Rooftop, Tas, dan Misteri Kematian Diplomat Arya: Skenario Licik di Balik Lakban?

Wakos Reza Gautama | Suara.com

Senin, 28 Juli 2025 | 14:12 WIB
Rooftop, Tas, dan Misteri Kematian Diplomat Arya: Skenario Licik di Balik Lakban?
Keberadaan diplomat Arya Daru di rooftop gedung Kemenlu menjadi tanya tanya besar.

Suara.com - Sebuah fakta baru dalam misteri kematian diplomat Arya Daru Pangayunan (ADP) membuka kotak pandora spekulasi. Keberadaannya selama lebih dari satu jam di rooftop Gedung Kemenlu sebelum tewas, menurut Kriminolog UI, bisa jadi bukan jeritan depresi, melainkan bagian dari skenario keji untuk membangun alibi pembunuhan.

Investigasi kasus kematian diplomat Arya Daru yang ditemukan dengan wajah terlilit lakban terus menyingkap detail-detail janggal.

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah jejak terakhir korban yang terekam CCTV berada di atap (rooftop) gedung Kementerian Luar Negeri.

Bagi sebagian orang, ini mungkin mengarah pada dugaan masalah personal atau depresi. Namun, bagi Kriminolog Universitas Indonesia, Haniva Hasna, anomali ini justru memantik kecurigaan adanya sebuah narasi yang sengaja dibangun untuk menyesatkan penyelidikan.

Fakta bahwa Arya Daru menghabiskan waktu selama 1 jam 26 menit di rooftop bukanlah detail sepele. Haniva mempertanyakan secara kritis, narasi apa yang sebenarnya coba diciptakan dari aktivitas ini.

“Ini kan poinnya adalah rooftop gitu ya. lalu dia meninggalkan tempat dia berada di tempat itu 1 jam lebih 26 menit. Sebetulnya apa sih narasi yang dibangun dari kondisi ini? Kenapa ada seseorang yang menaiki rooftop dan berdiam diri di sana?” tanya Haniva.

Ia memaparkan beberapa kemungkinan interpretasi, mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling rumit.

Apakah Arya, yang akan segera pindah tugas, hanya ingin menikmati pemandangan kota Jakarta untuk terakhir kalinya? Ataukah ada makna lain yang tersembunyi di balik keheningan di ketinggian itu?

Haniva secara tajam menyoroti asosiasi umum antara rooftop dengan kondisi kejiwaan seseorang. Ia mengakui bahwa tindakan menyendiri di atap gedung seringkali dikaitkan dengan depresi atau bahkan niat bunuh diri. Namun, sebagai seorang ilmuwan, ia menuntut bukti, bukan asumsi.

“Karena ketika seseorang naik ke rooftop itu adalah kondisi-kondisi di mana seseorang itu mengalami depresi. Nah, ketika dia depresi apa buktinya gitu? Apakah dia selama ini berhubungan dengan psikiater atau psikolog? Mana buktinya gitu ya?” tegasnya.

Menurut Haniva, jika narasi "masalah mental" ingin dijadikan dasar, maka pembuktiannya harus jelas yaitu:
Bukti Formal: Adakah rekam jejak konsultasi dengan profesional kesehatan mental?

Bukti Psikososial: Jika tidak ada bukti formal, bagaimana kesaksian dari lingkungan terdekatnya? Apakah keluarga, sahabat, atau rekan kerja menyadari adanya perubahan perilaku yang signifikan pada diri korban?

“Ada kemungkinan besar ketika temannya atau keluarganya itu mengetahui perubahan-perubahan dalam kehidupannya. Sehingga ini yang harus kita lihat,” tambahnya.

Alibi yang Disiapkan? Keanehan Tas yang Ditinggal

Kecurigaan terbesar Haniva muncul saat ia menghubungkan keberadaan korban di rooftop dengan fakta lain yang tak kalah janggal: tas milik Arya Daru ditemukan ditinggal di lantai 12, tepat di bawah akses menuju rooftop.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Obrolan Terakhir Arya Daru Terungkap! Jejak Digital Ungkap Fakta Mengejutkan

Obrolan Terakhir Arya Daru Terungkap! Jejak Digital Ungkap Fakta Mengejutkan

News | Senin, 28 Juli 2025 | 12:44 WIB

Terbongkar! Apa Isi Chat Terakhir Diplomat Arya dengan Istri dan Rekan Kerja Sebelum Tewas?

Terbongkar! Apa Isi Chat Terakhir Diplomat Arya dengan Istri dan Rekan Kerja Sebelum Tewas?

News | Senin, 28 Juli 2025 | 12:27 WIB

Tas di Rooftop dan Rekaman CCTV: Polisi Rangkai Puzzle Kematian Arya Daru

Tas di Rooftop dan Rekaman CCTV: Polisi Rangkai Puzzle Kematian Arya Daru

News | Senin, 28 Juli 2025 | 12:22 WIB

Polisi Gelar Perkara Kasus Kematian Arya Daru Hari Ini: Bunuh Diri atau Dibunuh?

Polisi Gelar Perkara Kasus Kematian Arya Daru Hari Ini: Bunuh Diri atau Dibunuh?

News | Senin, 28 Juli 2025 | 11:43 WIB

Polisi Kesampingkan HP Arya Daru yang Raib, Validkah Hasil Penyelidikannya?

Polisi Kesampingkan HP Arya Daru yang Raib, Validkah Hasil Penyelidikannya?

News | Senin, 28 Juli 2025 | 11:29 WIB

Terkini

Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi

Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 22:31 WIB

Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer

Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer

News | Selasa, 28 April 2026 | 22:04 WIB

Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?

Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:46 WIB

Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen  Green SM Buntut Kecelakaan KRL

Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen Green SM Buntut Kecelakaan KRL

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:39 WIB

Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK

Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:25 WIB

11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi

11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:21 WIB

Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih

Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:11 WIB

Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur

Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:10 WIB

Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi

Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 20:57 WIB

Usulan Aula Dansa Donald Trump Picu Perdebatan di Kongres AS soal Anggaran

Usulan Aula Dansa Donald Trump Picu Perdebatan di Kongres AS soal Anggaran

News | Selasa, 28 April 2026 | 20:56 WIB