Skandal Chromebook: Pengacara Nadiem Tunjuk Hidung Stafsus, Siapa Dalang Sebenarnya?

Bangun Santoso | Suara.com

Selasa, 28 Oktober 2025 | 14:23 WIB
Skandal Chromebook: Pengacara Nadiem Tunjuk Hidung Stafsus, Siapa Dalang Sebenarnya?
Pengacara tersangka kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek tahun 2019?2022 Nadiem Makarim, Tabrani Abby, berbicara dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Senin (27/10/2025). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)
  • Pengacara Nadiem Makarim mengklaim inisiator awal pembahasan laptop Chromebook adalah salah satu staf khusus menteri, bukan Nadiem sendiri, berdasarkan bukti percakapan WhatsApp
  • Staf khusus bernama Jurist Tan (JT), yang telah menjadi tersangka, kini menjadi buronan di luar negeri dan dianggap sebagai sosok sentral dalam awal mula proyek ini
  • Perintah 'go ahead' dari Nadiem diklaim pengacara bukan untuk menyetujui Chromebook, melainkan untuk melanjutkan kajian perbandingan antara sistem operasi Chrome dan Windows

Suara.com - Babak baru dalam skandal korupsi pengadaan laptop Chromebook yang menjerat mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim mulai terkuak. Tim pembelanya secara mengejutkan menunjuk hidung inisiator proyek triliunan rupiah ini, yang ternyata bukanlah Nadiem, melainkan salah satu staf khusus kepercayaannya.

Pengacara Nadiem, Tabrani Abby, mengungkap bahwa pembahasan awal mengenai Chromebook diinisiasi oleh seorang staf khusus menteri dalam sebuah rapat pada Mei 2020. Klaim ini didasarkan pada bukti krusial berupa ribuan lembar salinan percakapan grup WhatsApp yang kini menjadi barang bukti di Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Berdasarkan isi chat grup WhatsApp, pembahasan chromebook baru muncul saat akan dilakukan rapat mengenai peralatan teknologi, informasi, dan komunikasi pada Mei 2020 yang diinisiasi oleh salah satu staf khusus menteri,” kata Tabrani kepada wartawan di Jakarta, dikutip Senin (27/10/2025).

Meski begitu, Tabrani enggan menyebutkan nama staf khusus tersebut secara gamblang di luar persidangan.

Namun, dalam pusaran penyidikan Jampidsus, satu nama staf khusus Nadiem telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Jurist Tan (JT). Ironisnya, JT berhasil melarikan diri ke luar negeri sebelum ditahan dan kini berstatus buronan (DPO), diduga berada di Amerika Serikat.

Tabrani menegaskan, kliennya tidak pernah sekalipun mengusulkan atau merekomendasikan Chromebook. Sebaliknya, Nadiem justru meminta kajian komparatif.

“Nadiem memerintahkan dengan tegas untuk membahas perbandingan dua sistem operasi chromebook dan windows,” tegas Tabrani.

Ia juga meluruskan persepsi mengenai perintah 'go ahead' dari Nadiem yang termuat dalam berita acara pemeriksaan. Menurutnya, perintah itu bukan lampu hijau untuk memilih Chromebook, melainkan instruksi agar timnya melanjutkan diskusi dan kajian perbandingan antara dua sistem operasi tersebut.

“Jadi dia (Nadiem) bilang ‘go ahead’ itu maksudnya diskusi antara tim yang mengusulkan untuk windows kemudian chrome,” ujar Tabrani.

Lebih jauh, Tabrani menjelaskan soal grup WhatsApp bernama ‘Edu Org’ yang dibuat Nadiem sebelum dilantik. Grup ini, yang kemudian berganti nama menjadi ‘Menteri Core Team’, diisi oleh para pakar pendidikan dan teknologi, termasuk Jurist Tan, Fiona Handayani, dan Najelaa Shihab. Tujuannya murni untuk diskusi gagasan pendidikan, bukan pengadaan barang.

“WA Grup itu dibuat untuk mendiskusikan gagasan-gagasan tentang penggunaan teknologi di bidang pendidikan. Adapun anggota dalam Grup WA itu adalah orang-orang yang expert di bidang pendidikan, kemudian juga di bidang IT,” jelasnya.

Pegiat pendidikan Najelaa Shihab, yang namanya disebut, mengonfirmasi keberadaannya di grup tersebut. Namun, ia menegaskan perannya hanya sebatas mitra eksternal yang memberi masukan soal kurikulum dan kebijakan, bukan sarana dan prasarana.

“Saya tidak pernah ikut membahas baik secara langsung maupun dalam WA group khusus tentang persiapan atau perencanaan pengadaan chromebook dan peralatan teknologi informasi karena program ini bukan lah merupakan bagian dari lingkup pekerjaan PSPK,” kata Najelaa dalam pesan singkatnya.

