Sebagai penutup, Yudo menyebutkan ciri terakhir yang menurutnya paling sulit dihilangkan, yaitu "mental pengemis". Ia menganggap bahwa mentalitas meminta-minta dan mengharapkan belas kasihan sudah mendarah daging dan menjadi penghalang utama bagi mereka untuk bisa maju dan keluar dari jerat kemiskinan.
Pernyataan-pernyataan Yudo ini sontak "dirujak" habis-habisan oleh netizen.
Ia dianggap tidak memiliki kepekaan sosial, berbicara tanpa data, dan hanya melihat kemiskinan sebagai sebuah kesalahan mental, bukan sebagai masalah struktural yang kompleks.
"Privilege berbicara," tulis seorang netizen.
"Dia tidak sadar kalau kartu prioritas dan segala fasilitasnya itu mungkin juga berasal dari pajak yang dibayar oleh orang-orang yang dia hina," timpal yang lain.