4 Fakta Pidato Viral Gibran Soal Kemenyan di Parfum Gucci dan Louis Vuitton

Hairul Alwan

Kamis, 17 Juli 2025 | 14:56 WIB
4 Fakta Pidato Viral Gibran Soal Kemenyan di Parfum Gucci dan Louis Vuitton
Apa Itu Kemenyan, yang disebut Gibran Jadi Bahan Baku Parfum LV dan Gucci? [Instagram/freepik]

Suara.com - Sebuah pidato dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sukses memicu perbincangan hangat di seluruh platform media sosial. Bukan karena isu politik berat, melainkan karena sebuah komoditas yang selama ini lekat dengan citra mistis: kemenyan.

Gibran secara terbuka mendorong hilirisasi kemenyan dan berupaya mengubah persepsi publik terhadapnya. Gibran bahkan menyebut kemenyan merupakan salah satu bahan untuk parfum Louis Vuitton (LV) dan Gucci.

Gagasannya yang tidak biasa ini memancing ribuan reaksi, mulai dari kekaguman, dukungan, hingga skeptisisme dan sindiran terhadap Gibran dilayangkan.

Di balik viralnya pidato Gibran tersebut, ada beberapa poin kunci yang menarik untuk dibedah. Berikut adalah 4 fakta penting dari pidato Gibran yang perlu Anda ketahui.

Baca Juga Dewiku: Kemenyan Naik Kelas Gara-Gara Disentil Gibran Rakabuming, Ini Pilihan Parfum Lokal yang Wajib Dicoba

1. Klaim Mengejutkan: Kemenyan Bahan Baku Parfum Mewah LV & Gucci

Ini adalah "bom" utama yang dilemparkan Gibran untuk mematahkan stigma kemenyan yang identik dengan dunia perdukunan.

Ia secara langsung mengaitkan komoditas ini dengan produk gaya hidup mewah yang digunakan oleh banyak kalangan, terutama para wanita. Baginya, ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia telah lama menyia-nyiakan potensi besar dari kemenyan.

"Tapi dari dulu kita jualnya mentah, ibu-ibu yang pakai parfum LV, Gucci dan lain-lain itu dari kemenyan loh," katanya. Pernyataan ini menjadi argumen sentralnya untuk meyakinkan publik bahwa kemenyan adalah komoditas bernilai tinggi yang disalahpahami.

baca juga

2. Menyejajarkan Nilai Kemenyan dengan Nikel

Untuk memperkuat argumen ekonominya, Gibran tidak ragu menyejajarkan nilai kemenyan dengan nikel, komoditas tambang yang menjadi primadona dalam program hilirisasi di era pemerintahan sebelumnya.

Langkah ini menunjukkan keseriusannya dalam memandang kemenyan bukan sebagai produk sampingan, melainkan sebagai salah satu "harta karun" yang bisa mendongkrak perekonomian jika diolah dengan benar.

"Saya pernah bicara itu masalah hilirisasi kemenyan banyak yang ketawa, 'kemenyan buat dukun' salah, kemenyan sama berharganya dengan nikel," ucap Gibran.

Dengan perbandingan ini, ia ingin publik melihat kemenyan dari kacamata industri dan inovasi, bukan lagi dari kacamata mistis.

3. Janji Fasilitas Riset untuk Anak Muda

Gibran sadar bahwa untuk mengubah bahan mentah menjadi produk jadi bernilai tinggi, diperlukan inovasi dan penelitian.

Oleh karena itu, ia secara terbuka mengajak dan menjanjikan dukungan bagi generasi muda yang mau terjun ke dalam riset hilirisasi kemenyan.

Ia berjanji akan menyediakan fasilitas modern untuk mendukung proses ini.

"Kita jualnya mentah terus makanya kita dorong anak-anak muda untuk riset, kita sediakan tempat yang baik, alat-alat terkini, hilirisasi, ini bukan hanya hilirisasi nikel, ada yang namanya hilirisasi kemenyan dan masih banyak lagi yang saya temukan disana," jelas Gibran.

Ini adalah sebuah panggilan terbuka bagi para ilmuwan, wirausahawan, dan mahasiswa untuk menangkap peluang yang ia tawarkan.

4. Tuai Ragam Reaksi: Dari Dukungan Hingga Tagihan Janji Loker

Seperti pidato-pidatonya yang lain, gagasan Gibran soal kemenyan langsung memicu ribuan komentar di media sosial. Reaksinya sangat beragam.

Sebagian memuji terobosan dan cara pandangnya yang out-of-the-box. Namun, tidak sedikit pula yang menanggapinya dengan skeptis dan langsung menagih janji-janji kampanyenya, terutama soal penciptaan 19 juta lapangan kerja.

