Kemensos Tegaskan Bansos Tidak Boleh Jadi Alat Politik!

Dythia Novianty, Lilis Varwati

Jum'at, 27 Juni 2025 | 10:20 WIB
Kemensos Tegaskan Bansos Tidak Boleh Jadi Alat Politik!
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono. [ANTARA FOTO/Fauzan/YU]

Suara.com - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan kalau bansos tidak boleh dijadikan alat politik oleh siapa pun.

Sebagai pejabat kementerian, Agus juga menekankan kalau hal itu juga tidak akan dia lakukan maupun menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi dan golongan.

"Persoalan dalam perjuangan itu ada keuntungan politik, yaitu dikenal oleh masyarakat. Tapi kalau diminta menggunakan jabatan untuk kepentingan partai, tidak," kata Agus saat berbincang dengan politisi senior Akbar Faizal di Jakarta, ditulis pada Jumat 27 Juni 2025.

Menurutnya, setiap pejabat negara harus selalu mendahulukan kepentingan bangsa, dari pada kepentingan partai maupun kelompok tertentu.

Terkait bansos negara, Agus memastikan bahwa penyalurannya telah sangat sistematis. Sehingga tidak boleh dimanfaatkan sebagai alat politik kelompok tertentu.

Ia menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran bantuan sosial yang dikelola oleh Kemensos diberikan melalui transfer, yang langsung diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui PT Pos dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Sehingga peluang menjadikan bansos sebagai alat politik otomatis tertutup.

Sesuai dengan target yang diberikan Presiden Prabowo Subianto, Agus menyampaikan kalau Kemensos mendapatkan mandat agar bisa menyalurkan bansos dan program pemberdayaan masyarakat lebih tepat sasaran.

Merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) saat ini masih terdapat 3 juta masyarakat yang miskin ekstrem. Presiden Prabowo meminta, angka kemiskinan ekstrem itu bisa menjadi nol persen pada 2026.

baca juga

Untuk mencapai target tersebut, kata Agus, salah satu strateginya dengan membuat program Sekolah Rakyat.

Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini, menurutnya, memberikan harapan dan kesempatan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan berkarakter, dengan konsep boarding school secara gratis.

"Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi keluarga miskin yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya karena terhambat biaya," kata Agus.

Dia melanjutkan bahwa orangtua siswa Sekolah Rakyat juga akan diberdayakan melalui program-program pengentasan kemiskinan dan rumahnya diperbaiki.

Agus berpandangan kalau program Sekolah Rakyat menjadi salah satu bantuan yang memang dibutuhkan masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

Dalam berbagai pertemuannya dengan orangtua calon siswa Sekolah Rakyat, Agus mendapati mereka berpesan tidak ingin anak mereka bernasib sama.

"Ketika bertemu orangtua siswa dibeberapa daerah mereka bilang bahwa jangan sampai anak saya jadi seperti saya," cerita Agus.

Ilustrasi penerima Bansos PKH dan BLT Juni 2025. [Dok. ChatGPT]
Ilustrasi penerima Bansos PKH dan BLT Juni 2025. [Dok. ChatGPT]

Diketahui, berdasarkan data yang disusun pemerintah RI melalui BPS tercatat kalau angka masyarakat miskin di Indonesia sebanyak 24 juta jiwa atau 8,57 persen dari total penduduk Indonesia.

Angka itu berdasarkan perhitungan terbaru dari BPS yang disusun dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dipetakan pada 2025.

Indikator DTSEN itu memetakan jumlah masyarakat miskin dilihat dari pengeluaran per bulan per kapita sebesar Rp 600.000.

Selain itu, ada pula kategori masyarakat miskin ekstrem yang jumlahnya sekitar 3,57 juta jiwa atau sekitar 1,13 persen dari total penduduk Indonesia.

Masyarakat miskin ekstrem itu dilihat dari pengeluaran per kapita per bulannya hanya Rp 400.000.

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalammemastikan program bantuan sosial (bansos) tersalurkan secara tepat sasaran.

Dalam proses pemutakhiran penerima bansos berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasiomal (DTSEN), masyarakat diberi ruang untuk mengajukan usulan maupun sanggahan.

Namun, pengajuan kedua hal itu wajib disertai dengan dokumen pendukung yang dapat diverifikasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyebab Data Penerima BSU, BPNT dan PKH Tidak Muncul di DTSEN

Penyebab Data Penerima BSU, BPNT dan PKH Tidak Muncul di DTSEN

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 07:26 WIB

Data BPNT dan PKH di DTSEN Kementerian Sosial Tidak Muncul, Ini Solusinya

Data BPNT dan PKH di DTSEN Kementerian Sosial Tidak Muncul, Ini Solusinya

News | Rabu, 04 Juni 2025 | 18:32 WIB

BSU Rp600 Ribu Cair Juni 2025, Cek Cara Terdaftar Sebagai Penerima

BSU Rp600 Ribu Cair Juni 2025, Cek Cara Terdaftar Sebagai Penerima

News | Selasa, 03 Juni 2025 | 12:17 WIB

Profil Agus Jabo Priyono, Ketua Partai PRIMA Loyalis Prabowo-Gibran

Profil Agus Jabo Priyono, Ketua Partai PRIMA Loyalis Prabowo-Gibran

News | Senin, 02 Juni 2025 | 15:33 WIB

Prioritas PKH dan BPNT Tahap Kedua 2025, Cek Data Penerima Bansos Terbaru

Prioritas PKH dan BPNT Tahap Kedua 2025, Cek Data Penerima Bansos Terbaru

Bisnis | Minggu, 01 Juni 2025 | 07:02 WIB

CEK FAKTA: Salah! Pendaftaran Bansos Go Digital Rp 1,5 Juta Per Keluarga dari Kemensos

CEK FAKTA: Salah! Pendaftaran Bansos Go Digital Rp 1,5 Juta Per Keluarga dari Kemensos

News | Jum'at, 30 Mei 2025 | 14:19 WIB

Terkini

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:13 WIB

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 09:05 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:03 WIB

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Foto | Senin, 14 September 2026 | 09:00 WIB

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

News | Senin, 14 September 2026 | 08:59 WIB

PTK Perkuat Bisnis Maritim, Jadi Penopang Rantai Logistik Energi

PTK Perkuat Bisnis Maritim, Jadi Penopang Rantai Logistik Energi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:58 WIB

Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 08:49 WIB

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Sport | Senin, 14 September 2026 | 08:45 WIB

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:43 WIB

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 08:40 WIB

×