Bumi Makin Panas karena Emisi Gas Rumah Kaca, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

M. Reza Sulaiman

Kamis, 29 Mei 2025 | 06:48 WIB
Bumi Makin Panas karena Emisi Gas Rumah Kaca, Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Ilustrasi Matahari - Bumi Makin Panas (Pixabay)

Suara.com - Memasuki musim kemarau, cuaca panas dan suhu tinggi diprediksi akan terjadi di hampir seluruh bagian dunia.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) merilis proyeksi iklim terbaru yang menunjukkan tren suhu global akan tetap tinggi selama periode 2025 hingga 2029.

Meski bukan kabar baru, informasi ini memperkuat pentingnya mempercepat upaya adaptasi dan mitigasi iklim secara berkelanjutan.

Dalam laporannya, WMO menyatakan bahwa suhu rata-rata tahunan bumi pada lima tahun mendatang diperkirakan akan meningkat antara 1,2°C hingga 1,9°C dibandingkan suhu rata-rata pada masa pra-industri (1850–1900). Selain itu, terdapat peluang sebesar 70 persen bahwa suhu global akan melampaui ambang batas 1,5°C selama periode tersebut.

“Sepuluh tahun terakhir adalah dekade terpanas yang pernah tercatat. Sayangnya, laporan terbaru ini belum menunjukkan arah penurunan suhu dalam waktu dekat,” ujar Ko Barrett, Wakil Sekretaris Jenderal WMO, dilansir ANTARA, Kamis (29/5/2025).

Menurutnya, kondisi ini berpotensi memengaruhi ekosistem, perekonomian, dan keseharian masyarakat di berbagai belahan dunia.

Pemanasan Global dan Jejak Emisi

Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyebut peningkatan suhu global terutama dipicu oleh emisi gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer.

Sumber utama emisi ini berasal dari pembakaran bahan bakar fosil untuk transportasi dan energi, aktivitas industri berat, pertanian dan peternakan intensif, serta deforestasi yang masif.

baca juga

Karbon dioksida (CO2) dari sektor energi dan industri menjadi kontributor terbesar. Sementara itu, metana (CH4) dan dinitrogen oksida (N2O), yang dihasilkan dari peternakan dan penggunaan pupuk, turut memperparah efek rumah kaca. Gas-gas ini memerangkap panas di atmosfer dan menyebabkan suhu bumi terus meningkat.

Beberapa faktor alami, seperti variasi radiasi matahari dan letusan gunung berapi, memang ikut memengaruhi suhu global dalam jangka panjang.

Namun, para ilmuwan sepakat bahwa peningkatan suhu yang cepat dalam beberapa dekade terakhir tidak bisa dijelaskan tanpa mempertimbangkan pengaruh aktivitas manusia.

Wilayah Kutub dan Tropis Jadi Sorotan

Sementara itu, Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) mengatakan dampak pemanasan tidak merata secara geografis. Arktik diperkirakan mengalami pemanasan hingga 2,4°C, lebih dari tiga kali lipat rata-rata global.

Wilayah ini juga akan mengalami penurunan signifikan es laut, terutama di Laut Barents, Laut Bering, dan Laut Okhotsk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Udara Bersih Kini Langka dan Tak Lagi Gratis di Tengah Asap Polusi

Udara Bersih Kini Langka dan Tak Lagi Gratis di Tengah Asap Polusi

Health | Rabu, 28 Mei 2025 | 17:02 WIB

PLN Indonesia Power Bidik 5,2 GW Energi Panas Bumi

PLN Indonesia Power Bidik 5,2 GW Energi Panas Bumi

Bisnis | Rabu, 28 Mei 2025 | 15:28 WIB

Sering Terlupakan, Dampak Krisis Iklim Terhadap Kesehatan Mental Juga Perlu Diperhatikan

Sering Terlupakan, Dampak Krisis Iklim Terhadap Kesehatan Mental Juga Perlu Diperhatikan

Health | Rabu, 28 Mei 2025 | 13:49 WIB

Terkini

Bawa Modal Rp800 Juta Demi 1 Kg Sabu, Pengedar Asal Gunung Batu Diringkus Polres Cimahi

Bawa Modal Rp800 Juta Demi 1 Kg Sabu, Pengedar Asal Gunung Batu Diringkus Polres Cimahi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:33 WIB

Kejagung Rotasi Pejabat, Rinaldi Umar Ditunjuk Jadi Direktur Penyidikan Jampidsus

Kejagung Rotasi Pejabat, Rinaldi Umar Ditunjuk Jadi Direktur Penyidikan Jampidsus

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:29 WIB

Dibatalkan Sepihak Usai Daftar Ulang, Orang Tua Siswa SMAN 1 Cileungsi Lapor Dedi Mulyadi

Dibatalkan Sepihak Usai Daftar Ulang, Orang Tua Siswa SMAN 1 Cileungsi Lapor Dedi Mulyadi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:26 WIB

Tak Sekadar Bersih-Bersih, Mandi Kini Jadi Ritual Relaksasi untuk Jaga Kesehatan Mental

Tak Sekadar Bersih-Bersih, Mandi Kini Jadi Ritual Relaksasi untuk Jaga Kesehatan Mental

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:22 WIB

Babak Pertama Final AFF Women's Cup 2026: Timnas Putri Indonesia Unggul 1-0

Babak Pertama Final AFF Women's Cup 2026: Timnas Putri Indonesia Unggul 1-0

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:17 WIB

BRI Dukung BKKBN Salurkan Bantuan Keluarga Berisiko Stunting di Kepulauan Talaud

BRI Dukung BKKBN Salurkan Bantuan Keluarga Berisiko Stunting di Kepulauan Talaud

Bri | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:17 WIB

Diskon Mako Bakery Khusus Nasabah BRI, Makan Enak Bayar Gak Sampai Rp20 Ribu!

Diskon Mako Bakery Khusus Nasabah BRI, Makan Enak Bayar Gak Sampai Rp20 Ribu!

Bri | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:12 WIB

Jonatan Christie Bersyukur Cepat Beradaptasi, Lolos ke Babak Kedua China Open 2026

Jonatan Christie Bersyukur Cepat Beradaptasi, Lolos ke Babak Kedua China Open 2026

Sport | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:10 WIB

Promo Terbaru BRI di Marugame Udon, Makan Kenyang Cuma Bayar Rp10 Ribu!

Promo Terbaru BRI di Marugame Udon, Makan Kenyang Cuma Bayar Rp10 Ribu!

Bri | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:07 WIB

Serahkan Dugaan Korupsi MBG ke Penegak Hukum, Kepala BGN Baru Pilih Fokus Kerja

Serahkan Dugaan Korupsi MBG ke Penegak Hukum, Kepala BGN Baru Pilih Fokus Kerja

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:07 WIB

×