Puluhan Umat Tewas, Polisi Selidiki Insiden Berdesak-desakan di Festival Maha Kumbh

Bella | Suara.com

Kamis, 30 Januari 2025 | 20:50 WIB
Puluhan Umat Tewas, Polisi Selidiki Insiden Berdesak-desakan di Festival Maha Kumbh
Ilustrasi jenazah. (Unsplash)

Suara.com - Pihak berwenang India telah memerintahkan penyelidikan atas insiden berdesak-desakan yang terjadi di festival Hindu Maha Kumbh Mela pada hari Rabu (28/1), yang menyebabkan puluhan umat tewas saat jutaan orang berkumpul untuk melakukan berendam suci di pertemuan tiga sungai suci. Insiden ini terjadi di tengah acara keagamaan yang berlangsung selama enam minggu tersebut.

Menurut laporan kepolisian, sebanyak 30 orang tewas dan 90 orang mengalami luka-luka akibat insiden ini. Namun, sumber lain melaporkan kepada Reuters bahwa jumlah korban tewas hampir mencapai 40 orang.

Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa insiden terjadi akibat dorongan kuat menuju sungai, yang mengakibatkan para penyembah saling bertumpukan. Sementara itu, saksi lain menyatakan bahwa penutupan akses menuju air menyebabkan kepadatan yang ekstrem, sehingga banyak orang pingsan karena kehabisan napas.

Menanggapi tragedi ini, Kepala Menteri negara bagian Uttar Pradesh, Yogi Adityanath, mengumumkan bahwa pemerintah telah membentuk komisi yudisial yang beranggotakan tiga orang untuk menyelidiki insiden tersebut.

"Komisi Yudisial akan menyelidiki seluruh masalah ini dan menyerahkan laporannya kepada pemerintah negara bagian dalam batas waktu tertentu," ujarnya dalam konferensi pers pada Rabu malam.

Para pejabat melaporkan bahwa lebih dari 76 juta orang telah berpartisipasi dalam ritual suci di pertemuan sungai Gangga, Yamuna, dan Saraswati di Prayagraj pada hari yang sama hingga pukul 8 malam waktu setempat. Sejak festival dimulai dua minggu lalu, hampir 280 juta orang telah menghadiri acara tersebut, termasuk pejabat pemerintah, pengusaha, dan selebritas.

Maha Kumbh Mela, yang diadakan setiap 12 tahun sekali, diperkirakan akan menarik sekitar 400 juta umat pada tahun 2025. Festival ini merupakan salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia, jauh melampaui jumlah peserta ibadah haji di Arab Saudi yang mencapai 1,8 juta orang pada tahun lalu.

Bagi umat Hindu yang taat, ritual berenang di pertemuan tiga sungai suci diyakini dapat menghapus dosa dan memberikan keselamatan dari siklus kelahiran dan kematian. Pencelupan suci dilakukan setiap hari selama festival, tetapi terdapat beberapa hari tertentu yang dianggap sangat sakral dan disebut sebagai pencelupan kerajaan. Rabu merupakan salah satu hari tersebut, dengan tiga hari pencelupan kerajaan lainnya masih akan berlangsung sebelum festival berakhir.

Tragedi ini menimbulkan kritik dari berbagai pihak, termasuk pemimpin oposisi yang menuding adanya kesalahan manajemen dalam pengaturan kerumunan. Media lokal juga menyoroti perlunya perencanaan yang lebih baik untuk menghindari insiden serupa di masa depan. Surat kabar Hindustan Times dalam editorialnya menekankan bahwa lebih banyak personel harus dikerahkan dan perencanaan yang lebih baik diperlukan dengan memanfaatkan sumber daya darat serta teknologi modern. Mereka juga menegaskan bahwa tragedi semacam ini tidak boleh terulang dalam pencelupan kerajaan yang akan datang.

Dengan insiden ini, perhatian kini tertuju pada upaya pemerintah dalam memperbaiki sistem pengelolaan kerumunan guna memastikan keselamatan jutaan umat yang masih akan menghadiri festival Maha Kumbh Mela dalam beberapa minggu mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penampakan Rip Current Pantai Selatan Yogya dari Satelit, Bisa Seret Korban hingga Tewas

Penampakan Rip Current Pantai Selatan Yogya dari Satelit, Bisa Seret Korban hingga Tewas

Tekno | Kamis, 30 Januari 2025 | 19:52 WIB

Minta WNI Tak Tergiur Janji Manis Sindikat Perdagangan Orang, Prabowo: Jangan Mau Dibohongi!

Minta WNI Tak Tergiur Janji Manis Sindikat Perdagangan Orang, Prabowo: Jangan Mau Dibohongi!

News | Kamis, 30 Januari 2025 | 19:50 WIB

WNI Tewas Ditembak di Malaysia, Prabowo Wanti-wanti Masyarakat Tak Nekat Ikut Penyeludupan Ilegal: Risikonya...

WNI Tewas Ditembak di Malaysia, Prabowo Wanti-wanti Masyarakat Tak Nekat Ikut Penyeludupan Ilegal: Risikonya...

News | Kamis, 30 Januari 2025 | 19:30 WIB

Klaim Langsung Dibahas ke PM Anwar Ibrahim, Prabowo Yakin Malaysia Investigasi Kasus WNI Tewas Ditembak

Klaim Langsung Dibahas ke PM Anwar Ibrahim, Prabowo Yakin Malaysia Investigasi Kasus WNI Tewas Ditembak

News | Kamis, 30 Januari 2025 | 18:41 WIB

Siapa Salwan Momika? Pria Asal Irak Pembakar Al-Quran yang Tewas Ditembak!

Siapa Salwan Momika? Pria Asal Irak Pembakar Al-Quran yang Tewas Ditembak!

News | Kamis, 30 Januari 2025 | 18:32 WIB

Belasan Orang Tewas di Hari Paling Penting Festival, PM India Ungkap Hal Ini

Belasan Orang Tewas di Hari Paling Penting Festival, PM India Ungkap Hal Ini

News | Kamis, 30 Januari 2025 | 15:32 WIB

HIVI!, Wijaya80 dan Lomba Sihir Siap Meriahkan HarmoniEST Party

HIVI!, Wijaya80 dan Lomba Sihir Siap Meriahkan HarmoniEST Party

Entertainment | Kamis, 30 Januari 2025 | 15:02 WIB

Hampir 40 Orang Tewas Akibat Penyerbuan di India

Hampir 40 Orang Tewas Akibat Penyerbuan di India

News | Kamis, 30 Januari 2025 | 05:15 WIB

Desak-desakan Maut di Kumbh Mela India, 15 Jemaah Tewas Terinjak-injak

Desak-desakan Maut di Kumbh Mela India, 15 Jemaah Tewas Terinjak-injak

News | Rabu, 29 Januari 2025 | 17:53 WIB

Kiss of Life akan Tampil di Festival Musik Terbesar Eropa 'Sziget Festival'

Kiss of Life akan Tampil di Festival Musik Terbesar Eropa 'Sziget Festival'

Your Say | Rabu, 29 Januari 2025 | 15:54 WIB

Terkini

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:45 WIB

3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar

3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:45 WIB

Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat

Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:40 WIB

Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS

Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:38 WIB

Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam

Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:36 WIB

Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun

Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:36 WIB

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan

Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:16 WIB

Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam

Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12 WIB

Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?

Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:03 WIB