Ukraina Lawan Rusia dengan Molotov: Bagaimana Molotov Jadi Nama Bom Rakitan

Siswanto, BBC

Rabu, 23 Maret 2022 | 14:24 WIB
Ukraina Lawan Rusia dengan Molotov: Bagaimana Molotov Jadi Nama Bom Rakitan
BBC

Suara.com - Ribuan warga sipil di Ukraina memutuskan untuk bertempur bersama militer negaranya melawan invasi Rusia sejak 24 Februari lalu.

Pemerintah meminta rakyatnya untuk ikut angkat senjata karena militer Ukraina, meskipun salah satu yang terbesar di Eropa, jauh lebih kecil dari kekuatan Rusia.

Otoritas setempat lalu memberikan senjata kepada warga yang ingin membantu melindungi kota mereka - termasuk mengajari mereka cara membuat bom molotov.

Baca juga:

Bom molotov adalah sejenis bom rakitan yang dibuat dengan menuangkan bensin atau bahan yang mudah terbakar lainnya ke dalam botol. Kemudian secarik kain dimasukkan ke dalam botol sebagai sumbu. Ketika disulut dan dilempar ke arah lawan, botol akan pecah saat benturan dan api pun menjalar.

Kementerian pertahanan Ukraina membagikan instruksi di media sosial tentang cara menggunakan bom molotov untuk melawan kendaraan militer Rusia.

Siapa Molotov?

Bom rakitan ini memiliki asal-usul yang tidak biasa.

Nama Molotov berasal dari Vyacheslav Mikhailovich Molotov, seorang mantan menteri luar negeri Uni Soviet (USSR).

Molotov lahir pada tahun 1890 di sebuah keluarga kelas menengah di Rusia.

baca juga

Pada 1906, ia bergabung dengan faksi Bolshevik dalam Partai Buruh Demokrat Sosial Rusia (RSDLP).

Setelah revolusi yang menggulingkan tsar pada 1917, kelompok ini mengambil alih kekuasaan dan menjadi Partai Komunis Uni Soviet.

Molotov terus naik pangkat dan dua kali diangkat menjadi menteri luar negeri, antara 1939-1949 dan 1953-1956.

Pakta Molotov-Ribbentrop

Molotov juga terkenal karena pakta Molotov-Ribbentrop - pakta non agresi antara Uni Soviet dengan Jerman yang dikuasai Nazi pada 1939.

Perjanjian itu juga mengandung protokol rahasia yang baru diungkap setelah Nazi kalah pada 1945.

Menurut protokol ini, Uni Soviet dan Jerman akan membagi Polandia dan mendefinisikan lingkup pengaruh masing-masing di Eropa Timur, wilayah Baltik, dan Finlandia.

Pada September 1939, Jerman menginvasi Polandia, tahu bahwa langkah itu tidak akan memprovokasi Uni Soviet. Namun Inggris dan Prancis merespons dengan mendeklarasikan perang terhadap Jerman, yang memulai Perang Dunia Kedua. Beberapa hari kemudian, Uni Soviet juga menginvasi Polandia.

Pada November, Uni Soviet lalu menyerbu Finlandia, sehingga memicu peristiwa yang dikenal sebagai Perang Musim Dingin.

Karena konflik inilah bom Molotov menjadi terkenal.

Perang Musim Dingin dan bom rakitan

Waktu itu, Molotov berkata kepada radio Soviet bahwa Moskow tidak menjatuhkan bom ke Finlandia, namun mengantarkan makanan dan kebutuhan sehari-hari lewat udara kepada rakyat Finlandia yang kelaparan.

Orang Finlandia dengan nada sarkastis menyebut bom tandan yang digunakan Soviet untuk menyerang kota-kota di Finlandia itu sebagai "keranjang roti Molotov".

Dalam nada sarkastis yang sama, bom Molotov dinamakan demikian karena itu adalah 'minuman koktail' yang cocok dengan 'makanan' tersebut.

Mereka digunakan oleh rakyat Finlandia untuk menyerang kendaraan lapis baja Soviet.

Namun demikian, Perang Musim Dingin itu bukanlah konflik pertama ketika bom rakitan itu digunakan. Bom yang sama sebelumnya juga diandalkan saat Perang Saudara di Spanyol dari 1936 hingga 1939.

Dan sekarang, bom Molotov kembali jadi berita saat rakyat Ukraina menggunakan semua cara yang mereka bisa untuk memukul mundur pasukan Rusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jejak Ngeri F Alias Batak: Penggerak Pelajar Buat Rusuh, Bawa Sajam, hingga Incar Kantor Polisi

Jejak Ngeri F Alias Batak: Penggerak Pelajar Buat Rusuh, Bawa Sajam, hingga Incar Kantor Polisi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:43 WIB

Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov

Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Polisi Pamerkan 201 Molotov dan Puluhan Sajam Sitaan dari Kelompok Anarko

Polisi Pamerkan 201 Molotov dan Puluhan Sajam Sitaan dari Kelompok Anarko

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:47 WIB

Polda Metro Jaya Sita 201 Molotov dan Sajam dari 65 Anggota Kelompok Anarko

Polda Metro Jaya Sita 201 Molotov dan Sajam dari 65 Anggota Kelompok Anarko

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:02 WIB

Jelang Demo DPR, 65 Orang Diciduk Bawa 7 Jeriken Bensin hingga Ratusan Botol Molotov

Jelang Demo DPR, 65 Orang Diciduk Bawa 7 Jeriken Bensin hingga Ratusan Botol Molotov

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:40 WIB

Bukan Massa Mahasiswa, 21 Orang Bawa Petasan dan Diduga Molotov Dipulangkan

Bukan Massa Mahasiswa, 21 Orang Bawa Petasan dan Diduga Molotov Dipulangkan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:08 WIB

12 Petasan dan 6 Botol Kaca Molotov Disita Polisi Jelang Demo di Bundaran HI

12 Petasan dan 6 Botol Kaca Molotov Disita Polisi Jelang Demo di Bundaran HI

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi

Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm Perlindungan Anak di Era Digital

Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm Perlindungan Anak di Era Digital

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:41 WIB

Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm, Pakar Minta Sekolah Perkuat Ruang Dialog

Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm, Pakar Minta Sekolah Perkuat Ruang Dialog

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 20:43 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×