Bagaimana Komunitas Umat Buddha Bergerak dalam Aksi Iklim di Indonesia?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 30 Juni 2025 | 11:05 WIB
Bagaimana Komunitas Umat Buddha Bergerak dalam Aksi Iklim di Indonesia?
Potret Biksu Thudong saat berjalan kaki melewati Bukit Kassap, Pundakpayung, Kota Semarang. Kamis (16/5/24) [Suara.com/Ikhsan]

Suara.com - Di tengah ancaman krisis iklim yang kian nyata, pendekatan spiritual mulai diangkat sebagai bagian dari solusi. Salah satunya datang dari umat Buddha Indonesia melalui Gerakan Eco-Dhamma, inisiatif berbasis spiritualitas dan ekologi yang diluncurkan oleh Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi).

Gerakan ini bertujuan mendorong partisipasi aktif umat Buddha dalam menjaga lingkungan hidup, mulai dari pengelolaan sampah hingga pelestarian alam berbasis ajaran agama. Langkah ini mendapat dukungan langsung dari pemerintah.

“Jakarta, Semarang, dan Makassar, kini panas bukan sekadar karena musim, tetapi karena bencana iklim akibat aktivitas manusia. Kita semua punya andil,” kata Wakil Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, dalam peluncuran gerakan ini pada penutupan Mukernas Permabudhi di Makassar, seperti dikutip dari Antara, Senin, (30/6/2025). 

Diaz menyebut krisis iklim sebagai hasil akumulasi berbagai aktivitas manusia, dari penggunaan listrik, transportasi, konstruksi, hingga buruknya sistem pengelolaan sampah. Ia mencontohkan, satu ton sampah bisa menghasilkan hingga 1.700 kilogram CO ekuivalen. Kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Makassar setiap hari menghasilkan ribuan ton sampah.

Para Bhikkhu berjalan sambil membawa lentera saat prosesi Walking Meditation di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (14/5/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Para Bhikkhu berjalan sambil membawa lentera saat prosesi Walking Meditation di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (14/5/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Melihat urgensi tersebut, Diaz menilai Gerakan Eco-Dhamma sebagai langkah strategis dan relevan dalam menghadapi krisis iklim. Pemerintah, menurutnya, siap memberikan dukungan penuh, termasuk dalam pendampingan teknis untuk pengelolaan sampah berbasis komunitas.

“Termasuk potensi pembentukan bank sampah dan kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD),” lanjutnya.

Ketua Umum Permabudhi, Philip K. Widjaja, mengatakan Eco-Dhamma merupakan bentuk harmonisasi antara ajaran Buddha dan semangat pelestarian alam. Gerakan ini, menurutnya, bukan hanya kampanye lingkungan biasa, melainkan upaya kolektif untuk mengubah perilaku melalui pendekatan spiritual.

“Konsep ekologi ini kami angkat sesuai ajaran agama. Kami ingin menyelaraskan arah pembangunan baik fisik maupun spiritual,” ujarnya.

Permabudhi sendiri telah aktif mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sejak berdiri pada 2019. Beberapa program yang telah dijalankan termasuk pendirian eco-vihara, kampanye penggunaan eco-enzyme untuk limbah organik, serta partisipasi dalam Interfaith Rainforest Initiative (IRI) yang fokus pada perlindungan hutan tropis.

baca juga

Gerakan seperti Eco-Dhamma memperlihatkan bahwa spiritualitas tidak harus terpisah dari isu-isu lingkungan. Ketika perubahan iklim membutuhkan perubahan perilaku besar-besaran, pendekatan yang menyentuh nilai dan keyakinan justru bisa membuka jalan bagi aksi kolektif yang lebih dalam dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Musisi Indonesia Bersatu Suarakan Krisis Iklim Lewat Musik

Musisi Indonesia Bersatu Suarakan Krisis Iklim Lewat Musik

Lifestyle | Sabtu, 28 Juni 2025 | 11:00 WIB

Bangunan Ramah Lingkungan: Investasi Masa Depan atau Sekadar Tren?

Bangunan Ramah Lingkungan: Investasi Masa Depan atau Sekadar Tren?

Lifestyle | Sabtu, 28 Juni 2025 | 09:35 WIB

Energi Surya untuk Semua: Gagasan Baru Soal Transisi Energi yang Adil

Energi Surya untuk Semua: Gagasan Baru Soal Transisi Energi yang Adil

News | Jum'at, 27 Juni 2025 | 11:40 WIB

Terkini

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

×