Seksolog Mematahkan Asumsi Liar tentang Fetish di Balik Kematian Diplomat Arya

Wakos Reza Gautama

Rabu, 16 Juli 2025 | 15:03 WIB
Seksolog Mematahkan Asumsi Liar tentang Fetish di Balik Kematian Diplomat Arya
Seksolog Zoya Amirin mematahkan asumsi liar tentang fetish di balik kematian diplomat Arya.

Suara.com - Di tengah kabut misteri yang menyelimuti kematian tragis diplomat muda, Arya Daru Pangayunan, spekulasi liar mulai merebak di ruang publik digital.

Salah satu yang paling santer dibicarakan adalah kemungkinan adanya praktik autoerotic asphyxiation (AEA), sebuah aktivitas seksual menyimpang yang melibatkan pembatasan oksigen untuk mencapai kepuasan, yang berakhir fatal.

Namun, analisis tajam dari pakar seksologi Zoya Amirin dan kriminolog UI, Haniva Hasna, justru dengan tegas membantah teori ini. Dia menyebutnya tidak konsisten dan tidak didukung oleh bukti-bukti di tempat kejadian perkara (TKP).

Spekulasi ini muncul karena metode kematian yang tidak biasa. Namun, ketika para ahli membedah detailnya, teori "eksperimen pribadi yang gagal" ini justru runtuh. Ada sejumlah alasan kuat mengapa skenario ini sangat tidak mungkin terjadi.

1. Absennya "Paraphernalia" dan Bukti Aktivitas Seksual

Haniva menjelaskan bahwa sebuah skenario AEA akan selalu meninggalkan jejak spesifik. Jejak-jejak ini sama sekali tidak ditemukan di TKP kematian Arya.

"Kalau sampai netizen menyampaikan bahwa ini ada fetis-fetis tertentu, kita menemukan tidak di situ itu ada maaf, pelumas atau alat atau bahkan cairan tubuh. Karena ketika dia melakukan maaf masturbasi dengan cara seperti itu, berarti ada cairan tubuh yang tertinggal," ujar Haniva.

Selain itu, menurut Zoya Amirin parafernalia lain seperti materi pornografi yang relevan atau sex toys yang biasa digunakan dalam aktivitas semacam itu juga tidak dilaporkan keberadaannya. Absennya bukti-bukti pendukung ini menjadi pukulan telak pertama bagi teori fetish.

2. Lakban Industrial: Alat yang Salah untuk Skenario Fetish

baca juga

Poin paling krusial yang mematahkan teori ini adalah pemilihan "alat". Pelaku AEA, yang pada dasarnya tidak mencari kematian, akan menggunakan material yang mudah dilepaskan dalam keadaan darurat.

"Lalu biasanya mereka akan menggunakan tali atau plastik yang mudah untuk dilepas. Sementara lakban ini adalah lakban yang sangat lengket sehingga tidak mungkin kalau dipakai untuk fetis tertentu karena kemungkinan dia gagal untuk melepas itu menjadi sangat-sangat besar dan ini menjadi sesuatu yang sangat-sangat misteri untuk kita semua," kata Haniva.

Lakban industrial yang ditemukan pada jasad Arya adalah alat yang dirancang untuk merekat dengan sangat kuat. Ini adalah pilihan yang sama sekali tidak logis bagi seseorang yang membutuhkan jalan keluar cepat jika eksperimennya melampaui batas aman.

3. Nihilnya Mekanisme "Self-Rescue"

Konsep fundamental dalam praktik AEA adalah adanya mekanisme penyelamatan diri atau self-rescue. Pelaku harus bisa membebaskan diri mereka sendiri. Hierarki dalam aktivitas ini juga menjadi pertimbangan penting.

"Kalau orang sudah bermain lakban, dia biasanya melalui tahapan ikatan dulu ya. Mulai ikatan yang simpel, yang halus, yang soft sampai ke lakban-lakban itu sudah hierarkinya sudah paling tinggi. Dan kalau sampai hierarki yang paling tinggi dia tidak punya self rescue ini terlalu aneh menurut saya. tidak konsisten," papar Zoya

Seseorang yang sudah mencapai tahap "bermain" dengan lakban industrial pasti sudah sangat berpengalaman dan akan memiliki sistem penyelamatan yang canggih.

Pertanyaan kunci yang belum terjawab menurut Zoya, "Tangannya dia itu dilakban apa enggak? Ke depan atau ke belakang?"