"Yaudah lokernya mana pak saya tertarik tuh dengan terobosan bapak ubah kemenyan jadi parfum mahal," ungkap @rar_. Komentar lain yang tak kalah pedas, "Hilirisasi loker 19jt," imbuh @nrmd.

Ada pula yang membandingkan gaya komunikasinya dengan Wapres sebelumnya, "Dulu diem nya wapres Ma'ruf Amin bikin kita marah. Kenapa sekarang wapres nya mau ngomong kok malah jadi emosi (emoji ketawa)," cuit @ar***86.

Komentar seperti "Diam Tolah Toleh. Bergerak Salah Kabeh," menunjukkan betapa setiap gerak-gerik dan pernyataan Gibran selalu jadi sorotan tajam publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemakzulan Gibran di Persimpangan, Surat Mengendap, DPR Bungkam, Purnawirawan Siapkan 'Opsi Paksa'

Pemakzulan Gibran di Persimpangan, Surat Mengendap, DPR Bungkam, Purnawirawan Siapkan 'Opsi Paksa'

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 14:37 WIB

Gibran Bandingkan Kemenyan dengan Nikel: Visi Ekonomis atau Sekadar Cari Sensasi?

Gibran Bandingkan Kemenyan dengan Nikel: Visi Ekonomis atau Sekadar Cari Sensasi?

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 13:53 WIB

Dosa Politik Jokowi Dikuliti Rocky Gerung, Nasib Warisannya Kini di Tangan Prabowo

Dosa Politik Jokowi Dikuliti Rocky Gerung, Nasib Warisannya Kini di Tangan Prabowo

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 12:58 WIB

Gaya Gibran di Lemhannas Diapresiasi Pengamat Intelijen: Dia Hormati Para Senior

Gaya Gibran di Lemhannas Diapresiasi Pengamat Intelijen: Dia Hormati Para Senior

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 12:45 WIB

Rocky Gerung: Jika Gibran Dimakzulkan Jadi Hukuman Tak Langsung untuk Jokowi

Rocky Gerung: Jika Gibran Dimakzulkan Jadi Hukuman Tak Langsung untuk Jokowi

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 10:59 WIB

Gibran KW dan Prabowo KW Kompak! Intip Momen Kocak di Balik Penyaluran BSU

Gibran KW dan Prabowo KW Kompak! Intip Momen Kocak di Balik Penyaluran BSU

Video | Kamis, 17 Juli 2025 | 13:05 WIB

Terkini

RUU Perampasan Aset Tetap Dibahas Selama Reses, Komisi III Dapat Lampu Hijau

RUU Perampasan Aset Tetap Dibahas Selama Reses, Komisi III Dapat Lampu Hijau

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:41 WIB

Kepala Ditutup Tangan Diborgol, Begini Proses Pemindahan 79 Napi Paling Berbahaya ke Nusakambangan

Kepala Ditutup Tangan Diborgol, Begini Proses Pemindahan 79 Napi Paling Berbahaya ke Nusakambangan

Sulsel | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:37 WIB

Kejar Target, DPR Pastikan RUU Hak Cipta Ikut Dibahas Selama Masa Reses

Kejar Target, DPR Pastikan RUU Hak Cipta Ikut Dibahas Selama Masa Reses

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:36 WIB

Kisah Nyi Rasmiwaditro: Musisi Gen Z yang Memilih Jalan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

Kisah Nyi Rasmiwaditro: Musisi Gen Z yang Memilih Jalan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta

Video | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:33 WIB

DPR Setuju Hibah Kapal Induk Italia Umur 40 Tahun: Biaya Rawat Rp101 Miliar, Perbaikan Rp16 Triliun

DPR Setuju Hibah Kapal Induk Italia Umur 40 Tahun: Biaya Rawat Rp101 Miliar, Perbaikan Rp16 Triliun

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:29 WIB

Mengapa Greenpeace Desak Batu Bara Keluar dari Daftar Investasi Syariah?

Mengapa Greenpeace Desak Batu Bara Keluar dari Daftar Investasi Syariah?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:28 WIB

5 Serum Hanasui untuk Mencerahkan Wajah, Memudarkan Flek Hitam Mulai Rp30 Ribuan

5 Serum Hanasui untuk Mencerahkan Wajah, Memudarkan Flek Hitam Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:28 WIB

Andai Lionel Messi Memilih Spanyol

Andai Lionel Messi Memilih Spanyol

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:26 WIB

Harga Changan Deepal S05 untuk Pasar Indonesia Tembus Rp 500 Jutaan

Harga Changan Deepal S05 untuk Pasar Indonesia Tembus Rp 500 Jutaan

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:25 WIB

Disinformasi di Ruang Digital Ancam Demokrasi dan Persatuan Nasional, Puan: Negara Harus Hadir!

Disinformasi di Ruang Digital Ancam Demokrasi dan Persatuan Nasional, Puan: Negara Harus Hadir!

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:20 WIB

×