidang Korupsi Kuota Haji Hari Ini

KPK Hadirkan Fuad Hasan Masyhur Dalam Sidang Korupsi Kuota Haji Hari Ini

Sulsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:25 WIB

Gen Z Mulai Doyan Emas, Pembiayaan Konsumer BCA Syariah Tumbuh 34,69%

Gen Z Mulai Doyan Emas, Pembiayaan Konsumer BCA Syariah Tumbuh 34,69%

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:25 WIB

IHSG Dibuka Betah di Zona Merah ke Level 6.062

IHSG Dibuka Betah di Zona Merah ke Level 6.062

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:19 WIB

PT Asabri Ditipu Rp100 Miliar Dalam Proyek Kondotel Bali, Kok Bisa ?

PT Asabri Ditipu Rp100 Miliar Dalam Proyek Kondotel Bali, Kok Bisa ?

Bali | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:05 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Minyak dan Lemak Makanan di Baju yang Sudah Kering

7 Cara Menghilangkan Noda Minyak dan Lemak Makanan di Baju yang Sudah Kering

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Rob Diprediksi Rendam Pesisir Jakarta pada 1314 dan 2531 Oktober

Rob Diprediksi Rendam Pesisir Jakarta pada 1314 dan 2531 Oktober

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Ketika Guru Hadirkan Cara Baru Belajar Sains hingga Literasi, dari Bioplastik sampai AI

Ketika Guru Hadirkan Cara Baru Belajar Sains hingga Literasi, dari Bioplastik sampai AI

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:03 WIB

Bitget Klaim Cadangan Aset Pengguna Tembus 131%

Bitget Klaim Cadangan Aset Pengguna Tembus 131%

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:00 WIB

×