Penyidikan kasus ini terus bergulir. Nadiem Makarim telah ditahan sejak awal September 2025, bersama tersangka lain seperti konsultan teknologi Ibrahim Arief (IA). Sementara itu, Kejaksaan Agung masih berupaya memulangkan buronan kunci, Jurist Tan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Najelaa Shihab di Grup WA Nadiem, Bantah Ikut Bahas Korupsi Chromebook: Bukan Lingkup Saya

Najelaa Shihab di Grup WA Nadiem, Bantah Ikut Bahas Korupsi Chromebook: Bukan Lingkup Saya

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 10:54 WIB

Drama Grup WA 'Mas Menteri': Najelaa Shihab dan Kubu Nadiem Kompak Bantah, tapi Temuan Jaksa Beda

Drama Grup WA 'Mas Menteri': Najelaa Shihab dan Kubu Nadiem Kompak Bantah, tapi Temuan Jaksa Beda

News | Senin, 27 Oktober 2025 | 20:57 WIB

Geger Grup WA 'Mas Menteri': Najelaa Shihab Terseret Pusaran Korupsi Chromebook Nadiem

Geger Grup WA 'Mas Menteri': Najelaa Shihab Terseret Pusaran Korupsi Chromebook Nadiem

News | Senin, 27 Oktober 2025 | 18:04 WIB

Geger Grup WA 'Mas Menteri', Pengacara Nadiem Bantah Atur Proyek Chromebook

Geger Grup WA 'Mas Menteri', Pengacara Nadiem Bantah Atur Proyek Chromebook

News | Senin, 27 Oktober 2025 | 15:36 WIB

Nadiem Makarim Tersandung Skandal Laptop Chromebook, Begini Proses Pengadaan Barang Versi LKPP

Nadiem Makarim Tersandung Skandal Laptop Chromebook, Begini Proses Pengadaan Barang Versi LKPP

News | Sabtu, 25 Oktober 2025 | 14:56 WIB

Nadiem Makarim Akan Jalani Operasi Ambeien Tahap Kedua, Bakal Dibantarkan Lagi?

Nadiem Makarim Akan Jalani Operasi Ambeien Tahap Kedua, Bakal Dibantarkan Lagi?

News | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 16:56 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Memanggil PT Google Indonesia dalam Perkara Nadiem Makarim

Kejagung Ungkap Alasan Memanggil PT Google Indonesia dalam Perkara Nadiem Makarim

News | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 15:23 WIB

Terkini

Minta Polda Metro Jaya Lanjutkan Penyidikan, TAUD Ajukan Praperadilan Terkait Kasus Andrie Yunus

Minta Polda Metro Jaya Lanjutkan Penyidikan, TAUD Ajukan Praperadilan Terkait Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:52 WIB

Kasus Andrie Yunus, Mahfud MD Soroti Peradilan Koneksitas dan Mandeknya Reformasi

Kasus Andrie Yunus, Mahfud MD Soroti Peradilan Koneksitas dan Mandeknya Reformasi

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:52 WIB

Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom

Peneror Konser Taylor Swift Menyesal, di Apartemennya Ditemukan Bahan Pembuatan Bom

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:52 WIB

Ngopi Bareng Jadi Awal Rencana Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ternyata Ini Motifnya!

Ngopi Bareng Jadi Awal Rencana Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ternyata Ini Motifnya!

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:44 WIB

Kunker ke Tiga Negara, Gubernur Pramono Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030

Kunker ke Tiga Negara, Gubernur Pramono Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:42 WIB

Trauma Usai Tabrakan KRLArgo Bromo, Penumpang Perempuan Kini Pilih Hindari Gerbong Ujung

Trauma Usai Tabrakan KRLArgo Bromo, Penumpang Perempuan Kini Pilih Hindari Gerbong Ujung

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:40 WIB

Mobil Lexus Rp1,3 M Dibeli Cash Tapi Mau Ditarik Debt Collector, DPR Endus Praktik Nakal Leasing

Mobil Lexus Rp1,3 M Dibeli Cash Tapi Mau Ditarik Debt Collector, DPR Endus Praktik Nakal Leasing

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:38 WIB

Kakek-kakek Lepaskan Tembakan Brutal di Pengadilan Athena, Banyak Orang Kena Peluru Nyasar

Kakek-kakek Lepaskan Tembakan Brutal di Pengadilan Athena, Banyak Orang Kena Peluru Nyasar

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:29 WIB

Periksa Sekda Madiun Dkk, KPK Telusuri Pemberian Fee Proyek ke Wali Kota Maidi

Periksa Sekda Madiun Dkk, KPK Telusuri Pemberian Fee Proyek ke Wali Kota Maidi

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:19 WIB

Tragedi Kereta di Bekasi, Legislator Gerindra Desak Pemerintah Cabut Izin Taksi Green SM

Tragedi Kereta di Bekasi, Legislator Gerindra Desak Pemerintah Cabut Izin Taksi Green SM

News | Rabu, 29 April 2026 | 11:16 WIB