Zelensky Tegaskan Kebebasan Ukraina Tidak untuk Dijual di Tengah Ketegangan dengan Trump

Bella | Suara.com

Selasa, 04 Maret 2025 | 05:05 WIB
Zelensky Tegaskan Kebebasan Ukraina Tidak untuk Dijual di Tengah Ketegangan dengan Trump
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy saat terlibat cekcok dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval. (tangkapan layar/x)

Suara.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Minggu (2/3) menegaskan kembali bahwa kebebasan negaranya tidak untuk dijual setelah konfrontasinya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih. Pernyataan ini disampaikan Zelensky kepada wartawan di Inggris setelah menghadiri pertemuan puncak dengan para pemimpin Eropa di London dan pertemuan pribadi dengan Raja Charles III di Sandringham.

Dalam komentarnya, Zelensky menilai bahwa pertikaiannya dengan Trump dan Wakil Presiden JD Vance pada Jumat (28/2) di Ruang Oval tidak membawa dampak positif bagi hubungan kedua negara. Insiden tersebut bahkan berujung pada keputusannya untuk meninggalkan Gedung Putih lebih awal dan membatalkan konferensi pers yang sebelumnya dijadwalkan.

Meskipun demikian, Zelensky menyatakan kesiapannya untuk menandatangani kesepakatan mineral AS-Ukraina dan mengonfirmasi bahwa timnya terus berkomunikasi dengan pihak Trump mengenai perjanjian tersebut.

"Ada komunikasi, meskipun tidak langsung dengan saya," ujarnya.

Zelensky juga mengulangi klaimnya bahwa ia siap mengundurkan diri jika hal itu dapat mempercepat keanggotaan Ukraina di NATO.

"Saya dapat ditukar dengan NATO. Jika itu yang diperlukan, maka saya telah memenuhi misi saya," tegasnya.

Sementara itu, Zelensky menolak mengomentari langsung usulan gencatan senjata satu bulan yang diajukan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Ia hanya menyatakan bahwa dirinya mengetahui semuanya terkait inisiatif tersebut. Namun, ia menekankan bahwa kesepakatan damai harus memastikan Rusia tidak memiliki peluang untuk kembali menginvasi Ukraina.

"Gencatan senjata saja tidak cukup. Ini bisa menjadi jebakan jika tidak ada jaminan keamanan," katanya.

Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa Eropa berada di persimpangan sejarah dalam menghadapi konflik ini.

Usai pertemuan dengan 18 pemimpin Eropa, ia menyebut bahwa beberapa negara telah menyatakan kesediaannya untuk mengerahkan pasukan ke Ukraina jika terjadi gencatan senjata, meskipun ia tidak menyebutkan secara spesifik negara-negara tersebut.

Starmer juga menekankan pentingnya keterlibatan Amerika Serikat dalam upaya perdamaian ini.

"Saya yakin kita dapat membawa AS kembali ke jalurnya dan berpihak pada rencana perdamaian Eropa. Ukraina, Eropa, Inggris, dan AS harus bersama-sama menuju perdamaian abadi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Tegaskan AS Tak Perlu Khawatir Berlebihan terhadap Putin

Trump Tegaskan AS Tak Perlu Khawatir Berlebihan terhadap Putin

News | Senin, 03 Maret 2025 | 15:22 WIB

Trump: Khawatirkan Kriminal, Bukan Putin! Pernyataan Kontroversial Picu Ketegangan Baru

Trump: Khawatirkan Kriminal, Bukan Putin! Pernyataan Kontroversial Picu Ketegangan Baru

News | Senin, 03 Maret 2025 | 15:20 WIB

Prancis dan Inggris Usulkan Gencatan Senjata Satu Bulan di Ukraina

Prancis dan Inggris Usulkan Gencatan Senjata Satu Bulan di Ukraina

News | Senin, 03 Maret 2025 | 15:01 WIB

Zelenskyy Klaim Tidak Mudah untuk Menggantikannya Menjadi Presiden Ukraina

Zelenskyy Klaim Tidak Mudah untuk Menggantikannya Menjadi Presiden Ukraina

News | Senin, 03 Maret 2025 | 13:31 WIB

AS Makin Dekat Tinggalkan NATO, Perang Rusia-Ukraina Makin Panas?

AS Makin Dekat Tinggalkan NATO, Perang Rusia-Ukraina Makin Panas?

Bisnis | Senin, 03 Maret 2025 | 10:12 WIB

Inggris Guyur Ukraina Rp30 Triliun untuk Rudal

Inggris Guyur Ukraina Rp30 Triliun untuk Rudal

News | Senin, 03 Maret 2025 | 10:06 WIB

Rupiah Sedikit Berotot Lawan Dolar AS Senin Pagi

Rupiah Sedikit Berotot Lawan Dolar AS Senin Pagi

Bisnis | Senin, 03 Maret 2025 | 09:59 WIB

Konflik Trump-Zelenskyy Picu Krisis Pemasokan Bahan Bakar bagi Militer AS di Norwegia

Konflik Trump-Zelenskyy Picu Krisis Pemasokan Bahan Bakar bagi Militer AS di Norwegia

News | Senin, 03 Maret 2025 | 09:54 WIB

Rusia Ejek Zelenskyy Usai Perdebatan Sengit dengan Donald Trump: Babi Kurang Ajar!

Rusia Ejek Zelenskyy Usai Perdebatan Sengit dengan Donald Trump: Babi Kurang Ajar!

News | Senin, 03 Maret 2025 | 09:05 WIB

Dari Mimpi Polwan Hingga Letkol AD Amerika: Kisah Inspiratif Rosita Baptiste, Perempuan Batak Penakluk Negeri Paman Sam

Dari Mimpi Polwan Hingga Letkol AD Amerika: Kisah Inspiratif Rosita Baptiste, Perempuan Batak Penakluk Negeri Paman Sam

Video | Senin, 03 Maret 2025 | 11:05 WIB

Terkini

Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?

News | Minggu, 26 April 2026 | 06:00 WIB

Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia

Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia

News | Minggu, 26 April 2026 | 00:01 WIB

Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia

Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia

News | Sabtu, 25 April 2026 | 22:05 WIB

Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 21:05 WIB

Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029

Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029

News | Sabtu, 25 April 2026 | 20:12 WIB

Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR

Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR

News | Sabtu, 25 April 2026 | 19:50 WIB

PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota

PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota

News | Sabtu, 25 April 2026 | 19:10 WIB

Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik

Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:40 WIB

Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!

Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:19 WIB

Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK

Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:15 WIB