Jika tangan korban terikat atau tidak mampu menjangkau wajahnya untuk melepas lakban, maka konsep self-rescue sepenuhnya gugur. Ini lebih mengarah pada tindakan yang dilakukan oleh orang lain.

4. Metode yang Terlalu Ekstrem dan Tidak Lazim

Bahkan jika mengabaikan tiga poin sebelumnya, cara lakban membungkus wajah korban dinilai terlalu ekstrem untuk sebuah praktik AEA. Tujuan dari aktivitas ini adalah merasakan sensasi kekurangan oksigen, bukan memblokade total aliran udara hingga tewas seketika.

"Avaxiation itu dia mencari suasana-suasana antara momen antara mau matinya itu momen sesaknya... Tapi kalau ini udara pun biasanya dia hanya di sekitar hidung. Enggak mungkin sampai ketutup sepenuhnya. Minimal sampai saat ini saya belum pernah tahu ada kasus yang segitu fullnya," papar Zoya.

Kesimpulannya jelas. Dari perspektif seksologi, skenario kematian Arya Daru tidak sesuai dengan pola AEA. Kurangnya bukti pendukung, penggunaan alat yang tidak logis, absennya mekanisme penyelamatan diri, dan metode yang terlalu ekstrem secara kolektif membantah spekulasi liar tersebut.

"Versi seksolog kayaknya enggak mungkin deh. Kecuali ada data-data baru ya," tegas sang pakar.

Dengan terpatahkannya teori ini, fokus penyelidikan kembali mengarah pada dugaan yang jauh lebih mengerikan: sebuah pembunuhan berencana yang sengaja direkayasa agar terlihat seperti sesuatu yang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Kejanggalan Kematian Diplomat Arya yang Bikin Kriminolog UI Tak Percaya Kasus Bunuh Diri

4 Kejanggalan Kematian Diplomat Arya yang Bikin Kriminolog UI Tak Percaya Kasus Bunuh Diri

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 14:39 WIB

Bukan Lakban Biasa yang Melilit Wajah Diplomat Arya: Ini Kejahatan Simbolik

Bukan Lakban Biasa yang Melilit Wajah Diplomat Arya: Ini Kejahatan Simbolik

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 14:08 WIB

Kematian Diplomat Arya Daru Masih Misteri, Bambang Widjojanto: Mulut Dilakban Simbol Pembungkaman

Kematian Diplomat Arya Daru Masih Misteri, Bambang Widjojanto: Mulut Dilakban Simbol Pembungkaman

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 11:46 WIB

Eks Kabareskrim Bedah CCTV Kos Arya Daru: Ada Blind Spot dan Sikap Aneh Penjaga

Eks Kabareskrim Bedah CCTV Kos Arya Daru: Ada Blind Spot dan Sikap Aneh Penjaga

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 17:33 WIB

Kriminolog Curigai Adanya Rekayasa Bunuh Diri di Kasus Kematian Diplomat Kemlu, Arya Daru Pangayunan

Kriminolog Curigai Adanya Rekayasa Bunuh Diri di Kasus Kematian Diplomat Kemlu, Arya Daru Pangayunan

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 16:20 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:17 WIB

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:15 WIB

Cara Memakai Sunscreen Powder agar Tidak Dempul dengan Bedak, Ini Tipsnya

Cara Memakai Sunscreen Powder agar Tidak Dempul dengan Bedak, Ini Tipsnya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:13 WIB

Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya Aceh

Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya Aceh

News | Minggu, 01 November 2026 | 14:05 WIB

Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan

Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:00 WIB

Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan

Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 13:59 WIB

Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri

Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri

Jawa Tengah | Minggu, 01 November 2026 | 13:58 WIB

Kinerja ASII Kuartal III 2026: Pendapatan Tembus Rp243,9 Triliun, Bisnis Otomotif Jadi Penopang

Kinerja ASII Kuartal III 2026: Pendapatan Tembus Rp243,9 Triliun, Bisnis Otomotif Jadi Penopang

News | Minggu, 01 November 2026 | 13:56 WIB

4 Lipstik Implora Paling Waterproof dan Smudgeproof, Harga Mulai Rp23 Ribuan

4 Lipstik Implora Paling Waterproof dan Smudgeproof, Harga Mulai Rp23 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:56 WIB

Syarat Bikin KK Sendiri Belum Menikah, Simak Ketentuan dan Cara Mengurusnya

Syarat Bikin KK Sendiri Belum Menikah, Simak Ketentuan dan Cara Mengurusnya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 13:52 WIB

×