Ray Rangkuti 'Sentil' Pemerintah: Cuma Fokus Urus Rusuh, Belum ke Akar Kemarahan Publik

Budi Arista Romadhoni

Rabu, 03 September 2025 | 16:25 WIB
Ray Rangkuti 'Sentil' Pemerintah: Cuma Fokus Urus Rusuh, Belum ke Akar Kemarahan Publik
Kolase foto Prabowo-Gibran dan aksi. [Ist]

Suara.com - Pengamat politik, Ray Rangkuti, melontarkan kritik tajam terhadap cara pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, dalam merespons gelombang demonstrasi yang marak belakangan ini.

Menurutnya, pemerintah keliru jika hanya berfokus pada penanganan aspek kerusuhan tanpa menyentuh substansi masalah yang memicu kemarahan rakyat.

Ray menilai, aksi massa yang terjadi bukanlah peristiwa tiba-tiba, melainkan puncak dari akumulasi kekecewaan publik yang sudah bertahun-tahun terpendam. Ia secara tegas menyebut pemerintah saat ini belum mampu menangkap dan memahami akar persoalan yang sesungguhnya.

Dalam diskusi yang disiarkan melalui kanal YouTube Forum Keadilan TV, Ray membedah tiga biang kerok utama yang menyulut amarah publik hingga tumpah ke jalan.

Tiga isu tersebut adalah kesenjangan sosial yang kian menganga, ketidakadilan hukum yang dirasa tajam ke bawah, serta kerinduan akan pemerintahan yang bersih dari korupsi.

"Demonstrasi ini belum mencapai puncaknya. Kesenjangan sosial yang dirayakan oleh para pejabat menjadi pemicu utama kemarahan publik," ujar Ray Rangkuti dalam podcast tersebut yang dikutip pada Rabu (3/9/2025).

"Masyarakat sudah sabar selama bertahun-tahun, namun akhirnya kemarahan itu meledak."

Pengamat politik, Ray Rangkuti. [YouTube/Forum Keadilan TV]
Pengamat politik, Ray Rangkuti. [YouTube/Forum Keadilan TV]

Respon Presiden Prabowo Dinilai Belum Substansial

Secara spesifik, Ray Rangkuti menyoroti respons Presiden Prabowo yang dianggapnya belum menyentuh isu-isu krusial yang menjadi tuntutan utama para demonstran.

baca juga

Ia mengkritik pemerintah yang seolah hanya melihat demonstrasi sebagai masalah keamanan dan ketertiban.

"Pemerintah dianggap belum melihat masalah ini secara menyeluruh dan hanya fokus pada penanganan kerusuhan," kata Ray.

Menurutnya, penanganan kerusuhan tanpa menyelesaikan akar masalahnya hanya akan menjadi solusi sementara yang tidak efektif.

Ia mencontohkan salah satu tuntutan penting seperti reformasi institusi kepolisian yang belum mendapat perhatian serius dari kepala negara.

"Presiden Prabowo terlihat belum menangkap isu substansial yang menjadi tuntutan masyarakat," tegasnya.

Oposisi Kuat dan Reformasi DPR Jadi Kunci

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Pastikan Kondisi Dalam Negeri Pulih, Presiden Prabowo Penuhi Undangan Khusus Xi Jinping

Setelah Pastikan Kondisi Dalam Negeri Pulih, Presiden Prabowo Penuhi Undangan Khusus Xi Jinping

News | Selasa, 02 September 2025 | 23:43 WIB

Sempat Ditunda, Ini Alasan Presiden Prabowo Akhirnya Pilih Terbang ke Beijing Malam Ini

Sempat Ditunda, Ini Alasan Presiden Prabowo Akhirnya Pilih Terbang ke Beijing Malam Ini

News | Selasa, 02 September 2025 | 23:27 WIB

Korban Jiwa Tembus 10 Orang, Amnesty Internasional Desak Penyelidikan ProJustitia

Korban Jiwa Tembus 10 Orang, Amnesty Internasional Desak Penyelidikan ProJustitia

News | Selasa, 02 September 2025 | 23:08 WIB

Terkini

Pejabat AS: Amerika Rencanakan Perang yang Lebih Besar dengan Iran

Pejabat AS: Amerika Rencanakan Perang yang Lebih Besar dengan Iran

News | Senin, 20 Juli 2026 | 15:31 WIB

Serum Retinol dan Niacinamide Boleh Dilayer? Ini Panduan Skincare Aman dari Dokter

Serum Retinol dan Niacinamide Boleh Dilayer? Ini Panduan Skincare Aman dari Dokter

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 15:28 WIB

Test Drive Xforce HEV: Suspensi Empuk, Tenaga Semakin Sangar

Test Drive Xforce HEV: Suspensi Empuk, Tenaga Semakin Sangar

Otomotif | Senin, 20 Juli 2026 | 15:26 WIB

Indra Sjafri Bagikan Tips agar Anak Bisa Jadi Pesepak Bola Profesional

Indra Sjafri Bagikan Tips agar Anak Bisa Jadi Pesepak Bola Profesional

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 15:26 WIB

Sekolah Tertimbun Lumpur Tambang, DPRD Desak Investigasi: Ada Kelalaian Serius

Sekolah Tertimbun Lumpur Tambang, DPRD Desak Investigasi: Ada Kelalaian Serius

Sulsel | Senin, 20 Juli 2026 | 15:24 WIB

Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK

Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK

News | Senin, 20 Juli 2026 | 15:24 WIB

Love-Hate dengan Commuter Line: Di Antara Ketergantungan, Kepadatan, dan Harapan Transportasi Ideal

Love-Hate dengan Commuter Line: Di Antara Ketergantungan, Kepadatan, dan Harapan Transportasi Ideal

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 15:23 WIB

Istana Respons Isu Menteri PU Bakal Kena Copot Agustus

Istana Respons Isu Menteri PU Bakal Kena Copot Agustus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 15:21 WIB

BPDP Sebut Industri Sawit Nafkahi 16 Juta Warga RI

BPDP Sebut Industri Sawit Nafkahi 16 Juta Warga RI

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 15:20 WIB

Momen Berharga Hari Anak: 7 Rekomendasi Buku yang Bantu Anak Pahami Dunia Lewat Emosi

Momen Berharga Hari Anak: 7 Rekomendasi Buku yang Bantu Anak Pahami Dunia Lewat Emosi

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 15:17 WIB

×