Kejamnya Rombongan Brigjen Hendra, Kematian Brigadir J Disebut Aib hingga Perlakukan Keluarga bak Teroris

Reza Gunadha | Elvariza Opita | Suara.com

Senin, 03 Oktober 2022 | 18:42 WIB
Kejamnya Rombongan Brigjen Hendra, Kematian Brigadir J Disebut Aib hingga Perlakukan Keluarga bak Teroris
Mantan Kepala Biro Pengamanan Internal Polri, Hendra Kurniawan. (Foto: Istimewa)

Suara.com - Brigjen Pol Hendra Kurniawan menjadi salah satu tersangka obstruction of justice di kasus pembunuhan Brigadir J. Hendra juga menjadi komando sekelompok Divisi Propam Polri yang menemui keluarga Brigadir J di Jambi.

Kedatangan Hendra dan rombongannya ternyata menyimpan cerita tersendiri, yang belakangan membuat publik ikut naik darah. Sebab mereka tiba-tiba merangsek masuk bahkan bersikap tak sopan di rumah Brigadir J yang masih berduka.

Diungkap ayah almarhum, Samuel Hutabarat, kala itu ia sedang di rumah tetangga. Suasana yang semula hening tiba-tiba dipenuhi teriakan dari dalam rumahnya akibat kedatangan Hendra dan rombongan yang memperlakukan mereka bak teroris.

"Tiba-tiba datang dari rombongan, entah dari mana itu, gruduk... gruduk... masuk ke dalam. Adik ipar saya beserta anak-anak ini menjerit, ketakutan. Seperti kami teroris saja dibikin," jelas Samuel, dikutip Suara.com dari kanal YouTube Uya Kuya TV, Senin (3/10/2022).

Menurutnya tidak ada yang tahu mereka kelompok polisi dari mana sebab datang tanpa pemberitahuan dan salam.

Cerita ini sejalan dengan yang disampaikan ibunda Brigadir J, Rosti Simanjuntak, di program ROSI besutan KOMPASTV. "Mereka membentuk pagar betis, mereka langsung menutupi, jangan ada yang memegang HP," ujar Rosti.

Saat itulah baru terungkap kalau mereka adalah rombongan Hendra dan diutus untuk menyampaikan kronologi kematian Brigadir J, yang tentu saja waktu itu masih menyesuaikan skenario Sambo.

"Gini lho Pak, kami datang ke sini untuk memberitahu kronologi kejadian," kata Rosti. "Bapaknya masih dengan sopan, walaupun mereka tidak sopan, memberikan kursi karena mereka semua tidak mau buka sepatu."

"Semua mereka masuk ke rumah (tetap memakai sepatu) karena menurut mereka rumah itu tidak layak bagi mereka," sambung Rosti. Bahkan ia sempat berdebat dengan Samuel yang masih bisa memperlakukan rombongan polisi arogan tersebut dengan sopan.

Perkara kronologi ini pun turut menciptakan luka tersendiri bagi Rosti. Sebab Hendra dengan lantang menyebut kematian Brigadir J sebagai aib, berkaitan dengan skenario terjadinya pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi.

Ibu Brigadir J, Rosti Simanjuntak, mengungkap perilaku Brigjen Pol Hendra Kurniawan dan rombongan saat mengunjungi rumah keluarga almarhum di Jambi. (YouTube/KOMPASTV)
Ibu Brigadir J, Rosti Simanjuntak, mengungkap perilaku Brigjen Pol Hendra Kurniawan dan rombongan saat mengunjungi rumah keluarga almarhum di Jambi. (YouTube/KOMPASTV)

"Brigjen Hendra menceritakan itu semua. Mereka menceritakan, ini kronologinya adalah sebenarnya aib gitu ngomongnya," tutur Rosti menirukan yang disampaikan Hendra.

"Jadi waktu itu si PC itu berteriak terus didengar Bharada E yang di atas turun. Terus Bharada bertanya, 'Ada apa Bang?' tapi almarhum tidak mau menjawab," sambungnya.

Lalu Hendra menceritakan terjadi baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E di tangga rumah Duren Tiga. Disebutkan saat itu Bharada E mampu mengelak dari semua tembakan Brigadir J, sementara Bharada E berhasil menembak almarhum sebanyak 5 kali hingga akhirnya meninggal dunia.

Namun belakangan terungkap skenario tersebut sengaja dirancang Sambo untuk menutupi keterlibatannya. Bahkan demi memuluskan skenarionya, Sambo sampai melakukan berbagai tindakan obstruction of justice seperti menghilangkan CCTV.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

41 Hari Mampu Menghindar dari Penahanan, Putri Candrawathi Sebenarnya Tak Selemah yang Diperlihatkan?

41 Hari Mampu Menghindar dari Penahanan, Putri Candrawathi Sebenarnya Tak Selemah yang Diperlihatkan?

News | Senin, 03 Oktober 2022 | 15:44 WIB

Cerdasnya Ferdy Sambo, Rela Wira-wiri dan Tembak Mati Brigadir J di Rumah Dinas demi Alasan Ini

Cerdasnya Ferdy Sambo, Rela Wira-wiri dan Tembak Mati Brigadir J di Rumah Dinas demi Alasan Ini

News | Senin, 03 Oktober 2022 | 15:47 WIB

Pelimpahan Tahap II Tersangka Pembunuhan Brigadir J ke JPU Diundur Lusa, Apa Alasan Polri?

Pelimpahan Tahap II Tersangka Pembunuhan Brigadir J ke JPU Diundur Lusa, Apa Alasan Polri?

| Senin, 03 Oktober 2022 | 11:52 WIB

Survei Penanganan Kasus Brigadir J: Publik Lebih Percaya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Ketimbang Institusi Bhayangkara

Survei Penanganan Kasus Brigadir J: Publik Lebih Percaya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Ketimbang Institusi Bhayangkara

Sumut | Senin, 03 Oktober 2022 | 10:08 WIB

Hari Ini Kejaksaan Agung akan Umumkan Status Penahanan Putri Candrawathi

Hari Ini Kejaksaan Agung akan Umumkan Status Penahanan Putri Candrawathi

| Senin, 03 Oktober 2022 | 06:21 WIB

Terkini

Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat

Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:49 WIB

Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!

Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:36 WIB

Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu

Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:15 WIB

Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta

Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:12 WIB

Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar

Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:00 WIB

Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci

Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:45 WIB

Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten

Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:26 WIB

Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal

Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:20 WIB

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:03 WIB

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:56 WIB