Delapan Korban Longsor Gunung Kuda Diduga Masih Tertimbun, Polri Kerahkan Anjing Pelacak

Dythia Novianty, Muhammad Yasir

Sabtu, 31 Mei 2025 | 12:36 WIB
Delapan Korban Longsor Gunung Kuda Diduga Masih Tertimbun, Polri Kerahkan Anjing Pelacak
Evakuasi para korban bencana longsor di Gunung Kuda Cirebon, Jawa Barat, Jumat (30/5/2025). [Tim SAR]

Suara.com - Korban tewas akibat insiden tanah longsor di Galian C tambang batu, Gunung Kuda Cirebon, Jawa Barat terus bertambah.

Terbaru dilaporkan korban tewas mencapai 14 orang atas insiden tersebut.

Data tersebut merujuk laporan Tim SAR Gabungan yang dihimpun hingga Jumat, 30 Mei 2025 pukul 19.30 WIB.

Selain korban meninggal dunia, terdapat enam korban selamat yang hingga kekinian masih menjalani perawatan di rumah sakit terdekat.

"Total korban 20 orang dengan rincian selamat 6 orang dan korban meninggal dunia 14 orang," tulis laporan tersebut dikutip Suara.com, pada Sabtu 31 Mei 2025

Empat korban selamat dirawat di RS Arjawinangun Cirebon. Mereka diantaranya adalah Efan Herdiansyah, Aji, Safitri, dan Kurnoto.

Sebagai ilustrasi bencana longsor pada beberapa waktu lalu. [ANTARA/FOTO/Bayu Pratama S/aww]
Sebagai ilustrasi bencana longsor pada beberapa waktu lalu. [ANTARA/FOTO/Bayu Pratama S/aww]

Sementara dua korban selamat lainnya, Reni dan Abdurohim dirawat di RS Sumber Hurip.

Dari 16 korban meninggal dunia yang telah berhasil dievakuasi, 14 diantaranya telah dibawa ke RS Arjawinangun Cirebon. Mereka, yaitu;

  1. Sukandra Bin Hadi (51), Desa Girinata, Dukuhpuntang, Cirebon,
  2. Andri Bin Surasa (41), Kelurahan Padabenghar, Kuningan,
  3. Sukadi Bin Sana (48), Kecamatan Astanajapura, Cirebon,
  4. Sanuri Bin Basar (47), Desa Semplo, Palimanan, Cirebon,
  5. Dendi Irawan (45), Kampung Sukasri, Desa Cimenyan/Bobos, Dukuhpuntang, Cirebon,
  6. Sarwa Bin Sukira (36), Blok Pontas Kenanga, Sumber, Cirebon,
  7. Rusjaya Bin Rusdi (48), Blok Beran Barat, Desa Beberan, Palimanan, Cirebon,
  8. Suparta Bin Supa (42), Desa Kepuh, Palimanan, Cirebon,
  9. Rio Ahmadi Bin Wahyudin (28), Desa Cikalahang, Dukuhpuntang, Cirebon,
  10. Ikad Budiargo Bin Arsia (47), Desa Budur, Ciwaringin, Cirebon,
  11. Jamaludin (49), Blok Lurah, Krangkeng, Indramayu,
  12. Wastoni (25), Blok Lurah, Krangkeng, Indramayu,
  13. Toni, Desa Kepuh, Palimanan, Cirebon.

Sedangkan satu korban meninggal dunia lainnya atas nama Rion Firmansyah (28) warga Gunung Santri, Kelurahan Kepuh, Palimanan, Cirebon dievakuasi ke RS Sumber Hurip.

baca juga

Delapan Masih Dicari

Hingga kekinian proses evakuasi korban masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Diperkirakan terdapat enam korban lainnya yang masih tertimbun.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan menyebut 400 personel gabungan dikerahkan dalam proses pencarian korban hari ini. Mereka meliput TNI, Polri, Brimob, Basarnas, hingga BNPB.

Polri, kata Hendra, juga turut melibatkan tiga anjing pelacak atau K9 dalam proses pencarian korban.

Anjing pelacak tersebut akan terus disiagakan di lokasi kejadian hingga seluruh korban berhasil dievakuasi.

“Lengkap dengan pemandu dan dua instruktur yang mengawasi,” kata Hendra kepada wartawan.

Sebelumnya, musibah longsor terjadi di Galian C, Gunung Kuda, Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat 30 Mei 2025.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan. [Antara]
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan. [Antara]

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan mengatakan, sejauh ini pihaknya telah mengevakuasi para penambang yang menjadi korban.

Selain para pekerja tambang, tanah longsor juga menyebabkan tujuh unit mobil dump truck dan tiga unit alat berat jenis eskavator terkubur material longsoran.

Sementara itu, lanjut Hendra, ada sekitar 9 orang pekerja yang selamat dalam evakuasi ini.

Mereka saat ini sedang dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Sumber Urip.

Longsor di Samarinda

Bencana longsor tidak hanya terjadi di Jawa Barat saja, karena dalam peristiwa lain, Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan dari berbagai unsur di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Hingga kini masih mencari satu korban dalam reruntuhan, setelah beberapa jam sebelumnya berhasil menyelamatkan lima korban dalam kejadian yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri! Banjir Terjang Perumahan Depok, Turap Longsor Jebolkan Rumah Warga!

Ngeri! Banjir Terjang Perumahan Depok, Turap Longsor Jebolkan Rumah Warga!

News | Sabtu, 08 Maret 2025 | 21:21 WIB

Badai Salju AS Tewaskan 3 Orang, Lumpuhkan Listrik Puluhan Ribu Warga

Badai Salju AS Tewaskan 3 Orang, Lumpuhkan Listrik Puluhan Ribu Warga

News | Kamis, 06 Maret 2025 | 16:47 WIB

Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Puncak Bogor Hingga Jembatan Putus

Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Puncak Bogor Hingga Jembatan Putus

News | Senin, 03 Maret 2025 | 05:37 WIB

Seorang Lansia Tewas Usai Tertabrak Truk saat Nyebrang di Jalan Ring Road Cengkareng

Seorang Lansia Tewas Usai Tertabrak Truk saat Nyebrang di Jalan Ring Road Cengkareng

News | Minggu, 02 Maret 2025 | 23:07 WIB

Longsor Maut Tambang Emas di Mali Tewaskan 42 Orang, Diduga Kelolaan Warga Tiongkok

Longsor Maut Tambang Emas di Mali Tewaskan 42 Orang, Diduga Kelolaan Warga Tiongkok

News | Senin, 17 Februari 2025 | 06:22 WIB

Salju Maut di Jepang: 4 Nyawa Melayang Tertimbun dan Terjatuh

Salju Maut di Jepang: 4 Nyawa Melayang Tertimbun dan Terjatuh

News | Senin, 10 Februari 2025 | 17:22 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×